Mengapa Rasulullah SAW Meminta Umat untuk Berhati-hati saat Merespons Pujian?

Selasa, 20 September 2022 - 14:28 WIB
loading...
Mengapa Rasulullah SAW...
Memberikan pujian kepada orang lain tidak boleh berlebihan dan mengada-ada. Bagi yang dipuji pun, juga bisa berarti sebuah ujian untuknya. Foto ilustrasi/pixabay
A A A
Memuji atau pujian harus sewajarnya dan tidak boleh terdapat unsur yang dilarang. Memberikan pujian kepada orang lain tidak boleh berlebihan dan mengada-ada. Bagi yang dipuji pun, juga bisa berarti sebuah ujian untuknya. Karena dalam Islam, hakikat pujian adalah ujian juga, karena ujian bisa berupa ujian kebaikan dan ujian keburukan.

Allah Ta'ala berfirman :

ﻭَﻧَﺒْﻠُﻮﻛُﻢ ﺑِﺎﻟﺸَّﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻓِﺘْﻨَﺔً ﻭَﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ


“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)

Baca juga: Hakikat Pujian adalah Ujian, Hati-hati Saat Menerimanya

Pujian adalah ujian berupa kebaikan yang bisa jadi kita sangka, karena ketika kita dipuji, bisa jadi kita akan merasa sombong dan merasa takjub pada diri sendiri. Bisa jadi kita lupa bahwa ini semua adalah nikmat Allah kemudian kita merasa hebat dan sombong serta lupa bersyukur. Kagum terhadap diri sendiri merupakan suatu sifat yang bisa membinasakan.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

“ Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan, yakni tamak lagi kikir, mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri). (Hadis hasan dari Shahihul Jaami’).

Kita lebih butuh doa daripada pujian, karena bisa jadi pujian ini menipu diri kita. Dalam kitab Hilyatul Auliya, Sufyan bin Uyainah berkata bahwa para ulama mengatakan, pujian orang tidak akan menipu orang yang tahu diri (Tahu bahwa ia tidak sebaik itu dan banyak aib dan dosa juga).

Bahkan ada perintah dari nabi agar kita tidak memuji seseorang secara berlebihan di hadapannya.

Diriwayatkan daru Abu Bakrah radhiallahu 'anhu, ia berkata: Ada seseorang yang memuji temannya di sisi Nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian beliau bersabda :

“Celaka kamu, kamu telah memenggal leher temanmu, kamu telah memenggal leher temanmu -berulang-ulang-. Kalaupun salah seorang di antara kalian harus memuji temannya maka hendaknya dia mengatakan: Aku mengira dia seperti itu dan Allah lah yang menghisabnya, aku tidak memuji siapapun di hadapan Allah.” (HR. Muslim)

Di riwayat lainnya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sangat tegas, beliau memerintahkan agar memberi hukuman kepada orang yang terlalu sering dan berlebihan memuji orang lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Hati-hati, Bahaya Rasa...
Hati-hati, Bahaya Rasa Kagum yang Jarang Disadari
Kenali Bahaya Mendapat...
Kenali Bahaya Mendapat Pujian, Yuk Simak!
Penyakit Gila Popularitas...
Penyakit Gila Popularitas dan Suka Dipuji Serta Cara Mengobatinya
Kisah Ulama Terdahulu...
Kisah Ulama Terdahulu Menjauhi Keterkenalan dan Popularitas
Penyakit Akhir Zaman:...
Penyakit Akhir Zaman: Ingin Terpandang, Haus Pujian dan Gila Popularitas
Hakikat Pujian adalah...
Hakikat Pujian adalah Ujian, Hati-hati Saat Menerimanya
Rekomendasi
Penelitian Terbaru Sebut...
Penelitian Terbaru Sebut Arus Sirkulasi Samudra Atlantik Menurun, Ini Dampaknya
Jawaban Menakutkan Mengapa...
Jawaban Menakutkan Mengapa Sungai Colorado Tidak Lagi Mencapai Laut Terkuak
Arkeolog Yakin Suku...
Arkeolog Yakin Suku Indian Kuno Saksi Kedahsyatan Banjir Besar di Zaman Nabi Nuh
Artikel Terkini
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Islam Menganjurkan Pernikahan...
Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Adakah Hak atas Harta...
Adakah Hak atas Harta bagi Anak dan Istri Siri Bila Terjadi Perceraian?
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved