Perpulangan Jamaah Haji: Lakukan Hal Ini Agar Mendapat Predikat Mabrur

Kamis, 21 Juli 2022 - 14:57 WIB
loading...
Perpulangan Jamaah Haji:...
Tiap orang yang pulang haji sangat berharap hajinya mabrur. Foto/Ilustrasi: Dok. SINDOnews
A A A
Oleh Muhamad Abror
Santri Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta

Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang sudah mampu. Artinya, jika mereka tidak melaksanakan rukun Islam yang kelima ini padahal dirinya sudah mampu secara syara’, maka akan mendapat dosa besar sebab telah mengabaikan salah satu ibadah pokok.

Setelah bisa menunaikan haji, tentu yang diharapkan setiap muslim adalah memperoleh predikat mabrur. Sudah pasti, sebagai ibadah yang cukup berat karena harus mengeluarkan biaya cukup mahal dan waktu penantian yang sangat lama, tidak ingin jika ternyata ibadah tersebut belum diterima Allah SWT atau tidak mabrur.

Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Teliti Kembali Tawaf yang Telah Dilakukan

Dalam beberapa kesempatan Rasulullah SAW telah menjelaskan keutamaan-keutamaan bagi jamaah yang mendapat predikat haji mabrur. Di antaranya adalah pahala haji mabrur sangat besar bahkan setara dengan jihad di jalan Allah. Dalam satu hadis Nabi disebutkan,

قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَيُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ : جِهَادٌ فِي سَبِيلِ اللهِ قِيلَ ثُمَّ مَاذَا؟ قَالَ: حَجٌّ مَبْرُورٌ.متفق عليه

Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW ditanya, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Beliau menjawab, Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Ditanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab, ‘Berjihad di jalan Allah.’ Ditanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab, ‘Haji mabrur.’” (HR Bukhari dan Muslim)

Lebih jauh, Nabi bahkan pernah menegaskan bahwa pahala haji mabrur lebih besar daripada melaksanakan jihad. Siti ‘Aisyah RA pernah bertanya kepada beliau,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ: لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ

Artinya, “Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling utama. Apakah berarti kami harus berjihad?” “ Tidak, jihad yang paling utama adalah haji mabrur,” jawab Nabi SAW.” (HR Bukhari)

Dalam kesempatan lain, Rasulullah juga menyampaikan bahwa seorang muslim yang mendapat predikat mabrur akan memperoleh balasan surga. Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah SAW pernah bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Artinya, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga. ” (HR An-Nasai dan At-Tirmidzi)

Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Melihat Kembali Jejak Kita di Arafah

Ciri-ciri dan Cara Mengupayakannya
Setelah mengetahui betapa besarnya pahala bagi orang yang mendapat predikat haji mabrur, lalu adakah ciri-ciri yang bisa diketahui dan bagaimana pula cara mengupayakannya?

Dalam beberapa penjelasannya, para ulama telah memaparkan ciri-ciri orang yang mendapat predikat haji mabrur. Hal itu akan terlihat setelah jamaah pulang ke Tanah Air.

Imam An-Nawawi dalam Al-Idhah fi Manasikil Hajii wal ‘Umrah (kitab yang membahas tentang haji dan umrah) menjelaskan, ciri-ciri seorang muslim telah memperoleh haji yang mabrur adalah mengalami peningkatan kualitas ibadah sepulang dari Tanah Suci. Artinya, setelah haji ada peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas ibadah dibanding sebelumnya.

Katakanlah jika sebelum haji sholat lima waktunya masih sering sendirian atau tidak berjamaah, tapi sepulangnya dari Tanah Suci mengalami peningkatan dengan rajin ikut shalat berjamaah di masjid atau dengan keluarga di rumah. Jika sebelum haji hanya bersedekah satu bulan sekali, misalnya, maka setelah menunaikan ibadah tersebut intensitasnya menjadi dua kali dalam satu bulan.

Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Mari Kita Teliti Kembali Niat dan Pakaian Ihram

Imam Jalauddin as-Suyuti dalam Syarah Sunan an-Nasai menambahkan, selain mengalami peningkatan ibadah, tanda seorang muslim memperoleh haji mabrur adalah mampu menyudahi perbuatan-perbuatan maksiat yang dulu pernah dilakukannya sebelum menunaikan haji.

Selain itu, dengan mengutip pendapat Imam al-Qurtubi, as-Suyuti juga menambahkan agar seseorang bisa memperoleh haji mabrur adalah ia harus melaksanakan proses ibadah haji dengan sebaik mungkin, baik syarat, rukun, dan sunnah-sunnahnya.

Tentu, menjaga konsistensi ibadah apalagi selalu berusaha meningkatkannya tidaklah mudah. Untuk bisa mewujudkan hal itu seorang muslim membutuhkan tekad yang kuat dan selalu menjaga semangat ibadah. Selain itu, ia juga dianjurkan untuk membaca doa berikut agar selalu diberi kemampuan untuk menjaga konsistensi ibadah dan menigkatkannya,

اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ والحمد لله رب العالمين

Allahumma waffiqna li tha‘atika, wa atmim taqshirana, wa taqabbal minna, innaka antas sami‘ul ‘alim. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Artinya, “Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau Maha Mendengar lagi Mengetahui. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”

Baca juga: Sudah Mabrurkah Haji Anda? Melihat Kembali Jejak Kita di Muzdalifah Sampai saat Melempar Jumrah

Cara mengamalkan doa ini adalah dengan selalu membaca setiap setelah melaksanakan shalat lima waktu.

Semoga bagi pembaca yang telah berhasil menunaikan ibadah haji tahun ini mampu meningkatkan kualitas ibadah dan menyudahi dosa-dosa yang sering diperbuatnya pada masa lalu sehingga memperoleh predikat haji mabrur. Amin. Wallahu a’lam bishawab.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Jemaah Gelombang Kedua...
Jemaah Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Dahnil Minta KKHI Siaga Penuh
29.344 Jemaah Haji Indonesia...
29.344 Jemaah Haji Indonesia dari 75 Kloter Telah Kembali ke Tanah Air
Rekomendasi
Fosil 565 Juta Tahun...
Fosil 565 Juta Tahun Ini Ungkap Sejarah Evolusi Bumi
Ibn al-Haitham: Ilmuwan...
Ibn al-Haitham: Ilmuwan Gila Penemu Kamera, Jungkir Balikkan Teori Pemikir Yunani
Mengapa Laut Mediterania...
Mengapa Laut Mediterania dan Samudra Atlantik Tidak Menyatu? Ini Penjelasan Lengkapnya
Artikel Terkini
5 Perintah Al-Quran...
5 Perintah Al-Qur'an terhadap Anak Yatim, Muslim Wajib Tahu dan Mengamalkannya
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Mengapa Anak Yatim Begitu...
Mengapa Anak Yatim Begitu Istimewa di Mata Allah? Ini Penjelasannya
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
Infografis
Ronaldo Berpeluang Rebut...
Ronaldo Berpeluang Rebut Ballon dOr 2021 Jika Lakukan 5 Hal Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved