Peristiwa Muharram: Nabi Ibrahim Dibakar setelah Merusak 73 Tuhan Namrudz
Sabtu, 30 Juli 2022 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Setelah Ibrahim ditinggalkan oleh mereka, dia mengambil kapak; lalu dia gunakan kapak itu untuk menghancurkan semua berhala kecuali yang paling besar.
Baca juga: Setan Selalu Gagal Mengadu-domba Keluarga Nabi Ibrahim
Selanjutnya kapak tersebut digantungkan ke pundak berhala yang paling besar itu; lalu Ibrahim pergi. Ketika orang-orang kembali ke tempat berhala, mereka menemukan berhala-berhala itu telah hancur berantakan dan ada kapak yang tergantung di pundak berhala terbesar.
Mereka berkata, “Siapakah yang melakukan perbuatan-perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim.” Mereka berkata, “kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” Maka mereka (Namrudz) berkata, “(Kalau demikian) bawalah dia (Ibrahim) dengan cara yang dapat dilihat orang banyak agar mereka menyaksikan” (QS 21 : 59-61).
Setelah Ibrahim datang, Namrudz berkata kepadanya, “Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” Ibrahim menjawab, “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya. Maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara.” Maka mereka telah kembali kepada kesadaran, Ibrahim lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya diri sendiri.”
Kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata), “Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.”
Ibrahim berkata, “Maka mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?” (Ibrahim berkata), “Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?” (QS 21 : 62-67).
As-Sadi mengatakan, pada hari ketika Ibrahim dibakar dan tetap sehat wal afiat, maka banyak sekali orang yang beriman karena mereka melihat mukjizat yang diberikan kepada Ibrahim tersebut. Ketika Namrudz melihat itu, dia berkata kepada Ibrahim AS, “Pergilah engkau dari tanah kami agar engkau tidak merusak agama kami.”
Baca juga: Beda Ajaran Tauhid Nabi Ibrahim dan Nabi Sebelumnya
Baca juga: Setan Selalu Gagal Mengadu-domba Keluarga Nabi Ibrahim
Selanjutnya kapak tersebut digantungkan ke pundak berhala yang paling besar itu; lalu Ibrahim pergi. Ketika orang-orang kembali ke tempat berhala, mereka menemukan berhala-berhala itu telah hancur berantakan dan ada kapak yang tergantung di pundak berhala terbesar.
Mereka berkata, “Siapakah yang melakukan perbuatan-perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim.” Mereka berkata, “kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” Maka mereka (Namrudz) berkata, “(Kalau demikian) bawalah dia (Ibrahim) dengan cara yang dapat dilihat orang banyak agar mereka menyaksikan” (QS 21 : 59-61).
Setelah Ibrahim datang, Namrudz berkata kepadanya, “Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” Ibrahim menjawab, “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya. Maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara.” Maka mereka telah kembali kepada kesadaran, Ibrahim lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya diri sendiri.”
Kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata), “Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.”
Ibrahim berkata, “Maka mengapa kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?” (Ibrahim berkata), “Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?” (QS 21 : 62-67).
As-Sadi mengatakan, pada hari ketika Ibrahim dibakar dan tetap sehat wal afiat, maka banyak sekali orang yang beriman karena mereka melihat mukjizat yang diberikan kepada Ibrahim tersebut. Ketika Namrudz melihat itu, dia berkata kepada Ibrahim AS, “Pergilah engkau dari tanah kami agar engkau tidak merusak agama kami.”
Baca juga: Beda Ajaran Tauhid Nabi Ibrahim dan Nabi Sebelumnya
(mhy)
Lihat Juga :