alexametrics

Perlunya Mengerti Hakikat Ujian dan Kesabaran

loading...
Perlunya Mengerti Hakikat Ujian dan Kesabaran
Jadilah wanita yang sabar dengan ujian yang Allah berikan, Foto ilustrasi/istimewa
Wanita dalam Islam memiliki kedudukan yang berbeda dengan pria. Seorang pria memiliki kewajiban utama mencari nafkah dan bertanggungjawab terhadap anak dan istrinya. Sedangkan wanita lebih diutamakan berdiam di rumah dan berperan aktif dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Hanya saja, dalam perjalanannya, kehidupan setiap orang penuh dengan ujian. Bahkan, berbagai ujian itu kadang dirasakan datang terus menerus tiada henti.

Bagaimana para muslimah menyikapi ujian-ujian yang Allah takdirkan padanya, baik ujian yang menimpa dirinya secara pribadi atau ujian yang mengguncangnya dalam kehidupan berumah tangga?

Beberapa ulama memberikan gambaran bagaimana seharusnya setiap orang menyikapi ujian dan memahami hakikat ujian. Dalam salah satu kitabnya, Syeikhul Islam, Al Imam Al Ghazali, menerangkan dengan merujuk kepada sabda baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, bahwa ketika seorang hamba diuji dengan sakit yang menimpanya, maka Allah mengirim salah satu malaikat-NYa untuk mengontrol hamba tersebut. (Baca juga :Ini Pentingnya Menjaga Izzah dan Iffah)



Lalu Allah Ta'ala bertanya kepada malaikat itu: "Hai Malaikat, apa yang dirintihkan oleh hamba-KU?" Malaikat menjawab: "Ya Allah, si fulan terus menerus menyebut nama-MU. Bahkan yang sering diucap adalah kalimat Alhamdulillah 'alaa kulli haal."

Lalu Allah Ta'ala mengatakan: "Persaksikan malaikat, jika hamba-KU itu Aku takdirkan masih hidup, maka tiba waktunya nanti akan Aku ganti darahnya yang kotor menjadi bersih, fisiknya yang lemah menjadi kuat, mukanya yang pucat menjadi ceria. Dia akan sehat seperti sedia kala. Namun jika takdir untuknya adalah meninggal dunia, maka persaksikan bahwa seluruh dosa-dosanya habis."

Subhanallah, wahai muslimah jadilah wanita yang sabar dengan ujian yang Allah berikan. Bukankah jika semua dosa habis maka seorang hamba akan menghadap Allah dengan penuh kelapangan jiwa (muthmainnah)? Dan dia masuk dalam kelompok hamba-hamba Allah yang ahli ibadah. Allah memanggil dengan lembut jiwa-jiwa muthmainnah tersebut sebagaimana firmanNya:

"Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji'ii ilaa rabbiki raadhiayatam mardhiyyah. Fadkhulii fii 'ibaadii, wadkhulii jannatii
."

(Wahai jiwa-jiwa yang lapang, bersih, dan tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan penuh ridha dan suka cita. Masuklah ke dalam kelompok para ahli ibadah, dan (akhirnya) masuklah ke dalam surga-KU."

Ujian sakit adalah kifarat (penggugur) atas semua dosa. Begitu pula bentuk ujian-ujian yang lainnya. Mungkin seseorang yang diuji di dunia ini tampak hina di mata manusia. Tapi siapa sangka bahwa dia sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka ini adalah satu kunci amalan bagi orang beriman : Jangan mengeluh terlalu dalam atas setiap ujian yg menderai. Tetapi, ucapkanlah: "Alhamdulillah 'alaa kulli haal." (Segala puji bagi Allah atas segala hal, yang enak maupun yang tidak enak).

Rasulullah SAW bersabda:

"...Fa innal 'umuura tajrii bil maqaadir. " (Maka sesungguhnya semua urusan itu berjalan sesuai dengan ketentuan Allah).

Perlu juga dipahami para muslimah, salah satu keadaan yang paling disukai Allah adalah ketika hambanya dalam posisi sabar. Yakni bersabar dalam setiap keadaan yang ditakdirkan Allah.

Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata:

"صبرا جميلا ما أقرب الفرجا..

"Bersabarlah dengan sabar yang baik maka kelapangan itu bagimu akan begitu dekat".

من راقب الله في الأمور نجا..

"Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dalam segala urusannya maka dia pasti akan selamat".

من صدق الله لم ينله أذى..

"Barang siapa yang yakin dengan Allah Ta'ala, maka ia pasti tidak merasakan penderitaan".

و من رجاه يكون حيث رجا.."

"Barangsiapa berharap kepada Allah Ta'ala maka Allah Ta'ala pasti akan memberi pertolongan."

(Lihat kitab Tafsir Ibnu Katsir 8/432)

Dengan hujjah Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah itulah, maka hendaknya setiap muslim selalu ingat akan pahala dan manfaat bersabar. Allah akan mendatangkan dan memberi banyak pahala kepada hamba-NYA yang bersabar.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam telah mengingatkan kepada kita bahwa Allah Azza wa Jalla akan memberikan ujian berupa berbagai musibah. Berbagai musibah itu adalah ujian untuk mengetahui hamba-NYA yang bersabar.

أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

"Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa dikehendaki oleh Allah kebaikan maka akan diberi musibah". (H. R. Bukhari)

Karena itulah, muslimah perlu memahami hakikat ujian dan kesabarannya. Perlu juga kemaknai eksistensi waktu dan menjalaninya dengan lapang dada atas setiap yang Allah takdirkan. Kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah kenyataan, dan hari esok adalah harapan. Waktu terkadang terlalu lambat bagi mereka yang menunggu, terlalu cepat bagi yang takut, terlalu panjang bagi yang gundah, dan terlalu pendek bagi yang bahagia. Tapi bagi yang selalu mengasihi, waktu adalah keabadian. Ketika masih ada waktu luang, maka bersabarlah dalam penantian, isilah segenap ruang waktu yang kita miliki untuk mempersiapkan bekal kembali ke alam kekal. (Baca juga :Da'iyah Cantik, Cerdas dan Ibu Tujuh Anak Penghapal Al-Qur'an)

Sadarilah waktu sekarang terasa amatlah singkat pertanda kiamat kian dekat. Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga tetap istiqamah. Harus senantiasa memperbanyak istighfar kepada Allah Azza wa Jalla dan selalu memohon pertolongan-Nya agar kita menjadi hamba-hamba-Nya yang selamat hingga akhir waktu mampu meraih ridha-Nya. Aamiin Ya Rabb

Wallahu'Alam
(wid)
cover top ayah
وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ اَنۡ تَمُوۡتَ اِلَّا بِاِذۡنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًا ؕ وَ مَنۡ يُّرِدۡ ثَوَابَ الدُّنۡيَا نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا ‌ۚ وَمَنۡ يُّرِدۡ ثَوَابَ الۡاٰخِرَةِ نُؤۡتِهٖ مِنۡهَا ‌ؕ وَسَنَجۡزِى الشّٰكِرِيۡنَ
Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

(QS. Ali 'Imran:145)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak