Kisah Perjalanan Sayyidina Husain ke Karbala, Bergabungnya Zuhair bin Qain
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Sayidah Zainab mempunyai banyak gelar, seperti Aqilah bani Hasyim, Ālimah Ghairu Mu'allamah, Ārifah, Muwatsaqah, Fādilah, Kāmilah, Ābidatu Āli 'Ali, Ma'sumah Sughrā, Āminatullah, Nāibatu az-Zahra, Nāibatu al-Husain, Aqilatu an-Nisa, Syarikatu as-Syuhadā, Bālighah, Fashihah dan Syarikatu al-Husain.
Seorang peneliti berkata, "Di antara gelar-gelar Sayidah Zainab adalah Ar-Radhiyah bil Qadri wal Qadha yaitu ridha atas ketentuan qadha dan qadar Ilahi.
Menurut sebagian riwayat, Zuhair bin Qain bergabung dengan Husein as di persinggahan ini. Husein as berkata kepada saudara perempuan beliau, Zainab Kubra di persinggahan ini, "Hai Saudariku! Segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah pasti akan terjadi."
Zuhair bin Qain
Zuhair bin Qain adalah seorang pembela setia Utsman bin Affan. Pada tahun itu, ia melaksanakan ibadah haji dan sedang dalam perjalanan menuju Kufah. Zuhair sangat tidak senang apabila berhenti di sebuah tempat bersama Husain as.
Akan tetapi, di persinggahan ini, ia terpaksa harus berhenti sekalipun Husain as juga berhenti di tempat itu. Ketika Zuhair sedang sibuk menyantap makanan bersama teman-teman seperjalanan, Husain as mengundangnya untuk datang ke kemah beliau. Akan tetapi, Zuhair acuh tak acuh.
Istri Zuhair berkata kepadanya, "Maha suci Allah! Putra Rasulullah memanggilmu dan kamu tidak memenuhi panggilannya."
Baca juga: Ritual Karbala: Tradisi Kaum Syiah saat Hari Asyura, Penyesalan Diri Para Pengkhianat
Akhirnya, Zuhair pergi menjumpai beliau dengan terpaksa. Akan tetapi, ketika kembali dari kemah Husain as, Zuhair sangat bahagia seraya berkata kepada teman-teman seperjalanan, "Saya akan bergabung dengan Husain. Barang siapa hendak membantu putra Rasulullah, hendaklah ia ikut bersamaku. Dan barang siapa tidak ingin bersama kami, maka saya akan berpisah darinya."
Al-Dinawari dalam kitab "Al-Akhbar al-Thawal" menyebutkan seusai berpamitan kepada istri, Zuhair menyampaikan kepada rombongannya, "Barang siapa yang ingin meraih kesyahidan hendaknya ikut denganku, kalau tidak maka kalian boleh pergi dan ini adalah perjumpaan terakhir kita."
Zuhair menceritakan kenangan kepada mereka dan berkata, "Dulu waktu ikut perang di Balanjar dan akhirnya meraih kemenangan lalu mendapat banyak harta rampasan, kita begitu gembira.
Seorang peneliti berkata, "Di antara gelar-gelar Sayidah Zainab adalah Ar-Radhiyah bil Qadri wal Qadha yaitu ridha atas ketentuan qadha dan qadar Ilahi.
Menurut sebagian riwayat, Zuhair bin Qain bergabung dengan Husein as di persinggahan ini. Husein as berkata kepada saudara perempuan beliau, Zainab Kubra di persinggahan ini, "Hai Saudariku! Segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah pasti akan terjadi."
Zuhair bin Qain
Zuhair bin Qain adalah seorang pembela setia Utsman bin Affan. Pada tahun itu, ia melaksanakan ibadah haji dan sedang dalam perjalanan menuju Kufah. Zuhair sangat tidak senang apabila berhenti di sebuah tempat bersama Husain as.
Akan tetapi, di persinggahan ini, ia terpaksa harus berhenti sekalipun Husain as juga berhenti di tempat itu. Ketika Zuhair sedang sibuk menyantap makanan bersama teman-teman seperjalanan, Husain as mengundangnya untuk datang ke kemah beliau. Akan tetapi, Zuhair acuh tak acuh.
Istri Zuhair berkata kepadanya, "Maha suci Allah! Putra Rasulullah memanggilmu dan kamu tidak memenuhi panggilannya."
Baca juga: Ritual Karbala: Tradisi Kaum Syiah saat Hari Asyura, Penyesalan Diri Para Pengkhianat
Akhirnya, Zuhair pergi menjumpai beliau dengan terpaksa. Akan tetapi, ketika kembali dari kemah Husain as, Zuhair sangat bahagia seraya berkata kepada teman-teman seperjalanan, "Saya akan bergabung dengan Husain. Barang siapa hendak membantu putra Rasulullah, hendaklah ia ikut bersamaku. Dan barang siapa tidak ingin bersama kami, maka saya akan berpisah darinya."
Al-Dinawari dalam kitab "Al-Akhbar al-Thawal" menyebutkan seusai berpamitan kepada istri, Zuhair menyampaikan kepada rombongannya, "Barang siapa yang ingin meraih kesyahidan hendaknya ikut denganku, kalau tidak maka kalian boleh pergi dan ini adalah perjumpaan terakhir kita."
Zuhair menceritakan kenangan kepada mereka dan berkata, "Dulu waktu ikut perang di Balanjar dan akhirnya meraih kemenangan lalu mendapat banyak harta rampasan, kita begitu gembira.
Lihat Juga :