Hal-hal yang Menyeret Manusia pada Kebinasaan, Nomor 1 Taat pada Kebakhilan

loading...
Hal-hal yang Menyeret Manusia pada Kebinasaan, Nomor 1 Taat pada Kebakhilan
Rasulullah SAW menyebut ada 3 hal yang membinasakan manusia, yakni kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan seseorang merasa ujub dengan kelebihan yang ada pada dirinya sendiri. Foto ilustrasi/ist
Setiap manusia menghendaki kebahagiaan, akan tetapi pada proses kehidupannya malah terseret bahkan terjerembab pada kebinasaan . Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam secara gamblang menggambarkan itu dalam sabdanya:

“Adapun perkara-perkara yang membinasakan adalah kekikiran yang ditaati, dan hawa nafsu yang diikuti, dan seseorang merasa ujub dengan kelebihan yang ada pada dirinya sendiri.” (HR. Al-Bazzar, Baihaqi dan yang lainnya, Syaikh Albani mengatakan hadis ini Hasan lighairihi)

Hal atau perkara-perkara yang dapat membinasakan manusia yang digambarkan dalam hadis tersebut, dijelaskan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc, dai alumnus Universitas Islam Madinah ini, sebagai berikut:

1. Kebakhilan yang ditaati

Artinya seseorang mengikuti kebakhilannya, dia tidak berusaha untuk melawan kebakhilan. Bakhil atau pelit adalah sesuatu yang tercela dalam Islam. Dan bakhil itu sama sekali tidak bermanfaat untuk pelakunya. Bahkan bakhil itu hakikatnya bisa menghancurkan harta.

Baca juga: 4 Perkara yang Membuat Sengsara, Nomor Terakhir Terjadi karena Barang Haram

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa setiap paginya ada dua malaikat yang turun ke bumi, yang satu berdoa:

اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلفاً


“Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.”

Yang satu lagi berdoa:

اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا


“Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang kikir itu.”

Jadi jika kita tidak mau menginfakkan harta, tidak mau bersedekah padahal kita punya kelebihan harta, makanya harta tidak akan menjadi berkah. Harta itu tidak diberikan keberkahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena sedekah itu hakikatnya adalah tidak mengurangi harta sama sekali.

Kata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Sedekah tidak mengurangi harta.” (HR. Muslim)

Sebab pasti Allah ganti, Allah pasti berkahi. Makanya orang yang bersedekah diberikan oleh Allah banyak keistimewaan, di antaranya diberikan pahala yang besar pada hari kiamat. Dimana Allah berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّـهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ


“Perumpamaan orang yang berinfak dijalan Allah seperti orang yang menanam satu butir padi, lalu ia menumbuhkan 7 batang dan setiap batangnya ada 100 padi. Dan Allah melipatgandakan pahala sedekah bagi siapa yang Allah kehendaki.” (QS. Al-Baqarah : 261)

Yang kedua, orang yang sedekah itu maka sedekahnya akan menaungi dia nanti pada hari kiamat di Padang Mahsyar. Di Padang Mahsyar saat matahari didekatkan satu mil. Bayangkan, sangat panas. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Seseorang itu berada di bawah naungan sedekahnya kelak nanti pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)
halaman ke-1
preload video