Haji Mabrur: Membaca Ulang Sai dan Mencukur Rambut Kita
Sabtu, 16 Juli 2022 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
"Demikian pula dengan sa’i yang merupakan simbol perjuangan yaitu sikap optimis dan dinamis dalam hidup. Kemudian berakhir di Marwa yang berarti idealnya manusia harus bersikap menghargai, bermurah hati dan saling memaafkan," Quraish Shihab menambahkan.
Mencukur Aib
Kemudian dilanjutkan dengan mencukur rambut. Waktu mencukur rambut, cukurlah aib-aibmu lahir batin. Ritual ini disebut tahallul.
Allah SWT berfirman:
لَـقَدۡ صَدَقَ اللّٰهُ رَسُوۡلَهُ الرُّءۡيَا بِالۡحَـقِّ ۚ لَـتَدۡخُلُنَّ الۡمَسۡجِدَ الۡحَـرَامَ اِنۡ شَآءَ اللّٰهُ اٰمِنِيۡنَۙ مُحَلِّقِيۡنَ رُءُوۡسَكُمۡ وَمُقَصِّرِيۡنَۙ لَا تَخَافُوۡنَؕ فَعَلِمَ مَا لَمۡ تَعۡلَمُوۡا فَجَعَلَ مِنۡ دُوۡنِ ذٰلِكَ فَتۡحًا قَرِيۡبًا
Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat. ( QS Al-Fath [48] : 27).
Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Mari Kita Teliti Kembali Niat dan Pakaian Ihram
Setelah selesai ritual inilah, manusia dituntut untuk menutup (mencukur) aib-aibnya (masa lalunya) dengan membuka lembaran kehidupan baru yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Allah.
Kalau belum melakukan prosesi seperti itu, jangan-jangan benar apa yang dikatakan oleh penyair Persia Nasher Khosrow, sebagaimana dikutip Quraish Shihab dalam bukunya " Membumikan Al-Quran ":
“Sesungguhnya engkau belum menunaikan ibadah haji, engkau belum taat kepada Allah.”
Upaya Jiwa
Pada hakikatnya ibadah haji merupakan suatu tindak mujahadah (upaya jiwa yang sungguh-sungguh) untuk memperoleh kesadaran musyahadah (penyaksian). Yakni proses kegigihan seorang hamba mengunjungi Baitullah sebagai sarana dan upaya bertemu (liqa’) dengan Tuhan.
Mujahadah sebagai sarana penghubung seorang hamba untuk bertemu dengan Tuhan. Berpakaian ihram, thawaf, sa’i, dan melempar jumrah adalah sebagai sarana yang mengantarkan seorang hamba menuju Tuhannya.
Mencukur Aib
Kemudian dilanjutkan dengan mencukur rambut. Waktu mencukur rambut, cukurlah aib-aibmu lahir batin. Ritual ini disebut tahallul.
Allah SWT berfirman:
لَـقَدۡ صَدَقَ اللّٰهُ رَسُوۡلَهُ الرُّءۡيَا بِالۡحَـقِّ ۚ لَـتَدۡخُلُنَّ الۡمَسۡجِدَ الۡحَـرَامَ اِنۡ شَآءَ اللّٰهُ اٰمِنِيۡنَۙ مُحَلِّقِيۡنَ رُءُوۡسَكُمۡ وَمُقَصِّرِيۡنَۙ لَا تَخَافُوۡنَؕ فَعَلِمَ مَا لَمۡ تَعۡلَمُوۡا فَجَعَلَ مِنۡ دُوۡنِ ذٰلِكَ فَتۡحًا قَرِيۡبًا
Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat. ( QS Al-Fath [48] : 27).
Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Mari Kita Teliti Kembali Niat dan Pakaian Ihram
Setelah selesai ritual inilah, manusia dituntut untuk menutup (mencukur) aib-aibnya (masa lalunya) dengan membuka lembaran kehidupan baru yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Allah.
Kalau belum melakukan prosesi seperti itu, jangan-jangan benar apa yang dikatakan oleh penyair Persia Nasher Khosrow, sebagaimana dikutip Quraish Shihab dalam bukunya " Membumikan Al-Quran ":
“Sesungguhnya engkau belum menunaikan ibadah haji, engkau belum taat kepada Allah.”
Upaya Jiwa
Pada hakikatnya ibadah haji merupakan suatu tindak mujahadah (upaya jiwa yang sungguh-sungguh) untuk memperoleh kesadaran musyahadah (penyaksian). Yakni proses kegigihan seorang hamba mengunjungi Baitullah sebagai sarana dan upaya bertemu (liqa’) dengan Tuhan.
Mujahadah sebagai sarana penghubung seorang hamba untuk bertemu dengan Tuhan. Berpakaian ihram, thawaf, sa’i, dan melempar jumrah adalah sebagai sarana yang mengantarkan seorang hamba menuju Tuhannya.
Lihat Juga :