Kisah Nabi Yosua Menahan Terbitnya Matahari
Kamis, 08 September 2022 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini menunjukkan bahwa malam itu adalah malam ke-14 pada bulan pertama. Ibnu Katsir mengatakan matahari yang ditahan dari peredarannya merupakan kisah yang disebutkan di dalam hadis.
Adapun bulan yang ditahan dari garis peredarannya merupakan kisah yang berasal dari Ahli Kitab yang tidak kontradiktif dengan hadis. Bahkan, dalam hal ini justru merupakan informasi tambahan, sebagai penguat yang tidak perlu diingkari dan tidak pula dipercayai.
Baca juga: Kisah Nabi Jirjis, Adakah Nabi Setelah Nabi Isa Selain Nabi Muhammad SAW?
Akan tetapi, penjelasan mereka yang berkaitan dengan penaklukan kota Ariha, masih diperdebatkan. Boleh jadi, penyerangan mereka ke kota Ariha dilakukan dalam rangka mencapai tujuan mereka yang sangat agung menuju Baitul Magdis. Wallahu a'lam.
Soal matahari yang ditahan, disampaikan Rasulullah dala hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya, matahari tidak pernah ditahan terbit bagi seseorang pun, kecuali untuk Yusya' bin Nun dalam perjalanan malam ke Baitul Maqdis'.” (HR Ahmad)
Di dalam hadis tersebut terdapat indikasi bahwa orang yang membebaskan Baitul Maqdis adalah Yusya' bin Nun atau Yosua. Peristiwa ditahannya matahari dari garis edarnya adalah berkaitan dengan pembebasan Baitul Maqdis, bukan pembebasan Ariha.
Surat Al-Ma'idah Ayat 23
Sepeninggal Nabi Harun dan Nabi Musa, Bani Israil sukses memasuki Baitul Maqdis dipimpin Nabi Josua atau Yusya' bin Nun.
Hanya saja, orang-orang yang pernah menolak perintah untuk berperang melawan kaum Jabbar, tidak ada seorang pun dari mereka yang ikut masuk ke Baitul Maqdis. Pasalnya, mereka semua telah meninggal dunia, tanpa pernah menyaksikan kemenangan tersebut.
Ibnu Katsir mengatakan bahwa tidak ada seorang pun di antara Bani Israil yang keluar dari Padang Tiih bersama Musa as, kecuali Yusya' bin Nun dan Kalib bin Yaufna (suami Maryam, saudara perempuan Musa dan Harun).
Allah SWT berfirman: “Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, 'Serbulah mereka melalui pintu gerbang itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.' ( QS Al-Ma'idah (5) : 23)
Adapun bulan yang ditahan dari garis peredarannya merupakan kisah yang berasal dari Ahli Kitab yang tidak kontradiktif dengan hadis. Bahkan, dalam hal ini justru merupakan informasi tambahan, sebagai penguat yang tidak perlu diingkari dan tidak pula dipercayai.
Baca juga: Kisah Nabi Jirjis, Adakah Nabi Setelah Nabi Isa Selain Nabi Muhammad SAW?
Akan tetapi, penjelasan mereka yang berkaitan dengan penaklukan kota Ariha, masih diperdebatkan. Boleh jadi, penyerangan mereka ke kota Ariha dilakukan dalam rangka mencapai tujuan mereka yang sangat agung menuju Baitul Magdis. Wallahu a'lam.
Soal matahari yang ditahan, disampaikan Rasulullah dala hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya, matahari tidak pernah ditahan terbit bagi seseorang pun, kecuali untuk Yusya' bin Nun dalam perjalanan malam ke Baitul Maqdis'.” (HR Ahmad)
Di dalam hadis tersebut terdapat indikasi bahwa orang yang membebaskan Baitul Maqdis adalah Yusya' bin Nun atau Yosua. Peristiwa ditahannya matahari dari garis edarnya adalah berkaitan dengan pembebasan Baitul Maqdis, bukan pembebasan Ariha.
Surat Al-Ma'idah Ayat 23
Sepeninggal Nabi Harun dan Nabi Musa, Bani Israil sukses memasuki Baitul Maqdis dipimpin Nabi Josua atau Yusya' bin Nun.
Hanya saja, orang-orang yang pernah menolak perintah untuk berperang melawan kaum Jabbar, tidak ada seorang pun dari mereka yang ikut masuk ke Baitul Maqdis. Pasalnya, mereka semua telah meninggal dunia, tanpa pernah menyaksikan kemenangan tersebut.
Ibnu Katsir mengatakan bahwa tidak ada seorang pun di antara Bani Israil yang keluar dari Padang Tiih bersama Musa as, kecuali Yusya' bin Nun dan Kalib bin Yaufna (suami Maryam, saudara perempuan Musa dan Harun).
Allah SWT berfirman: “Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, 'Serbulah mereka melalui pintu gerbang itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.' ( QS Al-Ma'idah (5) : 23)
Lihat Juga :