Kebohongan Paling Berbahaya Adalah Dusta pada Diri Sendiri, Istifti Qalbak!

loading...
Kebohongan pada diri atau pengkhianatan pada hati nurani ini menjadikan orang-orang itu tertekan secara batin. Sehingga ada rasa khawatir dan takut yang mengharuskannya mencari perlindungan. Di sìnilah kerap mencari pelarian. Dan tidak jarang dengan cara-cara busuk untuk merusak orang lain.

Hawa nafsu mendirikan rumah ibadah karena kekecewaan, apalagi dengan tujuan busuk, disebut kegiatan dhiror. Masjid yang demikian dalam Al-Qur'an disebutkan masjid dhiror. Bagaikan masjid yang didirikan di Madinah oleh kaum munafik untuk merongrong ketenangan Komunitas Muslim dan dengan i'tikad merusak masjid Rasulullah SAW.

Menghadapi musim politik seperti saat ini kecenderungan beragama dadakan akan muncul di mana-mana. Tapi pada akhirnya Umat ini juga dituntut untuk selalu merujuk pada kata hatinya. Agar tidak mudah terbuai dan jatuh dalam pelukan buaya darat atau musang yang berbulu domba.

Yang mengherankan adalah ketika ada orang yang seharusnya berada pada posisi yang terhormat (honorable), justru tidak saja jadi korban. Tapi menjadi pendukung fenomeno kebohongan dan pengkhiatan seperti ini.

Ingat, jujur dan apa adanya itu kadang pahit. Tapi lebih mulia dari dzulwajhain atau bermuka dua. Di hadapanmu tersenyum. Di belakang dia rela menikanmu. Pahit dalam kejujuran itu obat. Tapi manis dalam kebohongan itu penyakit.

"Istifti Qalbak!" (mintalah fatwa pada hatimu)!

Baca Juga: Mengkalkulasi Pahala Amal Saleh, Jangan Pakai Hitungan Matematika
(rhs)
halaman ke-2
preload video