Kisah Berhala Berbicara Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad
Kamis, 30 Juni 2022 - 23:53 WIB
loading...
Kisah berhala yang dapat berbicara pada zaman Nabi membuat orang-orang masuk Islam dan beriman kepada Nabi Muhammad. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
Berhala atau patung-patung sering kali dijadikan sesembahan oleh manusia sebelum Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam diutus. Jauh sebelum itu berhala sudah ada pada zaman Nabi Nuh 'alaihissalam.
Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari, berhala pertama kali dijadikan sesembahan pada masa Nabi Nuh. Kaum Nabi Nuh membuat patung-patung dan memberinya nama orang-orang saleh kala itu.
Baca Juga: Kisah Samiri Membuat Patung Sapi yang Dapat Berbicara Lalu Dijadikan Tuhan
Berhala orang-orang Arab sebelum Rasulullah diutus umumnya terbuat dari batu, kayu, besi. Bahkan ada yang membuatnya dari emas dan perak. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa berhala-berhala di zaman Rasulullah SAW pernah berbicara. Berhala itu berkata: "Muhammad telah datang."
Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury dalam Kitab Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah menukil riwayat dari Ali bin Abu Tholib radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata: "Suatu ketika kita sedang bersama Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam pada masa awal kemunculan Islam. Tiba- tiba ada seorang laki-laki yang naik unta mendatangi kita. Pada dirinya dan untanya terdapat tanda-tanda kalau ia telah melakukan perjalanan dan juga nampak baginya tanda-tanda kesulitan melakukan perjalanan. Kemudian ia berdiri dan bertanya:
"Manakah di antara kalian yang bernama Muhammad?" Kemudian kami mengarahkan isyarat ke arah Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam. "Hai Muhammad! Manakah di antara dua pilihan antara kamu memperlihatkan apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadaku atau aku yang memperlihatkan apa yang diperintahkan oleh berhalaku
kepadamu?"
Rasulullah menjawab: "Baiklah! Aku saja yang memperlihatkan kepadamu ajaran yang diperintahkan oleh Tuhanku." Kemudian Rasulullah berkata: "Islam tersusun (dibangun) di atas lima pondasi."
Laki-laki itu berkata: "Hai Muhammad! Aku adalah Ghossan bin Malik Al-Amiri. Kami memiliki sebuah berhala dimana kami selalu menyembelih sembelihan di bulan Rajab di dekatnya dan beribadah kepadanya dengan sembelihan itu. Suatu ketika ada seorang laki-laki dari penduduk kami hendak menyembelih sembelihan. Ia bernama Ushom.
Ketika ia mengangkat tangannya untuk menyembelih maka terdengarlah suara yang berasal dari perut berhala itu: "Hai Ushom! Islam telah datang. Berhala-berhala adalah batil. Diri seseorang akan terjaga haknya. Sanak saudara disambung. Hakikat agama telah muncul. Semoga keselamatan tercurah padamu wahai Ushom!
Ushom pun senang dan keluar pergi memberitahuku. Lalu kami mendengar tentang beritamu wahai Rasulullah! Beberapa hari setelah itu, ada seorang laki-laki lagi yang bernama Thoriq hendak menyembelih sembelihan di dekat berhala itu.
Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari, berhala pertama kali dijadikan sesembahan pada masa Nabi Nuh. Kaum Nabi Nuh membuat patung-patung dan memberinya nama orang-orang saleh kala itu.
Baca Juga: Kisah Samiri Membuat Patung Sapi yang Dapat Berbicara Lalu Dijadikan Tuhan
Berhala orang-orang Arab sebelum Rasulullah diutus umumnya terbuat dari batu, kayu, besi. Bahkan ada yang membuatnya dari emas dan perak. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa berhala-berhala di zaman Rasulullah SAW pernah berbicara. Berhala itu berkata: "Muhammad telah datang."
Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Ushfury dalam Kitab Al-Mawa'izh Al-'Usfuriyah menukil riwayat dari Ali bin Abu Tholib radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata: "Suatu ketika kita sedang bersama Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam pada masa awal kemunculan Islam. Tiba- tiba ada seorang laki-laki yang naik unta mendatangi kita. Pada dirinya dan untanya terdapat tanda-tanda kalau ia telah melakukan perjalanan dan juga nampak baginya tanda-tanda kesulitan melakukan perjalanan. Kemudian ia berdiri dan bertanya:
"Manakah di antara kalian yang bernama Muhammad?" Kemudian kami mengarahkan isyarat ke arah Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam. "Hai Muhammad! Manakah di antara dua pilihan antara kamu memperlihatkan apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadaku atau aku yang memperlihatkan apa yang diperintahkan oleh berhalaku
kepadamu?"
Rasulullah menjawab: "Baiklah! Aku saja yang memperlihatkan kepadamu ajaran yang diperintahkan oleh Tuhanku." Kemudian Rasulullah berkata: "Islam tersusun (dibangun) di atas lima pondasi."
Laki-laki itu berkata: "Hai Muhammad! Aku adalah Ghossan bin Malik Al-Amiri. Kami memiliki sebuah berhala dimana kami selalu menyembelih sembelihan di bulan Rajab di dekatnya dan beribadah kepadanya dengan sembelihan itu. Suatu ketika ada seorang laki-laki dari penduduk kami hendak menyembelih sembelihan. Ia bernama Ushom.
Ketika ia mengangkat tangannya untuk menyembelih maka terdengarlah suara yang berasal dari perut berhala itu: "Hai Ushom! Islam telah datang. Berhala-berhala adalah batil. Diri seseorang akan terjaga haknya. Sanak saudara disambung. Hakikat agama telah muncul. Semoga keselamatan tercurah padamu wahai Ushom!
Ushom pun senang dan keluar pergi memberitahuku. Lalu kami mendengar tentang beritamu wahai Rasulullah! Beberapa hari setelah itu, ada seorang laki-laki lagi yang bernama Thoriq hendak menyembelih sembelihan di dekat berhala itu.
Lihat Juga :