Hakikat Pujian adalah Ujian, Hati-hati Saat Menerimanya

Senin, 27 Juni 2022 - 09:53 WIB
loading...
Hakikat Pujian adalah...
Fitrah manusia pasti senang dipuji atau disanjung karena pujian ini membuat hati berbunga-bunga, namun Islam mengingatkan bahwa pujian pada hakikatnya adalah ujian, maka harus hati-hati saat menerimanya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Fitrah manusia pasti senang dipuji, namun Islam mengingatkan bahwa pujian pada hakikatnya adalah ujian. Kenapa demikian? Karena ujian itu bisa berupa ujian kebaikan maupun keburukan.

Pujian seseorang kepada orang lain biasanya disampaikan dengan kata-kata manis. Ada yang betul-betul ikhlas memberikannya karena seseorang itu layak dipuji, namun ada pula dicampuri dengan pamrih tertentu. Pamrih inilah, umumnya berkonotasi negatif, yang sesungguhnya yang amat berbahaya.

Baca juga: 6 Bahaya Saling Memuji Nomor 5 Timbulkan Penyakit Hati yang Berbahaya

Dikutip dari kitab Shahih Bukhari, dari Abu Bakrah, ia menceritakan bahwa ada seorang pria yang disebutkan di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang hadirin memuji orang tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,

ويحك قطعت عنق صاحبك، (يقوله مراراً)، إن كان أحدكم مادحاً لا محالة، فليقل: أحسِبَ كذا وكذا- إن كان يرى أنه كذلك – وحسيبه الله، ولا يزكي على الله أحداً


“Celaka engkau, engkau telah memotong leher temanmu (berulang kali beliau mengucapkan perkataan itu). Jika salah seorang di antara kalian terpaksa/harus memuji, maka ucapkanlah, ”’Saya kira si fulan demikian kondisinya.” -Jika dia menganggapnya demikian-. Adapun yang mengetahui kondisi sebenarnya adalah Allah dan janganlah mensucikan seorang di hadapan Allah.” (Shahih Bukhari)

Abu Musa berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seorang pria berlebih-lebihan dalam memuji seorang.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,

أهْلَكْتُم- أو قطعتم ظهرَ – الرجل


”Kalian telah membinasakan atau mematahkan punggung orang itu.”(Shahih Bukhari: 78-Kitab Al Adab)

Terhadap orang seperti itu, Imam Al-Ghazali mengutip pernyataan keras Rasulullah :

''Taburkanlah tanah ke wajah para pemuji.'' Cara lain, berdoa kepada Allah seperti dilakukan Sayidina Ali RA ketika dipuji seseorang, ''Ya Allah, ampunilah aku atas apa yang dia tidak ketahui dan jangan Engkau siksa aku atas apa yang mereka katakan, serta jadikanlah aku lebih baik dari yang mereka kira.''
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menyikapi Ujian Hidup...
Menyikapi Ujian Hidup dalam Pandangan Para Ulama
5 Ujian Hidup Manusia...
5 Ujian Hidup Manusia di Dunia, Kaum Muslim Wajib Tahu!
3 Bekal Menghadapi Fitnah...
3 Bekal Menghadapi Fitnah Akhir Zaman
Hati-hati, Bahaya Rasa...
Hati-hati, Bahaya Rasa Kagum yang Jarang Disadari
Kenali Bahaya Mendapat...
Kenali Bahaya Mendapat Pujian, Yuk Simak!
Penyakit Gila Popularitas...
Penyakit Gila Popularitas dan Suka Dipuji Serta Cara Mengobatinya
Rekomendasi
Eksperimen Menyeramkan...
Eksperimen Menyeramkan Ini Ungkap Gambaran Kiamat
Es Antartika Terus Mencair,...
Es Antartika Terus Mencair, Ilmuwan Ungkap Hal Menakutkan Ini
Penemuan Terbesar: Manasik...
Penemuan Terbesar: Manasik Haji
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
Hati-hati saat Mengonsumsi,...
Hati-hati saat Mengonsumsi, 5 Bahan Makanan Mengandung Sianida
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved