Keluarga, Sasaran Utama Tugas Iblis Merusak Manusia
Rabu, 21 September 2022 - 11:51 WIB
loading...
Sasaran utama dari tugas iblis dan bala tentaranya adalah keluarga, iblis akan merusak mereka mulai dari anak, istri dan kepala rumah tangganya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Tugas iblis dan bala tentaranya adalah merusak dan menggoda manusia. Salah satu sasarannya dari tugas mereka adalah keluarga. Tentara-tentara iblis ini setiap saat memberikan laporan kepada iblis atas apa yang telah mereka lakukan terhadap anak Adam.
“Salah satu dari tentaranya datang dan melaporkan: ‘aku sudah melakukan ini dan itu.' Iblis belum merasa puas dan berkata: “Engkau belum melakukan apa-apa.”
Baca juga: Pekerjaan Iblis, Menghiasi yang Buruk Menjadi Indah
Artinya iblis belum puas dengan apa yang mereka lakukan. Hingga datanglah salah seorang tentara iblis yang lainnya dan berkata melapor: "Tidaklah aku meninggalkan anak Adam melainkan setelah aku berhasil memisahkan dirinya dengan istrinya.”
Yaitu merusak hubungannya dengan istrinya, menghancurkan rumah tangganya.
Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata setelah itu bahwa iblis menyuruh tentaranya tersebut mendekat ke sisinya dan berkata: “Engkau baru sebaik-baik tentaraku.”
Artinya iblis baru puas dengan apa yang telah dilakukan oleh tentaranya itu. Yaitu merusak rumah tangga muslim .
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary menjelaskan, hal tersebut adalah langkah iblis. Tujuan utama tentunya bukanlah merusak rumah tangga ini, tapi ini merupakan salah satu sarana rusaknya sebuah bangsa atau masyarakat atau generasi, dengan rusaknya rumah tangga.
Merusak rumah tangga bukan tujuan utama, tapi sebagai wasilah kepada kerusakan yang lebih besar. Dan kita dapati sebuah masyarakat menjadi rusak jika elemen rumah tangga ini rusak. Itulah yang menjadi tujuan iblis, bagaimana merusak rumah tangga.
"Hal ini supaya bisa merusak masyarakat. Karena sebuah bangsa tersusun dari rumah tangga-rumah tangga," ungkap dai yang sering memberi kajian Parenting Islami ini.
“Salah satu dari tentaranya datang dan melaporkan: ‘aku sudah melakukan ini dan itu.' Iblis belum merasa puas dan berkata: “Engkau belum melakukan apa-apa.”
Baca juga: Pekerjaan Iblis, Menghiasi yang Buruk Menjadi Indah
Artinya iblis belum puas dengan apa yang mereka lakukan. Hingga datanglah salah seorang tentara iblis yang lainnya dan berkata melapor: "Tidaklah aku meninggalkan anak Adam melainkan setelah aku berhasil memisahkan dirinya dengan istrinya.”
Yaitu merusak hubungannya dengan istrinya, menghancurkan rumah tangganya.
Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata setelah itu bahwa iblis menyuruh tentaranya tersebut mendekat ke sisinya dan berkata: “Engkau baru sebaik-baik tentaraku.”
Artinya iblis baru puas dengan apa yang telah dilakukan oleh tentaranya itu. Yaitu merusak rumah tangga muslim .
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary menjelaskan, hal tersebut adalah langkah iblis. Tujuan utama tentunya bukanlah merusak rumah tangga ini, tapi ini merupakan salah satu sarana rusaknya sebuah bangsa atau masyarakat atau generasi, dengan rusaknya rumah tangga.
Merusak rumah tangga bukan tujuan utama, tapi sebagai wasilah kepada kerusakan yang lebih besar. Dan kita dapati sebuah masyarakat menjadi rusak jika elemen rumah tangga ini rusak. Itulah yang menjadi tujuan iblis, bagaimana merusak rumah tangga.
"Hal ini supaya bisa merusak masyarakat. Karena sebuah bangsa tersusun dari rumah tangga-rumah tangga," ungkap dai yang sering memberi kajian Parenting Islami ini.
Lihat Juga :