19 Fatwa Ulama Terdahulu yang Membolehkan Peringatan Maulid Nabi

Senin, 10 Oktober 2022 - 23:42 WIB
loading...
19 Fatwa Ulama Terdahulu...
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Hadhramaut Yaman diisi dengan pembacaan Kitab Maulid, kajian Sirah Nabawi, sholawatan. Foto/dok FB Abdullah Alwi
A A A
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 12 Rabiul Awal sudah lama menjadi tradisi dari generasi ke generasi sejak ratusan tahun silam termasuk di Indonesia. Selalu ada pertanyaan apakah ada dalil tentang perayaan Maulid Nabi.

Untuk menjawabnya tentu kita harus bertanya kepada para Ulama Mujtahid yang kapasitas ilmunya tidak diragukan lagi dalam melakukan Ijtihad. Merekalah yang mempunyai pengetahuan tentang hukum syariat maupun persoalan fiqih.

وَمَاۤ اَرۡسَلۡنَا مِنۡ قَبۡلِكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوۡحِىۡۤ اِلَيۡهِمۡ‌ فَسۡـــَٔلُوۡۤا اَهۡلَ الذِّكۡرِ اِنۡ كُنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَۙ‏

Artinya: "Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nahl ayat 43)

Para ulama terdahulu memandang baik perayaan Maulid Nabi karena termasuk wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW yang di dalamnya terdapat ibadah, seperti sholawat, tilawah Al-Qur'an, kajian Sirah Nabawi, pembacaan Kitab Sholawat, dan pemberian makanan untuk fakir dan miskin.

Dai yang juga Pimpinan Ma'had Subulana Bontang Kalimantan Timur, Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq menyebutkan sedikitnya 19 Fatwa Ulama terdahulu yang membolehkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jika diuraikan jumlahnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan.

Berikut 19 Fatwa Ulama Terdahulu yang Membolehkan Maulid Nabi:

1. Imam Hasan Al-Bashri
"Seandainya aku memiliki emas seumpama gunung Uhud, niscaya aku akan menafkahkannya (semuanya) kepada orang yang membacakan Maulid ar-Rasul." (Kitab I'anah Thalibin (3/415)

2. Imam Ma'aruf Al-Kharkhiy
"Barangsiapa menyajikan makanan untuk pembacaan Maulidur Rasul, mengumpulkan saudara-saudaranya, menghidupkan pelita dan memakai pakaian yang baru dan wangi-wangian dan menjadikannya untuk mengagungkan kelahirannya, maka Allah akan membangkitkan pada hari Kiamat beserta golongan yang utama dari Nabi-Nabi, dan ditempatkan pada tempat derajat yang tinggi." (I'anah Thalibin (3/415)

3. Imam Asy-Syafi'i
"Barangsiapa yang mengumpulkan orang untuk melaksanakan perayaan Maulid Nabi karena kecintaan secara berjamaah dengan menyediakan makanan dan berlaku baik, niscaya Allah bangkitkan di hari Kiamat beserta para ahli kebenaran, syuhada dan para shalihin." (Madarijus Su'ud Hal 16)

4. Imam As-Sirriy As-Saqathi
"Barangsiapa yang menyediakan tempat untuk dibacakan Maulid Nabi, maka sungguh dia menghendaki Raudhah (taman) dari taman-taman Surga, karena sesungguhnya tiada dia menghendaki tempat itu melainkan karena cintanya kepada Rasul." (I'anah Thalibin (3/415)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Pendosa yang Gemar...
Kisah Pendosa yang Gemar Rayakan Maulid Nabi di Bulan Rabiul Awwal
Alam Semesta Pun Merayakan...
Alam Semesta Pun Merayakan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Wamenag Apresiasi Kemayoran...
Wamenag Apresiasi Kemayoran Berselawat sebagai Agenda Nasional Perayaan Maulid Nabi
Kisah Lelaki Miskin...
Kisah Lelaki Miskin dan Hadiah Anggurnya untuk Rasulullah SAW
Maulid Nabi Muhammad...
Maulid Nabi Muhammad SAW, Prabowo Ajak Teladani Akhlak Rasulullah dan Semangat Gotong Royong
Perayaan Maulid Nabi...
Perayaan Maulid Nabi dalam Pandangan Hadis
Rekomendasi
Bongkahan Es Terbesar...
Bongkahan Es Terbesar di Dunia, Sebesar Pulau Majorca Hanyut
Imam Chirri Membandingkan...
Imam Chirri Membandingkan Mukjizat Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Isa dan Nabi Musa
Jawaban Menakutkan Mengapa...
Jawaban Menakutkan Mengapa Sungai Colorado Tidak Lagi Mencapai Laut Terkuak
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
Nahdlatul Ulama Perkuat...
Nahdlatul Ulama Perkuat Harmoni Islam-Nasionalisme
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved