7 Adab Makan Beserta Doa Sebelum dan Sesudahnya, Nomor Terakhir Dapat Berkah

loading...
7 Adab Makan Beserta Doa Sebelum dan Sesudahnya, Nomor Terakhir Dapat Berkah
Salah satu adab makan yang dianjurkan Nabi yaitu hendaknya makan bersama-sama (berjamaah) karena di dalamnya terdapat keberkahan. Foto ilustrasi/ist
Adab makan beserta doa sebelum dan sesudahnya perlu diamalkan umat muslim. Rasulullah SAW mengajarkan adab makan karena di dalamnya terdapat keberkahan dan nilai ibadah.

Adab makan yang dicontohkan Rasulullah ini juga terbukti bermanfaat untuk kesehatan. Selain mengawalinya dengan kalimat 'Bismillah', Beliau juga membaca doa yang mengandung pujian kepada Allah Ta'ala.

Baca Juga: Gaya Kuliner Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Ada baiknya sebelum makan kita dalam keadaan berwudhu. Sebab, berwudhu sebelum makan akan menghilangkan kemiskinan, dan berwudhu sesudahnya akan menghilanggakan gangguan setan.

Berikut 7 Adab Makan Berserta Doanya:

1. Membaca Bismillah Sebelum Makan
Di antara adab yang diajarkan oleh Nabi shollallohu 'alaihi wasallam ketika makan adalah membaca "Bismillah". Dari 'Umar bin Abi Salamah, ia berkata, "Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka beliau bersabda:

« يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ » . فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

Artinya: "Wahai Ghulam, sebutlah nama Allah (bacalah Bsinillah), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu. Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu." (HR Al-Bukhari 5376 dan Muslim 2022)

Apabila terlupa mengucap Bismillah maka dianjurkan mengucapkan kalaimat: "BISMILLAAH AWWALAHU WA AAKHIROHU (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)." (HR Abu Daud 3767 dan At-Tirmidzi 1858)

2. Makan dengan Tangan Kanan
Adab kedua ketika makan hendaknya menggunakan tangan kanan. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma:

إذا أَكَلَ أحدُكُم فليأكلْ بيمينِهِ . وإذا شرِبَ فليشربْ بيمينِهِ . فإنَّ الشَّيطانَ يأكلُ بشمالِهِ ويشربُ بشمالِهِ

Artinya: "Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya." (HR Muslim 2020)

3. Makan dalam Keadaan Duduk
Meski ada riwayat menyebutkan Nabi shollallohu 'alaihi wasallam pernah minum sambil berdiri, namun lebih afdholnya dan lebih selamat adalah posisi duduk. Dari Anas bin Malik berkata:

عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا

Artinya: "Dari Nabi shollallohu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. "Qatadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), "Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?" Anas menjawab: "Itu lebih parah dan lebih jelek." (HR Muslim)

4. Tidak Bersandar Saat Makan
Adab berikutnya adalah makan dalam keadaan tidak bersandar. Nabi shollallohu 'alaihi wasallam pernah bersabda yang artinya: "Aku (ketika) makan tidak dalam keadaan bersandar, Aku (Nabi Muhammad) adalah seorang hamba, maka aku minum layaknya seorang hamba dan makan layaknya seorang hamba."

Rasulullah SAW juga makan di atas lantai seadanya tanpa alas atau bantal yang sering dipakai para Raja. Beliau menconrohkan posisi makan yang lebih mendekatkan pada kerendahan hati.

5. Makan dengan Posisi Duduk (Bukan Duduk Santai)
Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Juhaifah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لَا آكُلُ مُتَّكِئًا

Artinya: "Aku tidak makan sambil duduk itka'."
halaman ke-1
preload video