Ini Mengapa Samiri Bisa Membuat Patung Lembu dari Logam Mulia

Kamis, 01 September 2022 - 16:13 WIB
loading...
Ini Mengapa Samiri Bisa Membuat Patung Lembu dari Logam Mulia
Patung sapi Samiri terbuat dari perhiasan Bani Israil yang selamat dari kejaran Firaun. Foto/Ilustrasi: wikipedia
A A A
Di era Nabi Musa as , ada seniman patung yang hebat. Siapa lagi kalau bukan Samiri . Dia adalah pembuat patung anak sapi yang terbuat dari logam mulia yang terdiri emas, platinum dan perak. Hebatnya lagi, patung buatan Samiri itu konon bisa melenguh (bersuara) apabila angin masuk ke dalamnya. Lalu, bagaimana proses pembuatan patung Samiti tersebut.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyampaikan sejumlah kisah mengenai asal-usul patung buatan Samiri tersebut. Dikisahkan, tatkala malaikat Jibril turun menjemput Nabi Musa as, untuk naik ke langit, Samiri melihat bekas jejak malaikat Jibril.

Lalu, ada yang membisikkan kepada Samiri. "Jika kamu mengambil segenggam dari jejak utusan ini, lalu kamu lemparkan pada sesuatu dan kamu katakan kepadanya, 'Jadilah kamu anu,' maka jadilah ia (menuruti kemauanmu)."

Samiri pun mengambil segenggam tanah dari jejak utusan itu dan jari jemarinya lengket pada tanah yang digenggamnya.

Baca juga: Samiri: Pencetus "Spirit Doll" dalam Sejarah Penyimpangan Akidah Manusia

Setelah Musa pergi untuk memenuhi janjinya, sedangkan di tangan kaum Bani Israil banyak terdapat perhiasan yang mereka pinjam dari keluarga Fir'aun (semasa di Mesir, dan terbawa oleh mereka), Samiri berkata kepada mereka, "Sesungguhnya yang menyebabkan kalian tertimpa musibah ini tiada lain karena perhiasan yang ada di tangan kalian, maka kumpulkanlah semua­nya."

Lalu mereka mengumpulkan perhiasan-perhiasan itu dan Samiri membakarnya hingga lebur menjadi satu. Ketika melihat pemandangan itu Samiri mendapat bisikan, "Sesungguhnya jika kamu lemparkan genggaman tanah bekas utusan ini ke dalam api tersebut, lalu kamu katakan, 'Jadilah anu,' maka akan jadilah ia".

Samiri pun melemparkan genggaman itu dan berkata, "Jadilah kamu anak lembu yang bertubuh dan bersuara!" Maka jadilah ia. Lalu Samiri berkata, seperti yang disebutkan firman-Nya: Inilah Tuhan kalian dan Tuhan Musa. (Thaha: 88).

Ali bin Abi Thalib menceritakan setelah pulang, Nabi Musa segera pergi ke tempat patung anak lembu itu dan mengambil kikir, lalu ia mengikir habis patung anak lembu itu di pinggir sungai. Maka tiada seorang pun dari kalangan mereka yang menyembah patung anak lembu itu meminum air sungai tersebut, melainkan wajahnya berubah menjadi kuning seperti warna emas.

Saling Bunuh
Kisah ini juga disampaikan Dr Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar, dalam Shahih Qashashin Nabawi atau Ensklopedia Kisah Shahih Sepanjang Masa saat mengutip sebuah hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Hakim dalam Mustadrak dari Ali.

Baca juga: Kisah Samiri Membuat Patung Sapi yang Dapat Berbicara Lalu Dijadikan Tuhan

Ketika Musa bersegera kepada Tuhannya, Samiri mengumpulkan perhiasan semampunya: perhiasan Bani Israil. Dia mencetaknya menjadi anak sapi, kemudian dia memasukkan segenggam (dari jejak rasul) ke dalam perutnya. Ternyata, ia menjadi anak sapi yang bersuara.

Maka, Samiri berkata kepada mereka, "Ini adalah Tuhan kalian dan Tuhan Musa.''

Harun berkata kepada mereka, ''Wahai kaum, bukankah Tuhan kalian telah memberi janji baik kepada kalian?''

Ketika Musa kembali kepada Bani Israil yang telah disesatkan oleh Samiri, Musa memegang kepala saudaranya. Maka, Harun berkata apa yang dikatakan Musa kepada Samiri, ''Apa yang membuatmu melakukan ini?''

Samiri menjawab, ''Aku mengambil segenggam dari jejak rasul, lalu aku melemparkannya. Demikianlah nafsuku membujukku.''

Lalu, Musa mendatangi anak sapi itu. Dia meletakkan serutan dan menyerutnya di tepi sungai. Maka, tidak seorang pun yang menyembah anak sapi meminum dari air itu, kecuali wajahnya akan menguning seperti emas.

Mereka berkata kepada Musa, ''Bagaimana taubat kami?''

Musa menjawab, ''Sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain.'' Lalu, mereka mengambil pisau. Maka, mulailah seorang membunuh bapaknya dan saudaranya tanpa peduli hingga yang terbunuh berjumlah tujuh puluh ribu.

Lalu, Allah memberi wahyu kepada Musa, ''Perintahkan mereka agar berhenti. Aku telah mengampuni yang terbunuh dan memaafkan yang hidup.''
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1679 seconds (10.101#12.26)