Peristiwa Muharram: Nabi Ibrahim Dibakar setelah Merusak 73 Tuhan Namrudz
Sabtu, 30 Juli 2022 - 14:49 WIB
loading...
Pada 10 Muharram adalah hari eksekusi hukum bakar bagi Nabi Ibrahim as oleh Namrudz. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Pada bulan Muharram , tepatnya 10 Muharram, diyakini sebagai hari pembakaran Nabi Ibrahim as oleh Raja Namrudz . Ada juga yang mengatakan pada hari itu Allah mengangkat Nabi Ibrahim sebagai khalilullah atau kekasih Allah taala.
Sejarawan Mesir, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan pada saat memutuskan akan menghukum bakar Nabi Ibrahim as, Namrudz dan para pembantunya memperlihatkan kesombongannya.
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Mengajarkan Agama Tauhid
Mereka berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak” ( QS 21 : 68).
Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di atau As-Si'di (1889 –1957) mengatakan bahwa, setelah Namrudz dan para pembantunya sepakat untuk membakar Ibrahim, dia memerintahkan untuk mengumpulkan kayu-kayu bakar dari gunung dengan diangkut oleh bagal.
Oleh karena itu, bagal diputuskan keturunannya oleh Allah. Mereka terus-menerus mengumpulkan kayu bakar hingga tiga bulan lamanya. Setelah kayu bakar itu terkumpul dan ditumpuk, mereka menyulutkan api ke tumpukan kayu bakar itu. Asapnya mengepul ke atas yang hampir saja membinasakan penduduk kota itu karena saking panasnya api dan kepulan asap.
Dalam situasi tersebut, sebagian orang ada yang bersembunyi ke liang-liang karena panasnya api. Api tersebut dinyalakan di sebuah kampung yang bernama Ghauthah. Panasnya api itu sampai ke Damaskus, Syam.
Mereka bingung bagaimana cara melemparkan Ibrahim ke api tersebut karena saking panasnya. Tidak ada seorangpun yang maju untuk melemparkan Ibrahim ke sana. Sehingga Iblis terlaknat datang dalam bentuk seorang laki-laki. Dia berkata kepada mereka, “Aku akan membuat manjanik (semacam alat pelempar) untuk dipakai kalian melempar Ibrahim.”
Iblis sebelumnya telah melihat manjanik-manjanik neraka yang dipersiapkan untuk melemparkan orang-orang kafir ke dalam lembah-lembah di neraka. Setelah Iblis selesai membuat manjanik, Namrudz merasa senang. Lalu mereka meletakkan Ibrahim di dalam sebuah tabut (peti) dan peti itu diletakkan di dalam manjanik. Mereka bermaksud melemparkannya ke dalam kobaran api.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Khalilullah
Pada saat itu, malaikat yang ada di langit dan di bumi gaduh. Mereka berkata, “Wahai Tuhan kami dan Junjungan kami, hamba-Mu, Ibrahim, tidak menyembah kepada selain-Mu, mengapa dia dilemparkan ke dalam api?”
Sejarawan Mesir, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan pada saat memutuskan akan menghukum bakar Nabi Ibrahim as, Namrudz dan para pembantunya memperlihatkan kesombongannya.
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Mengajarkan Agama Tauhid
Mereka berkata, “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak” ( QS 21 : 68).
Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di atau As-Si'di (1889 –1957) mengatakan bahwa, setelah Namrudz dan para pembantunya sepakat untuk membakar Ibrahim, dia memerintahkan untuk mengumpulkan kayu-kayu bakar dari gunung dengan diangkut oleh bagal.
Oleh karena itu, bagal diputuskan keturunannya oleh Allah. Mereka terus-menerus mengumpulkan kayu bakar hingga tiga bulan lamanya. Setelah kayu bakar itu terkumpul dan ditumpuk, mereka menyulutkan api ke tumpukan kayu bakar itu. Asapnya mengepul ke atas yang hampir saja membinasakan penduduk kota itu karena saking panasnya api dan kepulan asap.
Dalam situasi tersebut, sebagian orang ada yang bersembunyi ke liang-liang karena panasnya api. Api tersebut dinyalakan di sebuah kampung yang bernama Ghauthah. Panasnya api itu sampai ke Damaskus, Syam.
Mereka bingung bagaimana cara melemparkan Ibrahim ke api tersebut karena saking panasnya. Tidak ada seorangpun yang maju untuk melemparkan Ibrahim ke sana. Sehingga Iblis terlaknat datang dalam bentuk seorang laki-laki. Dia berkata kepada mereka, “Aku akan membuat manjanik (semacam alat pelempar) untuk dipakai kalian melempar Ibrahim.”
Iblis sebelumnya telah melihat manjanik-manjanik neraka yang dipersiapkan untuk melemparkan orang-orang kafir ke dalam lembah-lembah di neraka. Setelah Iblis selesai membuat manjanik, Namrudz merasa senang. Lalu mereka meletakkan Ibrahim di dalam sebuah tabut (peti) dan peti itu diletakkan di dalam manjanik. Mereka bermaksud melemparkannya ke dalam kobaran api.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Nabi Ibrahim Dijuluki Khalilullah
Pada saat itu, malaikat yang ada di langit dan di bumi gaduh. Mereka berkata, “Wahai Tuhan kami dan Junjungan kami, hamba-Mu, Ibrahim, tidak menyembah kepada selain-Mu, mengapa dia dilemparkan ke dalam api?”
Lihat Juga :