alexametrics

Berikut Ini yang Dikhawatirkan Rasulullah terhadap Umatnya

loading...
Berikut Ini yang Dikhawatirkan Rasulullah terhadap Umatnya
Rasulullah bersabda perbincangan terakhir dalam masalah takdir diucapkan oleh umatku yang paling jelek kelak di akhir zaman. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam (SAW) sangat khawatir terhadap umatnya bila sampai terjatuh dalam kesyirikan, oleh sebab itu Rasulullah memperingatkan umatnya dengan peringatan yang sangat keras tentang masalah tersebut.

Baca juga: Pengetahuan tentang Akhirat (3-Habis): Empat Tahap Perjalanan Manusia

Syaikh Abu Bakar Muhammad Zakaria dalam “Syirik pada Zaman Dahulu dan Sekarang” menyatakan sesungguhnya mengesakan Allah ta’ala dalam beribadah, dan berkeyakinan bahwa tidak ada sekutu dengan-Nya, tidak ada sesembahan selain-Nya, dan tidak ada yang semisal dengan-Nya, adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang hamba-Nya. Bahkan hal tersebut adalah kewajiban yang paling urgen dan utama.

Ada dua sebab lain yang melatarbelakangi kekhawatiran Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam terhadap umatnya terjatuh dalam kesyirikan, keduanya adalah:



Pertama, bahwasanya kesyirikan pada kebanyakan umat terdahulu sangat jelas bagi setiap individu yang ada, bisa dimengerti bahwa hal itu adalah syirik. Tidak samar bagi setiap orang, sehingga mudah untuk dijauhi. Berbeda dengan kesyirikan yang ada dalam tubuh umat ini. Ada yang tampak secara jelas, ada juga yang samar-samar. Oleh karenanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا هَذَا الشِّرْكَ فَإِنَّهُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ فَقَالَ لَهُ مَنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ وَكَيْفَ نَتَّقِيهِ وَهُوَ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُولُوا اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ » [أخرجه أحمد]



"Wahai sekalian manusia! hati-hatilah dari kesyirikan, karena hal itu lebih tersembunyi dibandingkan semut berwarna hitam". Ada seorang yang menimpali, ”Bagaimana kami berhati-hati wahai Rasulullah? Rasul menjawab, ”Katakanlah: “Aku berlindung dari menyekutukan Engkau dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepada-Mu dari hal yang tidak kami ketahui".

Dikarenakan begitu samarnya urusan kesyirikan ini, maka Rasulullah SAW mengkhawatirkan umatnya terjatuh ke dalamnya. Maka keluarlah peringatan terhadap seluruh jenis kesyirikan. Sebagaimana juga memperingatkan dari seluruh motif sebab terjadinya hal itu.

Kedua, ketika Rasulullah SAW mengetahui bahwa umat-umat terdahulu seperti Yahudi, Nasrani, dan Persia, telah diuji dengan perkara bid’ah dalam agama dan terjatuh dalam kesyirikan, maka Rasulullah SAW khawatir umatnya akan terjatuh dalam hal serupa yang dialami oleh umat-umat terdahulu.
halaman ke-1 dari 8
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
قُلۡ اِنَّ صَلَاتِىۡ وَنُسُكِىۡ وَ مَحۡيَاىَ وَمَمَاتِىۡ لِلّٰهِ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ
Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. 

(QS. Al-An’am:162)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak