Thufail bin Amr Ad-Dausi: Penyair yang Paling Dikhawatirkan Masuk Islam oleh Kaum Kafir
Kamis, 14 Juli 2022 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
"Wahai Muhammad, kaummu telah mengatakan ini dan itu tentang dirimu kepadaku. Demi Allah, mereka selalu menakut-nakuti diriku terhadap urusanmu, hingga aku menutupi telingaku dengan kapas agar tidak mendengar perkataanmu. Tetapi, Allah menghendaki agar aku mendengarnya, dan terdengarlah olehku ucapan yang baik. Karena itu, jelaskanlah kepadaku apa yang menjadi urusanmu itu."
Rasulullah SAW pun menawarkan Islam kepadaku dan membacakan Al-Quran. Demi Allah, aku tidak pernah mendengar satu ucapan pun yang lebih baik atau suatu urusan yang lebih benar daripada itu. Akhirnya aku masuk Islam dengan mengucapkan syahadat yang benar.
Aku lalu berkata, "Wahai Rasulullah, aku ini seorang yang ditaati oleh kaumku dan sekarang aku akan kembali kepada mereka, serta akan menyeru mereka kepada Islam. Untuk itu berdoalah kepada Allah agar aku diberi-Nya suatu tanda yang akan menjadi bukti bagiku tentang urusan yang kudakwahkan kepada mereka."
Rasulullah SAW berdoa, "Ya Allah, karuniakanlah suatu tanda baginya..."
Baca juga: Siasat Licik Amr bin Al-Ash Membuat Terjadinya Pembelotan Pasukan Ali bin Abu Thalib
Allah Ta'ala di dalam Kitab-Nya telah memuji: "(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya." (QS Az-Zumar: 18).
Sekarang kita bertemu dengan salah seorang yang dipuji itu dan ia merupakan suatu gambaran yang tepat mengenai fitrah yang cerdas.
Saat mendengar beberapa ayat mengenai petunjuk dan kebaikan yang diturunkan Allah ke dalam hati Rasul-Nya, seluruh pendengaran dan hatinya terbuka dan akhirnya mengulurkan tangannya untuk berbaiat untuk masuk Islam. Tidak sebatas ini saja, ia langsung bersedia membebani diri dengan tanggung jawab menyeru kaum dan keluarganya kepada agama yang benar dan jalan yang lurus ini.
Karena itulah, kita menyaksikan saat tiba di rumah dan kampung halamannya, ia langsung menjumpai ayahnya dan menjelaskan kepadanya tentang akidah dan hajat dalam hatinya.
Ia langsung mengajak ayahnya masuk Islam setelah menceritakan perihal Rasul yang menyeru kepada agama Allah, dan tentang kebesaran, kesucian, amanah, ketulusan, serta ketaatan beliau kepada Allah Rabb semesta alam.
Ayahnya masuk Islam seketika itu juga. Selanjutnya, Thufail beralih kepada ibunya, maka ibunya pun menerima Islam. Setelah itu, ia berdakwah kepada istrinya yang juga menerima Islam. Ketika hatinya menjadi tenteram karena Islam telah meliputi rumahnya, iapun berpindah kepada kerabat dekat, bahkan kepada seluruh penduduk Daus. Namun, tidak ada seorang pun di antara mereka yang memenuhi seruannya dan memeluk Islam selain Abu Hurairah.
Baca juga: Teperdaya Amr bin Al-Ash, Abu Musa Berhentikan Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah
Rasulullah SAW pun menawarkan Islam kepadaku dan membacakan Al-Quran. Demi Allah, aku tidak pernah mendengar satu ucapan pun yang lebih baik atau suatu urusan yang lebih benar daripada itu. Akhirnya aku masuk Islam dengan mengucapkan syahadat yang benar.
Aku lalu berkata, "Wahai Rasulullah, aku ini seorang yang ditaati oleh kaumku dan sekarang aku akan kembali kepada mereka, serta akan menyeru mereka kepada Islam. Untuk itu berdoalah kepada Allah agar aku diberi-Nya suatu tanda yang akan menjadi bukti bagiku tentang urusan yang kudakwahkan kepada mereka."
Rasulullah SAW berdoa, "Ya Allah, karuniakanlah suatu tanda baginya..."
Baca juga: Siasat Licik Amr bin Al-Ash Membuat Terjadinya Pembelotan Pasukan Ali bin Abu Thalib
Allah Ta'ala di dalam Kitab-Nya telah memuji: "(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya." (QS Az-Zumar: 18).
Sekarang kita bertemu dengan salah seorang yang dipuji itu dan ia merupakan suatu gambaran yang tepat mengenai fitrah yang cerdas.
Saat mendengar beberapa ayat mengenai petunjuk dan kebaikan yang diturunkan Allah ke dalam hati Rasul-Nya, seluruh pendengaran dan hatinya terbuka dan akhirnya mengulurkan tangannya untuk berbaiat untuk masuk Islam. Tidak sebatas ini saja, ia langsung bersedia membebani diri dengan tanggung jawab menyeru kaum dan keluarganya kepada agama yang benar dan jalan yang lurus ini.
Karena itulah, kita menyaksikan saat tiba di rumah dan kampung halamannya, ia langsung menjumpai ayahnya dan menjelaskan kepadanya tentang akidah dan hajat dalam hatinya.
Ia langsung mengajak ayahnya masuk Islam setelah menceritakan perihal Rasul yang menyeru kepada agama Allah, dan tentang kebesaran, kesucian, amanah, ketulusan, serta ketaatan beliau kepada Allah Rabb semesta alam.
Ayahnya masuk Islam seketika itu juga. Selanjutnya, Thufail beralih kepada ibunya, maka ibunya pun menerima Islam. Setelah itu, ia berdakwah kepada istrinya yang juga menerima Islam. Ketika hatinya menjadi tenteram karena Islam telah meliputi rumahnya, iapun berpindah kepada kerabat dekat, bahkan kepada seluruh penduduk Daus. Namun, tidak ada seorang pun di antara mereka yang memenuhi seruannya dan memeluk Islam selain Abu Hurairah.
Baca juga: Teperdaya Amr bin Al-Ash, Abu Musa Berhentikan Ali bin Abu Thalib sebagai Khalifah
Lihat Juga :