Begini Sikap Ahlussunnah tentang Tragedi Karbala dan Cinta Keluarga Rasulullah SAW
Selasa, 09 Agustus 2022 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Larangan Membenci dan Menyakiti Ahlul Bait Rasulullah
Beliau juga berkata kepada pamannya Abbas bin Abdul Muthalib ketika mengeluh kepadanya bahwa sebagian Quraisy bersikap keras kepada Bani Hasyim:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((وَالذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لاَ يُؤْمِنُوْن حتَّى يُحبُّوكُم لِلهِ وَلِقَرَابَتِي))
“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah mereka beriman hingga mencintai kalian karena Allah dan juga karena kekerabatan kalian denganku.”
Dan sabda beliau:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((إِنَّ اللهَ اِصْطَفَى كِنَانَة مِنْ وَلَد إِسْمَاعِيل، وَاصْطَفَى مِنْ كِنَانَة قُرَيْشًا، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْش بَنِي هَاشِم، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِم))
“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail dan memilih dari Kinanah Quraisy dan memilih dari Quraisy Bani Hasyim dan memilihku dari Bani Hasyim.”
Ahlussunnah loyal kepada istri-istri Rasulullah, ibu kaum mukminin dan mengimani bahwa mereka adalah istri-istrinya SAW di akhirat, terkhusus Khadijah Radhiyallahu anha, ibu dari anak-anaknya. Wanita pertama yang mengimani dan menolong beliau atas kenabiannya. Dia memiliki kedudukan yang tinggi.
Demikian juga as-Shiddiqoh binti as-Shiddiiq, Aisyah Radhiyallahu anha. Yang dikatakan oleh Nabi SAW, “Keutamaan Aisyah dibanding para wanita yang lain seperti keutamaan tsariid (bubur/roti yang dilunakkan) bagi makanan yang lain.”
Ahlussunnah berlepas diri dari jalan orang-orang Rafidhah yang membenci dan mencela sahabat Nabi SAW. Juga berlepas diri dari jalan orang-orang Nawashib yang menyakiti Ahlulbait dengan ucapan atau perbuatan.
Syaikhul Islam juga mengatakan dalam Majmu Fatawa 28/491: “Demikian pula terhadap Ahlulbait (keluarga) Rasulullah, diwajibkan mencintai, loyal dan menjaga hak mereka.”
Baca juga: Beginilah Kecintaan Sahabat Rasulullah kepada Ahlul Bait
Beliau juga berkata kepada pamannya Abbas bin Abdul Muthalib ketika mengeluh kepadanya bahwa sebagian Quraisy bersikap keras kepada Bani Hasyim:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((وَالذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لاَ يُؤْمِنُوْن حتَّى يُحبُّوكُم لِلهِ وَلِقَرَابَتِي))
“Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah mereka beriman hingga mencintai kalian karena Allah dan juga karena kekerabatan kalian denganku.”
Dan sabda beliau:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((إِنَّ اللهَ اِصْطَفَى كِنَانَة مِنْ وَلَد إِسْمَاعِيل، وَاصْطَفَى مِنْ كِنَانَة قُرَيْشًا، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْش بَنِي هَاشِم، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِم))
“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail dan memilih dari Kinanah Quraisy dan memilih dari Quraisy Bani Hasyim dan memilihku dari Bani Hasyim.”
Ahlussunnah loyal kepada istri-istri Rasulullah, ibu kaum mukminin dan mengimani bahwa mereka adalah istri-istrinya SAW di akhirat, terkhusus Khadijah Radhiyallahu anha, ibu dari anak-anaknya. Wanita pertama yang mengimani dan menolong beliau atas kenabiannya. Dia memiliki kedudukan yang tinggi.
Demikian juga as-Shiddiqoh binti as-Shiddiiq, Aisyah Radhiyallahu anha. Yang dikatakan oleh Nabi SAW, “Keutamaan Aisyah dibanding para wanita yang lain seperti keutamaan tsariid (bubur/roti yang dilunakkan) bagi makanan yang lain.”
Ahlussunnah berlepas diri dari jalan orang-orang Rafidhah yang membenci dan mencela sahabat Nabi SAW. Juga berlepas diri dari jalan orang-orang Nawashib yang menyakiti Ahlulbait dengan ucapan atau perbuatan.
Syaikhul Islam juga mengatakan dalam Majmu Fatawa 28/491: “Demikian pula terhadap Ahlulbait (keluarga) Rasulullah, diwajibkan mencintai, loyal dan menjaga hak mereka.”
Baca juga: Beginilah Kecintaan Sahabat Rasulullah kepada Ahlul Bait
(mhy)
Lihat Juga :