Kisah Segantang Gandum dan Seekor Anak Kambing untuk Seluruh Pasukan Khandaq
Kamis, 15 September 2022 - 17:06 WIB
loading...
Pada persiapan perang Khandaq Rasulullah SAW dan seluruh pasukan muslim tidak makan selama tiga hari. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Kisah segantang gandum dan seekor anak kambing betina untuk seluruh pasukan muslim dalam Perang Khandaq ini diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab Peperangan, bab: Perang Khandaq atau Ahzab. Hadis ini dari Jabir ra.
Jabir ra mengatakan sesungguhnya kami pada hari terjadinya Perang Khandaq bekerja menggali parit. Lalu terhalang oleh sebongkah tanah yang sangat keras. Para sahabat pergi menemui Rasulullah SAW untuk menyampaikan hal tersebut kepada beliau.
Baca juga: Salman Al-Farisi: Pencetus Ide Pertahanan dalam Perang Khandaq
Nabi Muhammad SAW berkata, "Aku akan turun tangan." Kemudian beliau berdiri, sedangkan ikat perutnya diganjal dengan batu. Kami tinggal di sana selama tiga hari tanpa pernah memakan apa pun.
Nabi SAW mengambil cangkul, kemudian mencangkul tanah yang keras itu. Akhirnya tanah itu hancur menjadi pasir. Aku berkata: 'Wahai Rasulullah, izinkanlah aku kembali ke rumah."
Lalu aku bertanya kepada istriku: "Aku telah melihat sesuatu pada Rasulullah SAW yang membuatku tidak tahan. Apakah kamu mempunyaui sesuatu (untuk dimakan)?"
Istriku menjawab: "Aku mempunyai gandum dan seekor kambing betina."
Lalu aku menyembelih kambing itu, sedangkan istriku bertugas menggiling gandum, sampai kami menaruh daging di dalam kuali. Kemudian aku pergi menemui Rasulullah SAW. Ketika adonan sudah lunak dan masakan di kuali yang terletak di atas tungku sudah hampir matang, aku berkata: "Ini adalah sedikit makanan dariku, maka berdirilah, ya Rasulullah dan ajaklah makan satu atau dua orang."
Beliau bertanya: "Berapa banyak (makananmu)?"
Aku sebutkan jumlah atau banyaknya kepada beliau.
Jabir ra mengatakan sesungguhnya kami pada hari terjadinya Perang Khandaq bekerja menggali parit. Lalu terhalang oleh sebongkah tanah yang sangat keras. Para sahabat pergi menemui Rasulullah SAW untuk menyampaikan hal tersebut kepada beliau.
Baca juga: Salman Al-Farisi: Pencetus Ide Pertahanan dalam Perang Khandaq
Nabi Muhammad SAW berkata, "Aku akan turun tangan." Kemudian beliau berdiri, sedangkan ikat perutnya diganjal dengan batu. Kami tinggal di sana selama tiga hari tanpa pernah memakan apa pun.
Nabi SAW mengambil cangkul, kemudian mencangkul tanah yang keras itu. Akhirnya tanah itu hancur menjadi pasir. Aku berkata: 'Wahai Rasulullah, izinkanlah aku kembali ke rumah."
Lalu aku bertanya kepada istriku: "Aku telah melihat sesuatu pada Rasulullah SAW yang membuatku tidak tahan. Apakah kamu mempunyaui sesuatu (untuk dimakan)?"
Istriku menjawab: "Aku mempunyai gandum dan seekor kambing betina."
Lalu aku menyembelih kambing itu, sedangkan istriku bertugas menggiling gandum, sampai kami menaruh daging di dalam kuali. Kemudian aku pergi menemui Rasulullah SAW. Ketika adonan sudah lunak dan masakan di kuali yang terletak di atas tungku sudah hampir matang, aku berkata: "Ini adalah sedikit makanan dariku, maka berdirilah, ya Rasulullah dan ajaklah makan satu atau dua orang."
Beliau bertanya: "Berapa banyak (makananmu)?"
Aku sebutkan jumlah atau banyaknya kepada beliau.
Lihat Juga :