Hadis Palsu Bisa Menggelincirkan Umat pada Kedustaan yang Disandarkan kepada Rasulullah SAW

Rabu, 06 Juli 2022 - 16:37 WIB
loading...
A A A
Begitu juga para guru dan dosen di kelas-kelas maupun di ruang kuliah. Tentu saja ini sangat berbahaya dan saya khawatir jangan-jangan mereka termasuk orang-orang yang mendapat ancaman seperti dimaksud sabda Rasulullah SAW:

"Barangsiapa dengan sengaja berdusta dalam hadis-hadisku dengan sengaja, hendaklah ia menempatkan dirinya dalam api neraka." (HR Ashabus Sunan clan Ashabus Shahah).

Baca juga: Kisah Penebar Hadis Palsu di Zaman Imam Ahmad bin Hanbal

Kalaupun mereka tidak secara langsung mendustakan hadis-hadis Rasulullah SAW, Al-Albani mengatakan, mereka dikategorikan sebagai pengikut atau pengekor dalam menyebarluaskan hadis-hadis yang belum jelas sahih dan dha'ifnya.

Di samping itu, mereka juga mengetahui bahwa dalam hadis-hadis Rasulullah SAW ada yang dha'if dan ada pula yang maudhu'. Dalam hal ini Rasullulah SAW telah mengisyaratkan dalam sabdanya:

"Cukuplah sebagai pendusta bagi seseorang akibat berdusta karena menceritakan semua yang didengarnya." (HR Muslim).

Kemudian diriwayatkan dari Imam Malik, beliau bersabda:

"Ketahuilah bahwa seseorang itu tidak akan terlepas atau selamat dari pembicaraan semua yang didengarnya. Dan tidak layak ia menjadi seorang imam atau pemimpin sedang ia senang menceritakan semua yang didengarnya."

Imam Ibnu Hibban dalam sahihnya mengatakan, wajib masuk neraka bagi siapa saja yang menisbatkan sesuatu kepada Rasulullah SAW padahal ia tidak mengetahui sejauh mana kebenarannya. Kemudian menyebutkan hadis "man qaala 'alayya ... dan seterusnya" seperti yang diriwayatkan oleh Ashhabus Sunan.

Lebih lanjut Ibnu Hibban berkata, "Telah nyata dari apa yang kami riwayatkan tadi bahwa itu adalah sahih," seraya mengutarakan hadis dengan sanad dari Samurah bin Jindub:

"Barangsiapa mengutarakan hadis dariku dan diketahui bahwa dusta, ia termasuk pendusta." (Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Samurah dan Mughirah bin Syu'bah).

Al-Albani menegaskan tidak boleh meriwayatkan atau mengutarakan hadis tanpa mengetahui sejauh mana kesahihannya. "Karena itu, siapa saja yang melakukannya, ia termasuk orang yang berdusta dengan mengatasnamakan Rasulullah SAW dan termasuk orang-orang yang diancam oleh beliau dengan diberikannya tempat di dalam neraka, seperti yang tercantum dalam hadis mutawatir tadi," katanya.

Baca juga: 3 Hadis Palsu tentang Haji dan Ziarah ke Makam Rasulullah SAW
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
10 Contoh Hadis Dhaif...
10 Contoh Hadis Dhaif yang Banyak Beredar di Masyarakat
Asal-usul, Sejarah dan...
Asal-usul, Sejarah dan Pencetus Nisfu Syaban
Bolehkah Menggunakan...
Bolehkah Menggunakan Hadis Dhaif, Maudhu dan Mengamalkannya?
Hadis Dhaif tentang...
Hadis Dhaif tentang Pembatalan Haji untuk Umrah
4 Hadis Palsu yang Banyak...
4 Hadis Palsu yang Banyak Beredar Seputar Ramadan
Syaikh Al-Utsaimin:...
Syaikh Al-Utsaimin: Puasa Khusus pada Pertengahan Syaban Bukan Amalan Sunah
Rekomendasi
Benua Mikro Baru Ditemukan...
Benua Mikro Baru Ditemukan Antara Greenland dan Kanada
Patahan Bumi Raksasa...
Patahan Bumi Raksasa Tersembunyi Ditemukan di Titik Rawan Gempa
Hebohkan Thailand, Tiang...
Hebohkan Thailand, Tiang Misterius Mendadak Muncul di Langit
Artikel Terkini
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Infografis
Sebelum Islam Datang,...
Sebelum Islam Datang, Puasa Sudah Diwajibkan pada Umat Terdahulu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved