Mengapa Tak Ada Ayat dalam Al-Qur'an yang Membicarakan Wujud Tuhan? Begini Penjelasan Quraish Shihab
Minggu, 19 Juni 2022 - 18:26 WIB
loading...
Kalau kita membuka lembaran-lembaran Al-Quran, hampir tidak ditemukan ayat yang membicarakan wujud Tuhan. Foto/Ilustrasi: Dok. SINDOnews
A
A
A
Cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur'an, Prof Dr KH Muhammad Quraish Shihab mengatakan kata "Allah" dalam Al-Qur'an terulang sebanyak 2.697 kali. Belum lagi kata-kata semacam Wahid, Ahad, Ar-Rab, Al-Ilah, atau kalimat yang menafikkan adanya sekutu bagi-Nya baik dalam perbuatan atau wewenang menetapkan hukum, atau kewajaran beribadah kepada selain-Nya serta penegasian lain yang semuanya mengarah kepada penjelasan tentang tauhid.
"Kalau kita membuka lembaran-lembaran Al-Qur'an, hampir tidak ditemukan ayat yang membicarakan wujud Tuhan," kata Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Wawasan Al-Quran , Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat".
Baca juga: Quraish Shihab: Ibadah Bukan Hanya Ritual di Masjid
Syaikh Abdul Halim Mahmud dalam bukunya Al-Islam wa Al-'Aql juga menegaskan bahwa, "Jangankan Al-Quran, Kitab Taurat, dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan Baru) tidak menguraikan tentang wujud Tuhan." Ini disebabkan karena wujud-Nya sedemikian jelas, dan "terasa" sehingga tidak perlu dijelaskan.
Quraish Shihab mengatakan Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa kehadiran Tuhan ada dalam diri setiap insan, dan bahwa hal tersebut merupakan fitrah (bawaan) manusia sejak asal kejadiannya. Demikian dipahami dari firman-Nya dalam surat Al-Rum (30): 30.
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tiada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Dalam ayat lain dikemukakan, bahwa:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab: 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami menyaksikan'" ( QS Al-A'raf [7] : 172).
Baca juga: Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal? Begini Penjelasan Quraish Shihab
Quraish Shihab mencontohkah, apabila Anda duduk termenung seorang diri, pikiran mulai tenang, kesibukan hidup atau haru hati telah dapat teratasi, terdengarlah suara nurani, yang mengajak Anda untuk berdialog, mendekat bahkan menyatu dengan suatu totalitas wujud Yang Maha mutlak.
Suara itu mengantar Anda untuk menyadari betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya. Dan betapa kuasa dan perkasa Dia Yang Mahaagung itu. Suara yang Anda dengarkan itu, adalah suara fitrah manusia.
"Kalau kita membuka lembaran-lembaran Al-Qur'an, hampir tidak ditemukan ayat yang membicarakan wujud Tuhan," kata Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Wawasan Al-Quran , Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat".
Baca juga: Quraish Shihab: Ibadah Bukan Hanya Ritual di Masjid
Syaikh Abdul Halim Mahmud dalam bukunya Al-Islam wa Al-'Aql juga menegaskan bahwa, "Jangankan Al-Quran, Kitab Taurat, dan Injil dalam bentuknya yang sekarang pun (Perjanjian Lama dan Baru) tidak menguraikan tentang wujud Tuhan." Ini disebabkan karena wujud-Nya sedemikian jelas, dan "terasa" sehingga tidak perlu dijelaskan.
Quraish Shihab mengatakan Al-Qur'an mengisyaratkan bahwa kehadiran Tuhan ada dalam diri setiap insan, dan bahwa hal tersebut merupakan fitrah (bawaan) manusia sejak asal kejadiannya. Demikian dipahami dari firman-Nya dalam surat Al-Rum (30): 30.
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tiada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
Dalam ayat lain dikemukakan, bahwa:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab: 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami menyaksikan'" ( QS Al-A'raf [7] : 172).
Baca juga: Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal? Begini Penjelasan Quraish Shihab
Quraish Shihab mencontohkah, apabila Anda duduk termenung seorang diri, pikiran mulai tenang, kesibukan hidup atau haru hati telah dapat teratasi, terdengarlah suara nurani, yang mengajak Anda untuk berdialog, mendekat bahkan menyatu dengan suatu totalitas wujud Yang Maha mutlak.
Suara itu mengantar Anda untuk menyadari betapa lemahnya manusia di hadapan-Nya. Dan betapa kuasa dan perkasa Dia Yang Mahaagung itu. Suara yang Anda dengarkan itu, adalah suara fitrah manusia.
Lihat Juga :