Kisah Kengerian Padang Mahsyar, 4000 Tahun Menanti Keputusan Masuk Surga Atau Neraka
Rabu, 10 Agustus 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ ». قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ فَوَاللَّهِ مَا أَدْرِى مَا يَعْنِى بِالْمِيلِ أَمَسَافَةَ الأَرْضِ أَمِ الْمِيلَ الَّذِى تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ. قَالَ « فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِى الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى كَعْبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُونُ إِلَى حَقْوَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا ». قَالَ وَأَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِيَدِهِ إِلَى فِيهِ » [أخرجه البخاري و مسلم]
“Matahari akan didekatkan kelak pada hari kiamat kepada makhluk sampai ada di antara mereka yang seukuran satu mil”.
Berkata Sulaim bin Amir -salah seorang rawi hadis ini-: “Demi Allah, aku tidak tahu satu mil yang dimaksud, apakah ukuran yang ada di dunia, atau mil sejauh mata memandang”.
Dalam lanjutan hadis, Nabi bersabda: “Dan manusia pada saat itu sesuai dengan kadar amalannya dalam berkeringat. Di antara mereka ada yang sampai (menutupi) mata kaki, ada yang keringatnya sampai ke betis, dan ada di antara mereka yang keringatnya sampai menutupi leher, dan ada yang tenggelam oleh keringatnya sendiri”. Kata salah seorang rawinya: ‘Dan beliau mengisyaratkan dengan tangannya ke arah mulut’. HR Muslim no: 2863.
Ibnu Abi Jamrah menjelaskan: ‘Diantara mereka yang paling banyak keringatnya ialah orang-orang kafir lalu setelahnya para pelaku dosa besar dan yang berada di bawahnya. Adapun orang muslim maka mereka jumlahnya sedikit dibanding dengan orang kafir”.
Baca juga: 3 Gambaran Kehidupan Manusia dan Jin di Padang Mahsyar
Berdiri Selama 4000 Tahun
Di dalam syarah hadis di atas Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan: ‘Bagi siapa yang memperhatikan keadaan yang disebutkan dalam hadis tadi maka dirinya mengetahui betapa besar kondisi yang akan terjadi pada hari kiamat. Sebab api neraka akan menyelimuti negeri mauqif. Matahari akan didekatkan di atas kepala-kepala mereka sejauh satu mil. Lantas bagaimana panasnya kondisi tempat tersebut.
Ditambah dengan hadis yang menjelaskan masing-masing orang akan berkeringat sampai ada yang keringatnya sampai tujuh puluh hasta, bersamaan dengan itu dirinya tidak menjumpai tempatnya melainkan hanya sebatas tempat berdirinya.
Terus bagaimana dengan keadaan mereka bersama keringatnya yang berbeda-beda kondisinya? Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang menerangi akal, dan menunjukkan betapa agungnya kondisi pada saat itu, yang mengandung keimanan pada hari akhir, sedangkan akal tidak boleh ikut andil dalam menghukumi, baik dengan menabrakkan pada perumpamaan, akal-akalan dan kejadian yang biasa dia lihat.
Namun, kata Ibnu Hajar, hal itu hanya butuh satu kata ‘menerima’ karena masuk dalam lingkup keimanan dengan perkara gaib, dan bagi siapa yang tawaquf (abstain) dalam masalah ini maka hal itu menunjukkan tentang kerugian serta diharamkan ilmu baginya.
Menurutnya, salah satu faedah dari hadis seperti ini ialah supaya orang yang mendengarnya untuk berhati-hati lalu mengambil sebab yang bisa menyelamatkan dirinya dari kondisi tersebut. Bersegera untuk bertaubat dari dosa, dan kembali kepada Dzat Yang Maha Pemurah di dalam pertolongan-Nya sebagai sebab yang bisa menyelamatkan, merendah kepada-Nya agar selamat dari negeri kesulitan dan dimasukkan ke dalam negeri kemulian dengan sebab karunia dan anugerah-Nya”.
Ibnu Katsir mengatakan: “Di dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa mereka kelak akan berdiri selama tujuh puluh tahun dalam keadaan tidak berbicara sedikitpun. Ada yang mengatakan mereka berdiri selama tiga ratus tahun. Ada lagi yang mengatakan mereka berdiri selama empat ribu tahun, setelah itu baru diputuskan perkara mereka seukuran sepuluh ribu tahun. Allah ta’ala menjelaskan akan hal itu melalui firman-Nya:
يَوۡمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَقَالَ صَوَابٗا ٣٨ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلۡحَقُّۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مََٔابًا
“Pada hari, ketika ruh dan para Malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya”. [ QS an-Naba’/78 : 38-39].
