Hawa dari Tulang Rusuk Kiri Adam Bukan Bersumber dari Al-Quran?
Senin, 10 Oktober 2022 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
Hawa menjawab: "Supaya engkau mendapatkan kesenangan dari diri saya."
Para malaikat berkata: "Siapa namanya?"
Dijawab: "Hawa."
Mereka bertanya: "Mengapa dipanggil Hawa? dijawab: Karena diciptakan dari sebuah benda hidup".
Baca juga: Perempuan-Perempuan yang Dinantikan Neraka
Menurut Nasaruddin Umar, redaksi riwayat di atas sangat mirip dengan redaksi Kitab Genesis, khususnya Pasal 21-23. Riwayat-riwayat semacam ini diragukan keabsahannya oleh, bukan saja dari kalangan feminis muslimah seperti Riffat Hasan tetapi juga kalangan ulama seperti Muhammad Rasyid Ridla.
Wibke Walther, kata Nasaruddin Umar, mendukung pendapat Rasyid Ridla dengan mengemukakan beberapa bukti sejarah bahwa pada era awal Islam, yakni pada masa Nabi, kaum perempuan mendapatkan kemerdekaan sangat berbeda dengan yang pernah membudaya sebelumnya. Belakangan setelah wilayah Islam meluas dan bersentuhan dengan budaya lain, khususnya paham asketisme Kristen kedudukan perempuan dalam dunia Islam mengalami dekadensi.
Pendapat yang sama juga diungkapkan Fatima Mernissi dan Muhammad Iqbal.
Baca juga: Islam Pinggirkan Perempuan? Begini Jawaban Gus Baha
Yahudi dan Nasrani
Keberadaan Hawa untuk melengkapi salah satu hasrat Adam. Nasaruddin Umar mengatakan anggapan seperti ini dapat dilihat dalam Kitab Taurat dan Kitab Injil, seperti dalam Genesis/2:18-19 ditegaskan bahwa tidak baik seorang laki-laki sendirian dan karenanya Eva diciptakan sebagai pelayan yang tepat untuk Adam (a helper suitable for him).
Para malaikat berkata: "Siapa namanya?"
Dijawab: "Hawa."
Mereka bertanya: "Mengapa dipanggil Hawa? dijawab: Karena diciptakan dari sebuah benda hidup".
Baca juga: Perempuan-Perempuan yang Dinantikan Neraka
Menurut Nasaruddin Umar, redaksi riwayat di atas sangat mirip dengan redaksi Kitab Genesis, khususnya Pasal 21-23. Riwayat-riwayat semacam ini diragukan keabsahannya oleh, bukan saja dari kalangan feminis muslimah seperti Riffat Hasan tetapi juga kalangan ulama seperti Muhammad Rasyid Ridla.
Wibke Walther, kata Nasaruddin Umar, mendukung pendapat Rasyid Ridla dengan mengemukakan beberapa bukti sejarah bahwa pada era awal Islam, yakni pada masa Nabi, kaum perempuan mendapatkan kemerdekaan sangat berbeda dengan yang pernah membudaya sebelumnya. Belakangan setelah wilayah Islam meluas dan bersentuhan dengan budaya lain, khususnya paham asketisme Kristen kedudukan perempuan dalam dunia Islam mengalami dekadensi.
Pendapat yang sama juga diungkapkan Fatima Mernissi dan Muhammad Iqbal.
Baca juga: Islam Pinggirkan Perempuan? Begini Jawaban Gus Baha
Yahudi dan Nasrani
Keberadaan Hawa untuk melengkapi salah satu hasrat Adam. Nasaruddin Umar mengatakan anggapan seperti ini dapat dilihat dalam Kitab Taurat dan Kitab Injil, seperti dalam Genesis/2:18-19 ditegaskan bahwa tidak baik seorang laki-laki sendirian dan karenanya Eva diciptakan sebagai pelayan yang tepat untuk Adam (a helper suitable for him).
Lihat Juga :