Kisah Taruhan Abu Bakar Ash-Shiddiq saat Perang Romawi dengan Persia
Jum'at, 26 Agustus 2022 - 16:23 WIB
loading...
Dalam perang Romawi lawan Persia, Abu Bakar menjagokan Romawi. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq mengajak taruhan kaum kafir Quraish saat peristiwa pecahnya perang antara Romawi yang Kristen dan Persia yang Majusi, terekam dalam sejumlah riwayat. Rasulullah SAW mendukung taruhan itu. Abu Bakar memegang Kristen Romawi sementara lawannya Persia.
Peristiwa ini terjadi pada era awal Islam. Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" menjelaskan pada saat Rasulullah SAW berada di tengah-tengah kaum kafir Quraish, kaum muslimin akan merasa gembira jika melihat Romawi yang Kristen mengalahkan Persia yang Majusi (Mazdaisma). Sebaliknya mereka ikut sedih dan kecewa bila pasukan Heraklius dikalahkan Persia yang dipimpin Kisra.
Baca juga: Pertempuran Fihl, Puluhan Ribu Pasukan Romawi Tewas
Pada masa itu Persia adalah yang memegang tampuk pimpinan di seluruh jazirah Arab bagian selatan. Hal ini terjadi, sesudah Kisra dapat mengusir Abisinia dari Yaman.
Kemudian Kisra mengerahkan pasukannya - pada tahun 614 - di bawah salah seorang panglimanya yang bernama Syahravaraz untuk menyerbu Romawi, dan dapat mengalahkannya ketika berhadap-hadapan di Adhri'at dan di Bushra, tidak jauh dari Syam ke negeri Arab. Mereka banyak yang terbunuh, kota-kota mereka dihancurkan, kebun-kebun zaitun dirusak.
Pada waktu itu Arab - terutama penduduk Mekkah – mengikuti berita-berita perang itu dengan penuh perhatian. Kedua kekuatan yang sedang bertarung itu merupakan peristiwa terbesar yang pernah dikenal dunia pada masa itu. Negeri-negeri Arab ketika itu menjadi tetangga-tetangganya.
Sebagian berada di bawah kekuasaan Persia, dan sebagian lagi berbatasan dengan Romawi. Orang-orang kafir Mekkah bergembira sekali melihat kekalahan kaum Kristen itu; sebab mereka juga Ahli Kitab seperti kaum Muslimin. Mereka berusaha mengaitkan tercemarnya kekalahan Kristen itu dengan agama kaum Muslimin.
Sebaliknya, pihak Muslimin merasa sedih sekali karena pihak Romawi juga Ahli Kitab seperti mereka. Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya tidak mengharapkan kemenangan pihak Majusi dalam melawan Kristen.
Perselisihan kaum Muslimin dan kaum kafir Mekkah ini sampai menimbulkan sikap saling berbantah dari kedua belah pihak. Kaum kafirnya mengejek kaum Muslimin, sampai ada di antara mereka itu yang menyatakan kegembiraannya di depan Abu Bakar dan Abu Bakarpun sampai marah dengan mengatakan: Jangan lekas-lekas gembira; pihak Romawi akan mengadakan pembalasan.
Abu Bakar adalah orang yang terkenal tenang dan lembut hati. Mendengar jawaban itu pihak kafir membalasnya dengan ejekan pula: “Engkau pembohong”.
Peristiwa ini terjadi pada era awal Islam. Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" menjelaskan pada saat Rasulullah SAW berada di tengah-tengah kaum kafir Quraish, kaum muslimin akan merasa gembira jika melihat Romawi yang Kristen mengalahkan Persia yang Majusi (Mazdaisma). Sebaliknya mereka ikut sedih dan kecewa bila pasukan Heraklius dikalahkan Persia yang dipimpin Kisra.
Baca juga: Pertempuran Fihl, Puluhan Ribu Pasukan Romawi Tewas
Pada masa itu Persia adalah yang memegang tampuk pimpinan di seluruh jazirah Arab bagian selatan. Hal ini terjadi, sesudah Kisra dapat mengusir Abisinia dari Yaman.
Kemudian Kisra mengerahkan pasukannya - pada tahun 614 - di bawah salah seorang panglimanya yang bernama Syahravaraz untuk menyerbu Romawi, dan dapat mengalahkannya ketika berhadap-hadapan di Adhri'at dan di Bushra, tidak jauh dari Syam ke negeri Arab. Mereka banyak yang terbunuh, kota-kota mereka dihancurkan, kebun-kebun zaitun dirusak.
Pada waktu itu Arab - terutama penduduk Mekkah – mengikuti berita-berita perang itu dengan penuh perhatian. Kedua kekuatan yang sedang bertarung itu merupakan peristiwa terbesar yang pernah dikenal dunia pada masa itu. Negeri-negeri Arab ketika itu menjadi tetangga-tetangganya.
Sebagian berada di bawah kekuasaan Persia, dan sebagian lagi berbatasan dengan Romawi. Orang-orang kafir Mekkah bergembira sekali melihat kekalahan kaum Kristen itu; sebab mereka juga Ahli Kitab seperti kaum Muslimin. Mereka berusaha mengaitkan tercemarnya kekalahan Kristen itu dengan agama kaum Muslimin.
Sebaliknya, pihak Muslimin merasa sedih sekali karena pihak Romawi juga Ahli Kitab seperti mereka. Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya tidak mengharapkan kemenangan pihak Majusi dalam melawan Kristen.
Perselisihan kaum Muslimin dan kaum kafir Mekkah ini sampai menimbulkan sikap saling berbantah dari kedua belah pihak. Kaum kafirnya mengejek kaum Muslimin, sampai ada di antara mereka itu yang menyatakan kegembiraannya di depan Abu Bakar dan Abu Bakarpun sampai marah dengan mengatakan: Jangan lekas-lekas gembira; pihak Romawi akan mengadakan pembalasan.
Abu Bakar adalah orang yang terkenal tenang dan lembut hati. Mendengar jawaban itu pihak kafir membalasnya dengan ejekan pula: “Engkau pembohong”.
Lihat Juga :