Tanda Kiamat Segera Datang : Munculnya Wanita Berpakaian Tetapi Telanjang
Sabtu, 17 September 2022 - 05:15 WIB
loading...
salah satu tanda kiamat akan segera datang, yakni munculnya orang-orang yang berpakaian tetapi telanjang. Orang-orang seperti itu, tergambar dari banyak munculnya wanita yang suka pamer aurat. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kita sudah berada di akhir zaman (menjelang kiamat), salah satunya kemunculan para wanita yang berpakaian namun hakikatnya mereka telanjang. Benarkah demikian? Adakah dalil yang menjelaskannya?
Dikutip dari kitab Syaik Mahmud Al-Mishri, 'Rihlah Ila Ad-Dar Al-Akhirah', disebutkan, salah satu tanda kiamat akan segera datang, yakni munculnya orang-orang yang berpakaian tetapi telanjang. Orang-orang seperti itu, tergambar dari banyak munculnya wanita yang suka pamer aurat (atau disebut al-Mutabarrijat) seperti yang terjadi saat ini.
Baca juga: Penjelasan Serta Tanda-tanda Kiamat Kubro, Nomor 2 Paling Ditakuti
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu Rasulullan Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Ada dua macam ahli neraka yang belum aku saksikan, yaitu: Suatu kaum yang membawa cemeti seperti ekor-ekor sapi untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian akan tetapi sebenarnya mereka tidak berpakaian yang menanggalkan tutup kepala, yang menarik kepada maksiat, kepala mereka seperti punuk-punuk onta yang miring, mereka itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya sedangkan bau surga itu dapat tercium dari jarak sekian.” (HR Muslim)
Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam dengan jelas memberitahukan bahwa perempuan seperti itu termasuk penghuni neraka jika ia tidak konsistem dengan hijabnya, kemudian terus menerus seperti itu, bahkan ia akan menjadi wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Sangat mengherankan pula, bahwa hal ini tidak hanya menimpa kaum perempuan saja, tetapi juga kaum lelaki yang membolehkan istri atau anak perempuannya keluar rumah dalam keadaan seperti itu.
Makna Berpakaian Tetapi Telanjang
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan berpakaian tetapi telanjang ini? Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam Fatwa- Fatwa Kontemporer menjelaskan, maksud berpakaian tetapi telanjang yaitu pakaian yang tidak berfungsi menutup aurat. Pakaian itu bisa menyifati kulit karena tipisnya atau sempitnya pakaian itu.
Aisyah radhiyallahu'anha pernah menegur beberapa perempuan dari bani Tamim karena mereka berpakaian yang sangta tipis. Aisyah berkata, "Kalau kamu orang mukmin, maka bukan semacam ini pakaian wanita-wanita mukmin." (HR Thabrani dan lain-lain).
Dikutip dari kitab Syaik Mahmud Al-Mishri, 'Rihlah Ila Ad-Dar Al-Akhirah', disebutkan, salah satu tanda kiamat akan segera datang, yakni munculnya orang-orang yang berpakaian tetapi telanjang. Orang-orang seperti itu, tergambar dari banyak munculnya wanita yang suka pamer aurat (atau disebut al-Mutabarrijat) seperti yang terjadi saat ini.
Baca juga: Penjelasan Serta Tanda-tanda Kiamat Kubro, Nomor 2 Paling Ditakuti
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu Rasulullan Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Ada dua macam ahli neraka yang belum aku saksikan, yaitu: Suatu kaum yang membawa cemeti seperti ekor-ekor sapi untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian akan tetapi sebenarnya mereka tidak berpakaian yang menanggalkan tutup kepala, yang menarik kepada maksiat, kepala mereka seperti punuk-punuk onta yang miring, mereka itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya sedangkan bau surga itu dapat tercium dari jarak sekian.” (HR Muslim)
Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam dengan jelas memberitahukan bahwa perempuan seperti itu termasuk penghuni neraka jika ia tidak konsistem dengan hijabnya, kemudian terus menerus seperti itu, bahkan ia akan menjadi wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Sangat mengherankan pula, bahwa hal ini tidak hanya menimpa kaum perempuan saja, tetapi juga kaum lelaki yang membolehkan istri atau anak perempuannya keluar rumah dalam keadaan seperti itu.
Makna Berpakaian Tetapi Telanjang
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan berpakaian tetapi telanjang ini? Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam Fatwa- Fatwa Kontemporer menjelaskan, maksud berpakaian tetapi telanjang yaitu pakaian yang tidak berfungsi menutup aurat. Pakaian itu bisa menyifati kulit karena tipisnya atau sempitnya pakaian itu.
Aisyah radhiyallahu'anha pernah menegur beberapa perempuan dari bani Tamim karena mereka berpakaian yang sangta tipis. Aisyah berkata, "Kalau kamu orang mukmin, maka bukan semacam ini pakaian wanita-wanita mukmin." (HR Thabrani dan lain-lain).
Lihat Juga :