Kisah Nazar Sayyidah Aisyah Pantang Bicara dengan Abdullah bin Zubair

loading...
Baca juga: Zubair bin Awwam: Ahli Surga yang Jadi Lawan Kubu Ali Bin Abi Thalib

Penguasa Hejaz
Sekadar mengingatkan Abdullah bin Zubair atau Ibnu Zubair adalah cucu Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau sempat menjadi khalifah yang pemerintahannya berpusat di Hejaz.

O Hashem dalam "Muhammad Sang Nabi: Penelusuran Sejarah Nabi Muhammad Secara Detail" memaparkan selain Hijaz, Ibnu Zubair juga memantapkan keuasaannya di Iraq, Selatan Arabia dan bagian terbesar Syam, serta sebagian Mesir.

Jauh sebelum itu, Ibnu Zubair adalah prajurit Islam yang tangguh. Beliau tercaat sebagai mujahid yang menggempur Afrika, membebaskan mereka dari kesesatan. Pada waktu mengikuti ekspedisi tersebut, usianya baru menginjak 17 tahun.

Dalam peperangan tersebut, jumlah personil diantara dua pasukan jauh tidak seimbang. Jumlah pasukan Muslimin hanya 20.000 orang, sedangkan tentara musuh berjumlah 120.000 orang. Keadaan ini cukup membuat kaum Muslimin kerepotan melawan gelombang musuh yang demikian banyak, walau hal itu tidak membuat mereka gentar.

Melihat kondisi yang kurang menguntungkan tersebut, Abdullah bin Zubair berpikir mencari rahasia kekuatan lawan. Akhirnya ia menemukan jawaban, bahwa inti kekuatan musuh tertumpu pada Raja Barbar yang menjadi panglima perang mereka. Dengan penuh keberanian, Abdullah mencoba menembus pasukan musuh yang berlapis menuju ke arah panglima tersebut.

Baca juga: Membakar Masjid Kaum Munafik, Matinya Abdullah Bin Ubayy

Upayanya tidak sia-sia, ketika jarak antara dirinya dan Raja Barbar telah dekat, ia menebaskan pedangnya menghabisi nyawa panglima kaum musyrik itu. Panji pasukan lawan pun direbut oleh teman-temannya dari tangan musuh. Dan ternyata, dugaan Abdullah tidak meleset, segera setelah itu semangat tempur pasukan musuh redup dan tak lama kemudian mereka bertekuk lutut di hadapan para mujahid yang gagah berani.
(mhy)
halaman ke-2
preload video