Berikut Ini yang Dikhawatirkan Rasulullah terhadap Umatnya

Minggu, 05 Juli 2020 - 05:00 WIB
loading...
Berikut Ini yang Dikhawatirkan...
Rasulullah bersabda perbincangan terakhir dalam masalah takdir diucapkan oleh umatku yang paling jelek kelak di akhir zaman. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (SAW) sangat khawatir terhadap umatnya bila sampai terjatuh dalam kesyirikan , oleh sebab itu Rasulullah memperingatkan umatnya dengan peringatan yang sangat keras tentang masalah tersebut.

Baca juga: Pengetahuan tentang Akhirat (3-Habis): Empat Tahap Perjalanan Manusia

Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria dalam “Syirik pada Zaman Dahulu dan Sekarang” menyatakan sesungguhnya mengesakan Allah ta’ala dalam beribadah, dan berkeyakinan bahwa tidak ada sekutu dengan-Nya, tidak ada sesembahan selain-Nya, dan tidak ada yang semisal dengan-Nya, adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang hamba-Nya. Bahkan hal tersebut adalah kewajiban yang paling urgen dan utama.

Ada dua sebab lain yang melatarbelakangi kekhawatiran Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam terhadap umatnya terjatuh dalam kesyirikan, keduanya adalah:

Pertama, bahwasanya kesyirikan pada kebanyakan umat terdahulu sangat jelas bagi setiap individu yang ada, bisa dimengerti bahwa hal itu adalah syirik. Tidak samar bagi setiap orang, sehingga mudah untuk dijauhi. Berbeda dengan kesyirikan yang ada dalam tubuh umat ini. Ada yang tampak secara jelas, ada juga yang samar-samar. Oleh karenanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا هَذَا الشِّرْكَ فَإِنَّهُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ فَقَالَ لَهُ مَنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ وَكَيْفَ نَتَّقِيهِ وَهُوَ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُولُوا اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ » [أخرجه أحمد]

"Wahai sekalian manusia! hati-hatilah dari kesyirikan, karena hal itu lebih tersembunyi dibandingkan semut berwarna hitam". Ada seorang yang menimpali, ”Bagaimana kami berhati-hati wahai Rasulullah? Rasul menjawab, ”Katakanlah: “Aku berlindung dari menyekutukan Engkau dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepada-Mu dari hal yang tidak kami ketahui".

Dikarenakan begitu samarnya urusan kesyirikan ini, maka Rasulullah SAW mengkhawatirkan umatnya terjatuh ke dalamnya. Maka keluarlah peringatan terhadap seluruh jenis kesyirikan. Sebagaimana juga memperingatkan dari seluruh motif sebab terjadinya hal itu.

Kedua, ketika Rasulullah SAW mengetahui bahwa umat-umat terdahulu seperti Yahudi, Nasrani, dan Persia, telah diuji dengan perkara bid’ah dalam agama dan terjatuh dalam kesyirikan, maka Rasulullah SAW khawatir umatnya akan terjatuh dalam hal serupa yang dialami oleh umat-umat terdahulu.

Rasulullah memperingatkan umatnya agar tidak mengikuti metode umat yang terdahulu.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ, حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ. قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى. قَالَ: فَمَنْ » [أخرجه البخاري ومسلم]

"Sungguh kalian akan mengikuti jalan-jalan yang ditempuh oleh umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai andaikan mereka memasuki lubang Dhab niscaya kalian akan mengikutinya". Para sahabat bertanya, " Apakah Yahudi dan Nasrani Wahai Rasul?. Rasul menjawab,”Siapa lagi (kalau bukan mereka".

Rasulullah SAW juga memperingatkan dalam sabdanya:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ » [أخرجه الترمذي]

"Sungguh akan datang kepada umatku, apa yang datang pada bani Israil selangkah demi selangkah…..".

Rasulullah juga bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنِّى أَبْرَأُ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَكُونَ لِى مِنْكُمْ خَلِيلٌ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدِ اتَّخَذَنِى خَلِيلاً كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِى خَلِيلاً لاَتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلاً أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ إِنِّى أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ » [أخرجه مسلم]

"Sesungguhnya aku memohon kepada Allah agar menjadikan bagiku seorang kekasih di antara kalian. Dan sesungguhnya Allah telah menjadikanku kekasih -Nya sebagaimana -Dia menjadikan Ibrahim sebagai kekasih. Andai saja aku boleh mengambil seorang kekasih dari kalangan umatku, tentu akan aku jadikan Abu Bakar sebagai kekasih. Ketahuilah, sungguh orang-orang sebelum kalian menjadikan kuburan para nabinya sebagai masjid. Maka janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Karena aku melarang hal tersebut".

Baca juga: Pengetahuan tentang Akhirat (2): Neraka Rohaniah Akibat Cinta Dunia

Sebagaimana Rasulullah juga telah menutup pintu ghuluw pada umatnya, Rasulullah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُولُوا: عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ » [أخرجه البخاري]

"Janganlah kalian memujiku secara berlebihan sebagaimana orang Nasrani berlebihan dalam memuji Isa bin Maryam. Hanya saja aku hanyalah seorang hamba. Maka katakanlah, hamba Allah dan rasul-Nya".

Sebagaimana Rasulullah menutup pintu kesyirikan pada umatnya, Rasulullah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « قَاتَلَ اللَّهُ قَوْمًا اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ. قالت عائشة: يُحَرِّمُ ذَلِكَ عَلَى أُمَّتِهِ » [أخرجه أحمد]

"Semoga Allah memerangi suatu kaum yang menjadikan kuburan para nabinya sebagai masjid". Aisyah mengatakan, "Hal itu diharamkan bagi umatnya".

Baca juga: Pengetahuan tentang Akhirat (1): Apa Itu Surga Rohaniah?

Menurut Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria, Nabi Muhammad SAW melarang kuburan untuk dibangun, diduduki, dan salat menghadapnya. Begitu juga beliau melarang untuk mengkhususkan kuburan dan membangun bangunan di atasnya . Karena umat-umat yang terdahulu telah terjatuh dalam kesyirikan, maka Rasulullah SAW mentahdzir atau memberi peringatan umatnya agar jangan sampai terjatuh dalam kesyirikan seperti yang dialami oleh umat terdahulu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Dalil Hadis tentang...
Dalil Hadis tentang Keutamaan Muharram dan Amalannya
Selain Al Quran, Inilah...
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Inilah Dalil Naqli Ibadah...
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Rekomendasi
Bebatuan di Ethiopia...
Bebatuan di Ethiopia Membentuk Loreng Harimau, Ternyata Ini Penyebabnya
Laos Akan Sulap Gunung...
Laos Akan Sulap Gunung Berapi Tidak Aktif Jadi Wahana Bermain
Ilmuwan Teliti Sistem...
Ilmuwan Teliti Sistem Mekanis Rahang Semut yang Sangat Cepat
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved