Penjelasan Gus Baha tentang Tidur yang Tidak Membatalkan Wudhu

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 10:29 WIB
loading...
Penjelasan Gus Baha...
Gus Baha. Foto Dok SINDONews
A A A
Penjelasan Gus Baha tentang tidur yang tidak membatalkan wudhu berdasarkan kejadian dari kisah-kisah sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, salah satunya Umar bin Khattab. Menurutnya, dalam fiqh Mazhab Syafi'i disepakati bahwa ada tidur yang tidak membatalkan wudhu .

Ulama sepakat bahwa jika ada seorang sudah berwudhu, lalu ketiduran dalam posisi duduk dan tidak menggeser posisinya sampai dia terbangun maka tidak membatalkan wudhu. Menurut Gus Baha atau K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, dalam kajian di beberapa channel YouTube, bahwa Mazhab Syafi'i mengatakan orang yang tidur dan tetap dalam posisinya atau tidak menggeser posisi duduknya maka tidak membatalkan wudhu.

Baca juga: Mengapa Tidur Membatalkan Wudhu? Begini Penjelasannya

Gus Baha mengatakan kejadian tertidur dan ketika bangun langsung sholat pernah dijumpai dalam hadis riwayat Imam Muslim. Kejadian seperti itu pernah pula dialami oleh para sahabat, termasuk di dalamnya terdapat Umar bin Khattab, sebagaimana yang diterangkan dalam satu hadis dari Anas bin Malik.

"Sesungguhnya para sahabat Radhiallahu'anhum menunggu pelaksanaan salat Isya pada masa Rasulullah Shallahu'alaihi wa Sallam sampai kepalanya terkantuk-kantuk, kemudian (ketika terbangun) mereka salat tanpa berwudu.” (HR Muslim).

Di dalam literatur fikih memang disebutkan bahwa tidur adalah salah satu yang menyebabkan batalnya wudhu karena seseorang tersebut sedang tidak sadar (sementara waktu) hingga memungkinkan orang tersebut akan melakukan hal-hal yang membatalkan wudhu lainnya secara tidak sadar misalnya kentut.

Namun, Gus Baha meyakinkan bahwa ulama-ulama Mazhab Syafi'i telah menegaskan bahwa jika seseorang itu terbangun dan posisi duduknya tidak berubah, maka wudhu orang tersebut tidak batal.

Hal ini banyak dijumpai saat umat Islam tertidur saat mendengarkan khutbah di waktu rangkaian sholat Jum'at. Yakni seseorang ketika tertidur waktu khutbah Jumat selama posisi duduknya tidak berubah maka wudhunya tidak batal.

Jadi umat Islam bisa merujuk pada pendapat dan keterangan Mazhab Syafi'i. Bahwa tidur seseorang yang membatalkan wudhu adalah tidur yang berubah posisi (dari duduk ke rebahan). Sedangkan tidur yang tidak membatalkan wudhu adalah tertidur yang ketika bangun tidak berubah posisinya.

Begitu juga yang dikatakan dalam Syarh Mumti’ala Zaadil Mustaqni, Syekh Al Ustaimin berpendapat bahwa tidur bisa menyebabkan batalnya wudhu, kecuali tidur yang sementara ketika duduk dan berdiri. Jadi, bagi seseorang yang tidur hanya sebentar tetapi tidak duduk alias terlentang, tetap harus wudhu kembali.

Baca juga: Pendapat Gus Baha Tentang Sholat Terlalu Lama yang Ditegur Rasulullah SAW

Wallahu'alam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Kapan Waktu Terbaik...
Kapan Waktu Terbaik Puasa Rajab? Simak di Sini!
Poligami dalam Pandangan...
Poligami dalam Pandangan Gus Baha, Simak Penjelasannya!
Apakah Sah Wudu Muslimah...
Apakah Sah Wudu Muslimah saat Masih Pakai Skincare?
Rekomendasi
Tercatat dalam Sejarah...
Tercatat dalam Sejarah Ivan The Terrible, Tampang Manusia Tersadis dari Rusia Terkuak
Kuburan Muslim dari...
Kuburan Muslim dari Abad ke-8 Ditemukan di Prancis
Alhazen, Fisikawan Muslim...
Alhazen, Fisikawan Muslim Penemu Ilmu Optik yang Spektakuler
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Negara Muslim yang Tidak...
Negara Muslim yang Tidak Mengutuk Pembunuhan Ismail Haniyeh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved