Kisah Abdullah bin Mubarak di Medan Perang, Satu Persatu Pasukan Romawi Tumbang
Selasa, 11 Oktober 2022 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun berkata kepadaku: 'Sungguh engkau wahai Abu Amr (‘Abdah bin Sulaiman), telah berbuat sangat buruk terhadap diriku!"
Selanjutnya dalam Jihadnya yang lain Abdullah bin Sinan menceritakan, "Aku pernah bersama Abdullah bin Al-Mubarak dan Mu'tamar bin Sulaiman di wilayah Tarsus (di Turki sekarang). Orang-orang berteriak, "ada musuh, ada musuh".
Ibnul Mubarak dan orang-orang lalu keluar untuk menyongsong musuh. Ketika dua kelompok sudah saling berhadapan, seorang gladiator Romawi maju dan menantang perang tanding (satu lawan satu).
Maka seorang lelaki (Muslim) maju, jagoan Romawi itu berhasil menerjang dan membunuhnya. Begitulah berlangsung terus hingga ia berhasil membunuh enam orang Muslim.
Ia dengan angkuh berdiri di antara dua kubu menantang perang tanding. Namun tak seorang pun yang melayaninya. Tiba-tiba Ibnul Mubarak menoleh kepadaku (Beliau mengenakan topi baja yang menutup wajahnya) seraya berkata: "Wahai Fulan, kalau aku terbunuh, lakukan ini dan ini." (Abdullah bin Mubarak memanggil temannya tersebut dengan si fulan, agar identitasnya tidak diketahui, dan beliau berwasiat untuk harta dan keluarganya jika terbunuh).
Lalu ia memacu tunggangannya dan menyerang lelaki kafir itu, dan terjadilah pertarungan sengit untuk beberapa saat, dan akhirnya beliau berhasil membunuh orang jagoan Romawi tersebut. Ia kemudian balik menantang perang tanding jagoan musuh.
Seseorang dari mereka ada yang maju untuk menghadapinya, namun berhasil ia bunuh olehnya. Begitu terus berlangsung hingga dia berhasil membunuh enam orang jagoan Romawi. Beliau terus menantang bertanding, namun sepertinya mereka jadi ketakutan.
Karena tidak ada yang meladeninya ia pun lantas menghentakkan tunggangannya menembus dua kubu yang berhadapan lalu menghilang. Kami terpana dengan keadaan tersebut.
Setelah aku di suatu waktu mengetahui bahwa jagoan muslimin itu ternyata adalah Ibnu Mubarak, ia berkata kepadaku: "Wahai Fulan, selama aku masih hidup, jangan sampai engkau ceritakan hal ini kepada siapapun." Lalu ia mengucapkan beberapa kalimat nasehat.
Referensi:
Siyar A'lam an Nubala' (7/374 dan 384)
Baca Juga: Kisah Imam Abdullah bin Mubarak Sedekah Rp7 Miliar Setiap Tahun
Selanjutnya dalam Jihadnya yang lain Abdullah bin Sinan menceritakan, "Aku pernah bersama Abdullah bin Al-Mubarak dan Mu'tamar bin Sulaiman di wilayah Tarsus (di Turki sekarang). Orang-orang berteriak, "ada musuh, ada musuh".
Ibnul Mubarak dan orang-orang lalu keluar untuk menyongsong musuh. Ketika dua kelompok sudah saling berhadapan, seorang gladiator Romawi maju dan menantang perang tanding (satu lawan satu).
Maka seorang lelaki (Muslim) maju, jagoan Romawi itu berhasil menerjang dan membunuhnya. Begitulah berlangsung terus hingga ia berhasil membunuh enam orang Muslim.
Ia dengan angkuh berdiri di antara dua kubu menantang perang tanding. Namun tak seorang pun yang melayaninya. Tiba-tiba Ibnul Mubarak menoleh kepadaku (Beliau mengenakan topi baja yang menutup wajahnya) seraya berkata: "Wahai Fulan, kalau aku terbunuh, lakukan ini dan ini." (Abdullah bin Mubarak memanggil temannya tersebut dengan si fulan, agar identitasnya tidak diketahui, dan beliau berwasiat untuk harta dan keluarganya jika terbunuh).
Lalu ia memacu tunggangannya dan menyerang lelaki kafir itu, dan terjadilah pertarungan sengit untuk beberapa saat, dan akhirnya beliau berhasil membunuh orang jagoan Romawi tersebut. Ia kemudian balik menantang perang tanding jagoan musuh.
Seseorang dari mereka ada yang maju untuk menghadapinya, namun berhasil ia bunuh olehnya. Begitu terus berlangsung hingga dia berhasil membunuh enam orang jagoan Romawi. Beliau terus menantang bertanding, namun sepertinya mereka jadi ketakutan.
Karena tidak ada yang meladeninya ia pun lantas menghentakkan tunggangannya menembus dua kubu yang berhadapan lalu menghilang. Kami terpana dengan keadaan tersebut.
Setelah aku di suatu waktu mengetahui bahwa jagoan muslimin itu ternyata adalah Ibnu Mubarak, ia berkata kepadaku: "Wahai Fulan, selama aku masih hidup, jangan sampai engkau ceritakan hal ini kepada siapapun." Lalu ia mengucapkan beberapa kalimat nasehat.
Referensi:
Siyar A'lam an Nubala' (7/374 dan 384)
Baca Juga: Kisah Imam Abdullah bin Mubarak Sedekah Rp7 Miliar Setiap Tahun
(rhs)
Lihat Juga :