Respons Jin saat Mendengar Ayat Fabiayyi Alaa-i Robbikuma Tukadzdziban
Selasa, 30 Agustus 2022 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Tidak aku baca firman ِ Allah, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” kecuali mereka menjawabnya: Tak ada satupun dari nikmat-nikmat-Mu yang kami dustakan Wahai Tuhan kami, Segala Pujian hanya milik-Mu.
Dua riwayat di atas inti jawaban dari bangsa jin sama, hanya saja yang pertama menggunakan redaksi النِّعَم bentuk jamak dari kata النِّعْمَة, sedangkan yang kedua dengan redaksi آلَاء jamak dari اْلإِلَى dan اْلإِلْيُyang artinya sama, yaitu kenikmatan.
Baca juga: Tadabur Surat Ar-Rahman Ayat 2 Sampai 4
Belajar dari jawaban jin tersebut, Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam tafsirnya Marah Labid (II/476) menyebutkan, disunnahkan bagi orang yang mendengar ayat ini menjawab dengan mengatakan:
وَلَا بِشَيْءٍ مِنْ نِعَمِكَ رَبَّنَا نُكَذِّبُ فَلَكَ الْحَمْدُ
Dengan demikian, maksud utama Al-Qur’an berupa mentadabburi dan memahami isinya dapat tercapai. Karena, dia merasa sedang diajak bicara oleh Tuhannya, sehingga dia menjawab apa yang ditanyakan oleh-Nya.
Apalagi konteks ayat ini sedang menanyakan dalam rangka menetapkan dan mengingatkan nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh-Nya, tentu yang paling tepat adalah menjawabnya sebagai bentuk pengakuan.
Hanya saja, tulis Ibnu Katsir, terkait hadis dari Ibnu Jarir tersebut, Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, ia tidak mengenalnya melainkan hanya melalui hadis Al-Walid ibnu Muslim, dari Zuhair ibnu Muhammad.
Sedangkan hadis dari Ibnu Umar, Al-Hafiz Al-Bazzar telah meriwayatkan hadis ini melalui Amr ibnu Malik dengan sanad yang sama. Kemudian ia mengatakan bahwa "kami tidak mengenal hadis ini diriwayatkan dari Nabi SAW, melainkan hanya melalui jalur ini dengan sanad yang seperti tersebut."
Baca juga: Tadabur Surat Ar-Rahman Ayat 5-8, Berikut Hikmahnya
Dua riwayat di atas inti jawaban dari bangsa jin sama, hanya saja yang pertama menggunakan redaksi النِّعَم bentuk jamak dari kata النِّعْمَة, sedangkan yang kedua dengan redaksi آلَاء jamak dari اْلإِلَى dan اْلإِلْيُyang artinya sama, yaitu kenikmatan.
Baca juga: Tadabur Surat Ar-Rahman Ayat 2 Sampai 4
Belajar dari jawaban jin tersebut, Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam tafsirnya Marah Labid (II/476) menyebutkan, disunnahkan bagi orang yang mendengar ayat ini menjawab dengan mengatakan:
وَلَا بِشَيْءٍ مِنْ نِعَمِكَ رَبَّنَا نُكَذِّبُ فَلَكَ الْحَمْدُ
Dengan demikian, maksud utama Al-Qur’an berupa mentadabburi dan memahami isinya dapat tercapai. Karena, dia merasa sedang diajak bicara oleh Tuhannya, sehingga dia menjawab apa yang ditanyakan oleh-Nya.
Apalagi konteks ayat ini sedang menanyakan dalam rangka menetapkan dan mengingatkan nikmat-nikmat yang telah diberikan oleh-Nya, tentu yang paling tepat adalah menjawabnya sebagai bentuk pengakuan.
Hanya saja, tulis Ibnu Katsir, terkait hadis dari Ibnu Jarir tersebut, Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, ia tidak mengenalnya melainkan hanya melalui hadis Al-Walid ibnu Muslim, dari Zuhair ibnu Muhammad.
Sedangkan hadis dari Ibnu Umar, Al-Hafiz Al-Bazzar telah meriwayatkan hadis ini melalui Amr ibnu Malik dengan sanad yang sama. Kemudian ia mengatakan bahwa "kami tidak mengenal hadis ini diriwayatkan dari Nabi SAW, melainkan hanya melalui jalur ini dengan sanad yang seperti tersebut."
Baca juga: Tadabur Surat Ar-Rahman Ayat 5-8, Berikut Hikmahnya
(mhy)
Lihat Juga :