Perpulangan Jamaah Haji: Lakukan Hal Ini Agar Mendapat Predikat Mabrur
Kamis, 21 Juli 2022 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan lain, Rasulullah juga menyampaikan bahwa seorang muslim yang mendapat predikat mabrur akan memperoleh balasan surga. Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah SAW pernah bersabda,
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
Artinya, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga. ” (HR An-Nasai dan At-Tirmidzi)
Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Melihat Kembali Jejak Kita di Arafah
Ciri-ciri dan Cara Mengupayakannya
Setelah mengetahui betapa besarnya pahala bagi orang yang mendapat predikat haji mabrur, lalu adakah ciri-ciri yang bisa diketahui dan bagaimana pula cara mengupayakannya?
Dalam beberapa penjelasannya, para ulama telah memaparkan ciri-ciri orang yang mendapat predikat haji mabrur. Hal itu akan terlihat setelah jamaah pulang ke Tanah Air.
Imam An-Nawawi dalam Al-Idhah fi Manasikil Hajii wal ‘Umrah (kitab yang membahas tentang haji dan umrah) menjelaskan, ciri-ciri seorang muslim telah memperoleh haji yang mabrur adalah mengalami peningkatan kualitas ibadah sepulang dari Tanah Suci. Artinya, setelah haji ada peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas ibadah dibanding sebelumnya.
Katakanlah jika sebelum haji sholat lima waktunya masih sering sendirian atau tidak berjamaah, tapi sepulangnya dari Tanah Suci mengalami peningkatan dengan rajin ikut shalat berjamaah di masjid atau dengan keluarga di rumah. Jika sebelum haji hanya bersedekah satu bulan sekali, misalnya, maka setelah menunaikan ibadah tersebut intensitasnya menjadi dua kali dalam satu bulan.
Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Mari Kita Teliti Kembali Niat dan Pakaian Ihram
Imam Jalauddin as-Suyuti dalam Syarah Sunan an-Nasai menambahkan, selain mengalami peningkatan ibadah, tanda seorang muslim memperoleh haji mabrur adalah mampu menyudahi perbuatan-perbuatan maksiat yang dulu pernah dilakukannya sebelum menunaikan haji.
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
Artinya, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga. ” (HR An-Nasai dan At-Tirmidzi)
Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Melihat Kembali Jejak Kita di Arafah
Ciri-ciri dan Cara Mengupayakannya
Setelah mengetahui betapa besarnya pahala bagi orang yang mendapat predikat haji mabrur, lalu adakah ciri-ciri yang bisa diketahui dan bagaimana pula cara mengupayakannya?
Dalam beberapa penjelasannya, para ulama telah memaparkan ciri-ciri orang yang mendapat predikat haji mabrur. Hal itu akan terlihat setelah jamaah pulang ke Tanah Air.
Imam An-Nawawi dalam Al-Idhah fi Manasikil Hajii wal ‘Umrah (kitab yang membahas tentang haji dan umrah) menjelaskan, ciri-ciri seorang muslim telah memperoleh haji yang mabrur adalah mengalami peningkatan kualitas ibadah sepulang dari Tanah Suci. Artinya, setelah haji ada peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas ibadah dibanding sebelumnya.
Katakanlah jika sebelum haji sholat lima waktunya masih sering sendirian atau tidak berjamaah, tapi sepulangnya dari Tanah Suci mengalami peningkatan dengan rajin ikut shalat berjamaah di masjid atau dengan keluarga di rumah. Jika sebelum haji hanya bersedekah satu bulan sekali, misalnya, maka setelah menunaikan ibadah tersebut intensitasnya menjadi dua kali dalam satu bulan.
Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Mari Kita Teliti Kembali Niat dan Pakaian Ihram
Imam Jalauddin as-Suyuti dalam Syarah Sunan an-Nasai menambahkan, selain mengalami peningkatan ibadah, tanda seorang muslim memperoleh haji mabrur adalah mampu menyudahi perbuatan-perbuatan maksiat yang dulu pernah dilakukannya sebelum menunaikan haji.
Lihat Juga :