Kisah Sayyidah Aisyah Terkena Sihir, Diobati Lewat Mimpi Mandi di 3 Sumur
Rabu, 27 Juli 2022 - 16:16 WIB
loading...
Di zaman Rasulullah SAW orang biasa menggunakan sihir untuk melumpuhkan musuh-musuhnya. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Malik menyebutkan dari Abur-Rijal, dari Umarah, dari Aisyah , bahwa seorang budak perempuan miliknya telah menyihirnya. Ketika Sanadi memasuki tempat Aisyah, dan melihat Aisyah dalam keadaan sakit, dia berkata, “Engkau kena sihir?”
Aisyah menjawab, “Seorang budak perempuan di dalam kamarnya ada bayi yang mengencinginya.”
Maka budak perempuan itu dipanggil. Tapi dia menjawab, “Biar kubersihkan dulu air kencingnya.”
Setelah budak perempuan mendekat, Aisyah bertanya, “Apakah kamu menyihirku?"
“Ya," jawabnya.
“Mengapa kamu menyihirku?" tanya Aisyah.
“Aku ingin agar pembebasan diriku dipercepat,” jawab budak perempuan.
Lalu Aisyah memerintahkan saudaranya untuk menjual budak itu kepada seorang Arab badui yang biasa berbuat semena-mena kepada harta miliknya.
Sewaktu tidur Aisyah bermimpi agar dia mandi dari air tiga sumur yang berjauhan. Maka dia mengambil air dari sumur yang berjauhan dan mandi dengan air itu hingga sembuh.
Kisah tersebut dinukil Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam bukunya berjudul "Ar-Ruh li Ibnul Qayyim" yang telah diterjemahkan oleh Kathur Suhardi menjadi "Roh".
Aisyah menjawab, “Seorang budak perempuan di dalam kamarnya ada bayi yang mengencinginya.”
Maka budak perempuan itu dipanggil. Tapi dia menjawab, “Biar kubersihkan dulu air kencingnya.”
Setelah budak perempuan mendekat, Aisyah bertanya, “Apakah kamu menyihirku?"
“Ya," jawabnya.
“Mengapa kamu menyihirku?" tanya Aisyah.
“Aku ingin agar pembebasan diriku dipercepat,” jawab budak perempuan.
Lalu Aisyah memerintahkan saudaranya untuk menjual budak itu kepada seorang Arab badui yang biasa berbuat semena-mena kepada harta miliknya.
Sewaktu tidur Aisyah bermimpi agar dia mandi dari air tiga sumur yang berjauhan. Maka dia mengambil air dari sumur yang berjauhan dan mandi dengan air itu hingga sembuh.
Kisah tersebut dinukil Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam bukunya berjudul "Ar-Ruh li Ibnul Qayyim" yang telah diterjemahkan oleh Kathur Suhardi menjadi "Roh".
Lihat Juga :