Baca juga: 5 Manfaat Sedekah, Salah Satunya Dinaungi di Padang Mahsyar
Durasi Zaman
Diriwayatkan oleh Thabarani dalam Mu’jamul Kabir sebuah hadis dari Abdullah bin Mas’ud ra, dia berkata: ‘Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Matahari akan didekatkan kelak pada hari kiamat kepada makhluk sampai ada di antara mereka yang seukuran satu mil”.
Berkata Sulaim bin Amir -salah seorang rawi hadis ini-: “Demi Allah, aku tidak tahu satu mil yang dimaksud, apakah ukuran yang ada di dunia, atau mil sejauh mata memandang”.
Dalam lanjutan hadis, Nabi bersabda: “Dan manusia pada saat itu sesuai dengan kadar amalannya dalam berkeringat. Di antara mereka ada yang sampai (menutupi) mata kaki, ada yang keringatnya sampai ke betis, dan ada di antara mereka yang keringatnya sampai menutupi leher, dan ada yang tenggelam oleh keringatnya sendiri”. Kata salah seorang rawinya: ‘Dan beliau mengisyaratkan dengan tangannya ke arah mulut’. HR Muslim no: 2863.
Ibnu Abi Jamrah menjelaskan: ‘Diantara mereka yang paling banyak keringatnya ialah orang-orang kafir lalu setelahnya para pelaku dosa besar dan yang berada di bawahnya. Adapun orang muslim maka mereka jumlahnya sedikit dibanding dengan orang kafir”.
Baca juga: 3 Gambaran Kehidupan Manusia dan Jin di Padang Mahsyar
Berdiri Selama 4000 Tahun
Di dalam syarah hadis di atas Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan: ‘Bagi siapa yang memperhatikan keadaan yang disebutkan dalam hadis tadi maka dirinya mengetahui betapa besar kondisi yang akan terjadi pada hari kiamat. Sebab api neraka akan menyelimuti negeri mauqif. Matahari akan didekatkan di atas kepala-kepala mereka sejauh satu mil. Lantas bagaimana panasnya kondisi tempat tersebut.
Ditambah dengan hadis yang menjelaskan masing-masing orang akan berkeringat sampai ada yang keringatnya sampai tujuh puluh hasta, bersamaan dengan itu dirinya tidak menjumpai tempatnya melainkan hanya sebatas tempat berdirinya.
Terus bagaimana dengan keadaan mereka bersama keringatnya yang berbeda-beda kondisinya? Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang menerangi akal, dan menunjukkan betapa agungnya kondisi pada saat itu, yang mengandung keimanan pada hari akhir, sedangkan akal tidak boleh ikut andil dalam menghukumi, baik dengan menabrakkan pada perumpamaan, akal-akalan dan kejadian yang biasa dia lihat.
Namun, kata Ibnu Hajar, hal itu hanya butuh satu kata ‘menerima’ karena masuk dalam lingkup keimanan dengan perkara gaib, dan bagi siapa yang tawaquf (abstain) dalam masalah ini maka hal itu menunjukkan tentang kerugian serta diharamkan ilmu baginya.
Menurutnya, salah satu faedah dari hadis seperti ini ialah supaya orang yang mendengarnya untuk berhati-hati lalu mengambil sebab yang bisa menyelamatkan dirinya dari kondisi tersebut. Bersegera untuk bertaubat dari dosa, dan kembali kepada Dzat Yang Maha Pemurah di dalam pertolongan-Nya sebagai sebab yang bisa menyelamatkan, merendah kepada-Nya agar selamat dari negeri kesulitan dan dimasukkan ke dalam negeri kemulian dengan sebab karunia dan anugerah-Nya”.
Ibnu Katsir mengatakan: “Di dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa mereka kelak akan berdiri selama tujuh puluh tahun dalam keadaan tidak berbicara sedikitpun. Ada yang mengatakan mereka berdiri selama tiga ratus tahun. Ada lagi yang mengatakan mereka berdiri selama empat ribu tahun, setelah itu baru diputuskan perkara mereka seukuran sepuluh ribu tahun. Allah ta’ala menjelaskan akan hal itu melalui firman-Nya:
يَوۡمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَقَالَ صَوَابٗا ٣٨ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلۡحَقُّۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مََٔابًا
“Pada hari, ketika ruh dan para Malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya”. [ QS an-Naba’/78 : 38-39].
Baca juga: 5 Manfaat Sedekah, Salah Satunya Dinaungi di Padang Mahsyar
Durasi Zaman
Diriwayatkan oleh Thabarani dalam Mu’jamul Kabir sebuah hadis dari Abdullah bin Mas’ud ra, dia berkata: ‘Rasulullah SAW pernah bersabda:
Lihat Juga :