Membakar Masjid Kaum Munafik, Matinya Abdullah Bin Ubayy

Jum'at, 15 Mei 2020 - 03:25 WIB
loading...
Membakar Masjid Kaum...
Kaum munafik enggan turut berperang melawan kaum kafir. Ilustrasi/Ist
A A A
Bagian ketiga dari Seruan Nabi Melawan Romawi. Kisah ini dinukil dari Buku sejarah hidup Muhammad karangan Muhammad Husain Haekal dan diterjemahkan dari Bahasa Arab oleh Ali Audah. (Baca sebelumnya: Ketakutan Dengan Pasukan Muslim, Pihak Romawi Menarik Diri )

RASULULLAH Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) kembali dengan memimpin ribuan anggota Pasukan 'Usra ini dari perbatasan Syam ke Madinah, bukanlah soal yang ringan. Mereka itu kebanyakan tidak mengerti makna persetujuan yang telah diadakan dengan amir Aila dan negeri-negeri tetangganya, Juga mereka tidak menganggap begitu penting persetujuan-persetujuan yang telah dibuat oleh Rasulullah guna menjamin keamanan di perbatasan seluruh jazirah itu serta dibangunnya benteng-benteng di tempat-tempat itu sebagai perbatasan dengan pihak Romawi.

Sebaliknya yang dapat mereka lihat hanyalah, bahwa mereka menempuh jalan yang sulit dan panjang ini, dengan mengalami gangguan-gangguan, kemudian kembali tanpa membawa rampasan, tanpa membawa tawanan perang, bahkan berperang juga tidak. Segala yang dapat mereka lakukan hanyalah tinggal di Tabuk selama hampir duapuluh hari.

(Baca juga: Kaum Munafik Menghindari Seruan Nabi Melawan Romawi )

Jadi, hanya untuk inikah mereka mengarungi padang sahara di bawah tekanan panas musim yang dahsyat, sementara buah-buahan di Madinah sudah mulai masak, dan orang sudah pula dapat menikmatinya? Ada segolongan orang yang lalu mengejek apa yang telah dilakukan Rasulullah itu.

Orang yang memang sudah teguh imannya, menyampaikan kabar ini kepada Rasulullah. Beliau mengambil tindakan terhadap orang-orang yang mengejeknya itu, kadang dengan kekerasan, kadang dengan cara lemah-lembut, sementara pasukan tentara meneruskan perjalanan pulang ke Madinah sambil selalu Rasulullah menjaga dan mengatur barisan itu.

Tatkala beliau sudah sampai di kota, Khalid bin'l-Walid pun menyusul pula sampai. Ia datang bersama dengan Ukaidir yang dibawanya dari Duma, berikut unta, kambing, gandum dan baju-baju besi. Ketika itu Ukaidir mengenakan pakaian lengkap dari sutera berat dengan berumbaikan emas. Penduduk Madinah sangat terpesona melihatnya. (Baca juga: Khalifah Umar Pecat Khalid bin Walid demi Selamatkan Tauhid Umat )

Mereka yang tinggal di belakang tidak mengikutinya merasa gelisah sekali. Mereka yang tadinya mengejek kini mulai sadar sendiri. Mereka datang sekarang sambil membawa dalih minta maaf. Tetapi kebanyakan mereka minta maaf itu disertai kebohongan.

Sikap mereka ini oleh Rasulullah ditolak, diserahkan kepada kebijaksanaan Tuhan. Tetapi ada tiga orang yang sudah beriman kepada Allah dan kepada Rasul, mereka ini mengakui akan tindakan mereka tinggal di belakang dan mengakui pula dosa mereka.

(Baca juga: Perang Badar (1): Menguji Kesetiaan Kaum Anshar )

Mereka itu ialah Ka'b bin Malik, Murara bin'r-Rabi' dan Hilal bin Umayya. Karena larangan yang pernah dikeluarkan oleh Rasulullah, mereka bertiga itu selama limapuluh hari tidak diajak bicara oleh kaum Muslimin, juga tidak seorang Muslim pun mengadakan hubungan dagang dengan mereka. Tetapi Tuhan kemudian mengampuni mereka bertiga, dan firman Tuhan ini turun:

لَّقَد تَّابَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلنَّبِىِّ وَٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ فِى سَاعَةِ ٱلْعُسْرَةِ مِنۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُۥ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
وَعَلَى ٱلثَّلَٰثَةِ ٱلَّذِينَ خُلِّفُوا۟ حَتَّىٰٓ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ وَظَنُّوٓا۟ أَن لَّا مَلْجَأَ مِنَ ٱللَّهِ إِلَّآ إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

"Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar yang telah mengikuti Nabi pada masa kesulitan ('usra) setelah ada sebagian mereka yang hampir menyimpang hatinya. Tetapi kemudian Tuhan menerima taubat mereka. Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada mereka. Juga terhadap tiga orang yang tinggal di belakang, sehingga bumi yang seluas ini terasa sempit oleh mereka, napas mereka pun terasa sesak, dan mereka sudah mengerti, bahwa tak ada tempat berlindung dari siksa Tuhan selain kepada Tuhan juga. Kemudian Allah menerima taubat mereka supaya mereka selalu bertaubat. Dan Allah Maha Penerima segala taubat dan Maha Pengasih." (Qur'an, 9:117-118)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW Menyembelih 100 Unta setelah Melaksanakan Haji Wada
Rasulullah SAW Pernah...
Rasulullah SAW Pernah Menunda Ibadah Haji Hingga 4 Tahun, Begini Kisahnya!
Kisah Baginda Nabi Muhammad...
Kisah Baginda Nabi Muhammad SAW Ketika Bertemu Lailatul Qadar
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW yang Melipatgandakan Sedekah di Bulan Ramadan
Siapakah Bangsa Rum?...
Siapakah Bangsa Rum? Kaum yang Menang Perang dan Mengkhianati Umat Islam di Akhir Zaman
Rekomendasi
Gas Inti Bumi Terdeteksi...
Gas Inti Bumi Terdeteksi Bocor, Penduduk Dunia Diminta Waspada
Melintasi Sembilan Negara,...
Melintasi Sembilan Negara, Sungai Nil Saksi Angkara Murka Firaun
5 Robot Terbesar di...
5 Robot Terbesar di Dunia Nyata seperti di Film Transformers
Artikel Terkini
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved