Kisah Aminah Sendiri di Kota Mekkah saat Pasukan Abrahah akan Hancurkan Kakbah
Rabu, 28 September 2022 - 17:48 WIB
loading...
A
A
A
Abdul Muthalib berjalan menuju Kakbah. Ia lalu memegang gantungan di pintu Kakbah, berdoa dengan keras dan diikuti orang-orang: “Wahai Tuhan, aku tidak mengharap bantuan kepada selain Engkau Wahai Tuhan, cegahlah mereka dari rumah-Mu. Sesungguhnya musuh rumah ini adalah musuh-Mu. Maka, cegahlah mereka yang akan menghancurkan tempat tinggal-Mu. Jangan sampai salib mereka menang. Kekuatan mereka adalah musuh kekuatran-Mu. Semua pasukan dan gajah mereka datang dari negeri mereka.”
Hampir semua penduduk meninggalkan Kota Mekkah. Mereka berhamburan menyelamatkan diri. Namun, Aminah binti Wahab, bertahan di rumahnya. Aminah sangat yakin bahwa Allah akan melindungi rumah-Nya dari kejahatan pasukan Abrahah.
Benar dugaan Aminah. Allah SWT menggagalkan rencana busuk Abrahah. Mereka menyuruh gajah-gajah mereka untuk menyerang Kakbah, tetapi semua gajah tidak mau berjalan kendari dipukul atau dirayu dengan lembut sekalipun.
“Hadapkanlah gajah itu ke arah Syam, mungkin ia akan bergerak!” teriak salah seorang dari mereka.
Baca juga: Selain Abrahah, Berikut Upaya Penaklukan Mekkah dan Pemindahan Kakbah
Baru sedikit saja mereka menghadapkan gajah itu ke arah Syam, tiba-tiba gajah sudah bergerak dengan cepat. Mereka lalu menghadapkan kembali gajah itu ke arah Kakbah, tetapi lagi-lagi gajah diam.
Begitu berulang-ulang. Sejurus kemudian, ketika panas menyengat, mereka melihat gumpalan awan hitam bergerak ke arah mereka. Tentu saja, mereka gembira dan mengira hujan akan turun. Gumpalan hitam itu mendekati mereka dan ternyata itu adalah burung-burung yang menjatuhkan batu-batu hitam panas ke arah mereka. Dalam sekejap, tubuh-tubuh mereka terbakar.
Batu-batu itu masuk dari kepala dan menembus keluar dari telapak kaki mereka. Mereka bergelimpangan mati. “Tubuh mereka terkoyak-koyak laksana daun yang dimakan ular.” (QS al-Fil : 5)
Masing-masing burung membawa tiga batu kecil yang berasal dari Sijjil di kedua kakinya dan di paruhnya. Batu-batu kecil itu oleh pasukan burung dijatuhkan cepat mengenai kepala masing-masing pasukan bergajah.
Abrahah sendiri tertimpa batu itu dan tidak mampu menolaknya. Namun, itu tidak membuatnya terbunuh. Ia hanya terluka dan berdarah. Lalu, ia terjatuh dari gajahnya dengan darah bercucuran. Allah menghendaki ia tidak mati saat itu, agar peristiwa itu menjadi peringatan baginya. Ia dinaikkan ke atas gajah dan meninggalkan medan pertempuran. Abrahah mati sebelum sampai ke Yaman. Dan, Kakbah pun tetap berdiri megah.
Baca juga: Ada yang Berpendapat Nabi Lahir Jauh Sebelum Abrahah Menyerang Ka’bah
Hampir semua penduduk meninggalkan Kota Mekkah. Mereka berhamburan menyelamatkan diri. Namun, Aminah binti Wahab, bertahan di rumahnya. Aminah sangat yakin bahwa Allah akan melindungi rumah-Nya dari kejahatan pasukan Abrahah.
Benar dugaan Aminah. Allah SWT menggagalkan rencana busuk Abrahah. Mereka menyuruh gajah-gajah mereka untuk menyerang Kakbah, tetapi semua gajah tidak mau berjalan kendari dipukul atau dirayu dengan lembut sekalipun.
“Hadapkanlah gajah itu ke arah Syam, mungkin ia akan bergerak!” teriak salah seorang dari mereka.
Baca juga: Selain Abrahah, Berikut Upaya Penaklukan Mekkah dan Pemindahan Kakbah
Baru sedikit saja mereka menghadapkan gajah itu ke arah Syam, tiba-tiba gajah sudah bergerak dengan cepat. Mereka lalu menghadapkan kembali gajah itu ke arah Kakbah, tetapi lagi-lagi gajah diam.
Begitu berulang-ulang. Sejurus kemudian, ketika panas menyengat, mereka melihat gumpalan awan hitam bergerak ke arah mereka. Tentu saja, mereka gembira dan mengira hujan akan turun. Gumpalan hitam itu mendekati mereka dan ternyata itu adalah burung-burung yang menjatuhkan batu-batu hitam panas ke arah mereka. Dalam sekejap, tubuh-tubuh mereka terbakar.
Batu-batu itu masuk dari kepala dan menembus keluar dari telapak kaki mereka. Mereka bergelimpangan mati. “Tubuh mereka terkoyak-koyak laksana daun yang dimakan ular.” (QS al-Fil : 5)
Masing-masing burung membawa tiga batu kecil yang berasal dari Sijjil di kedua kakinya dan di paruhnya. Batu-batu kecil itu oleh pasukan burung dijatuhkan cepat mengenai kepala masing-masing pasukan bergajah.
Abrahah sendiri tertimpa batu itu dan tidak mampu menolaknya. Namun, itu tidak membuatnya terbunuh. Ia hanya terluka dan berdarah. Lalu, ia terjatuh dari gajahnya dengan darah bercucuran. Allah menghendaki ia tidak mati saat itu, agar peristiwa itu menjadi peringatan baginya. Ia dinaikkan ke atas gajah dan meninggalkan medan pertempuran. Abrahah mati sebelum sampai ke Yaman. Dan, Kakbah pun tetap berdiri megah.
Baca juga: Ada yang Berpendapat Nabi Lahir Jauh Sebelum Abrahah Menyerang Ka’bah
(mhy)
Lihat Juga :