Mengapa Nabi Muhammad SAW Tidak Pernah Adzan? Ini Alasannya

loading...
Mengapa Nabi Muhammad SAW Tidak Pernah Adzan? Ini Alasannya
Seumur hidup beliau, Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengumandangkan adzan ternyata ada sebabnya. Foto ilustrasi muazin/Ist
Mengapa Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam (SAW) tidak pernah mengumandangkan adzan ? Simak alasannya berikut ini.

Sebagaimana diketahui pada masa Rasullullah SAW, adzan selalu dikumandangkan oleh beberapa sahabat di antaranya Bilal bin Robbah, Ibnu Ummi Maktum, Abu Mahzurah, dan Sa'ad Al-Qarazh radhiyallahu 'anhum. Inilah sahabat yang menjadi muazzin (juru Adzan) Rasulullah SAW.

Lalu, apa alasan Nabi Muhammad SAW tidak mengumandangkan Adzan? Habib Abdurrahman Assagaf Ternate dalam satu kajiannya mengatakan, ada satu hikmah besar yang patut diketahui bahwa Nabi Muhammad SAW sangat menyayangi umatnya melebihi diri beliau sendiri.

Rasulullah SAW seumur hidup tidak pernah mengumandangkan Adzan sebelum didirikannya sholat berjamaah, ternyata ada sebabnya. Alasannya adalah Nabi khawatir jika Beliau mengumandangkan Adzan, sampai pada kalimat حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ "hayya 'alass sholah" (mari dirikan sholat), kemudian di saat itu tidak ada yang datang ke masjid, maka umatnya akan berdosa.

Mengapa demikian? Karena menjawab panggilan Nabi itu hukumnya wajib dan harus segera ditunaikan. Rasulullah SAW takut kelak membebani umatnya.

Habib Abdurrahman Assagaf juga menerangkan, apabila Nabi Adzan maka dikhawatirkan akan menjadi suatu perkara yang wajib. Perlu diketahui secara hukum, sholat berjamaah di masjid hukumnya ada khilaf di kalangan ulama Fuqaha.

Dalam Mazhab Syafi'i ada 2 pendapat yang tarjih (kuat). Pertama menyebutkan bahwa sholat berjamaah di masjid hukumnya fardhu kifayah menurut Imam An-Nawawi (631-676 H). Artinya, jika sholat berjamaah itu dikerjakan beberapa orang saja, maka gugurlah kewajiban muslim yang lain. Pendapat kedua mengatakan Sunnah Muakkad.

Sementara Mazhab Hambali dan Hanafi mengatakan sholat berjamaah di masjid hukumnya wajib. Kesimpulannya terjadi khilaf di kalangan ulama terkait hukum sholat berjamaah ini.

Kembali ke topik di atas, seandainya dulu Rasulullah SAW mengumandangkan adzan, maka sholat berjamaah mutlak menjadi wajib karena ada kalimat "hayya 'alas sholah" yang diserukan oleh Nabi. Artinya, yang terlambat datang ke masjid akan berdosa, yang tidak datang ke masjid akan berdosa.

"Nabi tidak mau memberatkan umatnya, maka beliau tinggalkan adzan. Yang diperintah untuk mengumandangkan Adzan pada masa Belia adalah Sayyidina Bilal, Abdullah Ibnu Ummi Maktum. Inilah bentuk kasih sayang Nabi kepada umatnya," jelas Habib Abdurrahman.

Itu sebabnya dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah, Nabi Muhammad SAW disifati dengan Ar-Rauf (sangat mengasihi) sifat Ar-Rahim (penyayang) yang termasuk sifatnya Allah Ta'ala. Kedua sifat ini Allah berikan kepada kekasih-Nya Nabi Muhammad SAW.

لَـقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُوۡلٌ مِّنۡ اَنۡفُسِكُمۡ عَزِيۡزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيۡصٌ عَلَيۡكُمۡ بِالۡمُؤۡمِنِيۡنَ رَءُوۡفٌ رَّحِيۡمٌ‏

Artinya: "Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (QS At-Taubah Ayat 128)

Demikian alasan mengapa Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengumandangkan adzan. Beliau sangat menyayangi umatnya dan tidak mau memberatkan umatnya.

Baca Juga: 5 Muazin pada Masa Rasulullah SAW dan Keutamaan Juru Azan

Berikut Tusiyah Habib Abdurrahman Assagaf disiarkan Channel AQSHAGHAFI 9 November 2021:
(rhs)
preload video