Maurice Bucaille Kupas 6 Periode Penciptaan Alam Menurut Al-Quran
Rabu, 19 Oktober 2022 - 16:50 WIB
loading...
Bibel dan al-Quran sama-sama menyebut bahwa proses penciptaan berlangsung dalam waktu enam hari? Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Prof Dr Maurice Bucaille mengatakan Bibel dan al-Qur'an sama-sama menyebut bahwa proses penciptaan berlangsung dalam waktu enam hari. "Sedikit terjemahan atau tafsir al-Quran yang mengingatkan bahwa kata 'hari' harus dipahami sebagai 'periode', ujarnya dalam bukunya berjudul "La Bible Le Coran Et La Science" dan diterjemahkan Prof Dr HM Rasyidi menjadi "Bibel, Quran , dan Sains Modern."
Maurice Bucaille warga Prancis yang mualaf dari Kristen. Menurut Bucaille, riwayat Bibel menyebutkan secara tegas bahwa penciptaan alam itu terjadi selama enam hari dan diakhiri dengan hari istirahat, yaitu hari Sabtu, seperti hari-hari dalam satu minggu.
Ia mengatakan cara meriwayatkan seperti ini telah dilakukan oleh para pendeta pada abad keenam sebelum Masehi, dan dimaksudkan untuk menganjurkan mempraktikkan istirahat hari Sabtu. Tiap orang Yahudi harus istirahat pada hari Sabtu sebagaimana yang dilakukan oleh Tuhan setelah bekerja selama enam hari.
Baca juga: Maurice Bucaille: Al-Quran Memberi Jawaban Jelas Pada Titik Mana Kehidupan Bermula
Menurut Maurice Bucaille, jika kita mengikuti paham Bibel, kata "hari" berarti masa antara dua terbitnya matahari berturut-turut atau dua terbenamnya matahari berturut-turut. Hari yang dipahami secara ini ada hubungannya dengan peredaran Bumi sekitar dirinya sendiri.
Sudah terang bahwa menurut logika orang tidak dapat memakai kata "hari" dalam arti tersebut di atas pada waktu mekanisme yang menyebabkan munculnya hari, yakni adanya Bumi serta beredarnya sekitar matahari, belum terciptakan pada tahap-tahap pertama daripada Penciptaan menurut riwayat Bibel.
Jika kita menyelidiki kebanyakan terjemahan Quran, kata Maurice Bucaille, kita dapatkan, seperti yang dikatakan oleh Bibel, bahwa bagi wahyu Islam, proses penciptaan berlangsung dalam waktu enam hari. Kita tidak dapat menyalahkan penterjemah-penterjemah Quran karena mereka memberi arti "hari" dengan arti yang sangat lumrah.
Kita dapatkan terjemahan Surat Al-A'raf ayat 54:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ
"Tuhanmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari."
Sedikit jumlah terjemahan atau tafsir al-Quran yang mengingatkan bahwa kata "hari" harus dipahami sebagai "periode." Dan yang sedikit itu antara lain adalah Ibnu Katsir. Beliau menafsirkan "Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa" ( QS Al-A'raf : 54)
Baca juga: Tafsir Surat Al-Anbiya Ayat 35 Tentang Ujian
Maurice Bucaille menyebut ada orang yang mengatakan bahwa teks al-Qur'an tentang penciptaan alam membagi tahap-tahap penciptaan itu dalam "hari-hari" dengan sengaja dengan maksud agar semua orang menerima hal-hal yang dipercayai oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen pada permulaan lahirnya Islam dan agar soal penciptaan tersebut tidak bentrok dengan keyakinan yang sangat tersiar luas.
Maurice Bucaille warga Prancis yang mualaf dari Kristen. Menurut Bucaille, riwayat Bibel menyebutkan secara tegas bahwa penciptaan alam itu terjadi selama enam hari dan diakhiri dengan hari istirahat, yaitu hari Sabtu, seperti hari-hari dalam satu minggu.
Ia mengatakan cara meriwayatkan seperti ini telah dilakukan oleh para pendeta pada abad keenam sebelum Masehi, dan dimaksudkan untuk menganjurkan mempraktikkan istirahat hari Sabtu. Tiap orang Yahudi harus istirahat pada hari Sabtu sebagaimana yang dilakukan oleh Tuhan setelah bekerja selama enam hari.
Baca juga: Maurice Bucaille: Al-Quran Memberi Jawaban Jelas Pada Titik Mana Kehidupan Bermula
Menurut Maurice Bucaille, jika kita mengikuti paham Bibel, kata "hari" berarti masa antara dua terbitnya matahari berturut-turut atau dua terbenamnya matahari berturut-turut. Hari yang dipahami secara ini ada hubungannya dengan peredaran Bumi sekitar dirinya sendiri.
Sudah terang bahwa menurut logika orang tidak dapat memakai kata "hari" dalam arti tersebut di atas pada waktu mekanisme yang menyebabkan munculnya hari, yakni adanya Bumi serta beredarnya sekitar matahari, belum terciptakan pada tahap-tahap pertama daripada Penciptaan menurut riwayat Bibel.
Jika kita menyelidiki kebanyakan terjemahan Quran, kata Maurice Bucaille, kita dapatkan, seperti yang dikatakan oleh Bibel, bahwa bagi wahyu Islam, proses penciptaan berlangsung dalam waktu enam hari. Kita tidak dapat menyalahkan penterjemah-penterjemah Quran karena mereka memberi arti "hari" dengan arti yang sangat lumrah.
Kita dapatkan terjemahan Surat Al-A'raf ayat 54:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ
"Tuhanmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari."
Sedikit jumlah terjemahan atau tafsir al-Quran yang mengingatkan bahwa kata "hari" harus dipahami sebagai "periode." Dan yang sedikit itu antara lain adalah Ibnu Katsir. Beliau menafsirkan "Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa" ( QS Al-A'raf : 54)
Baca juga: Tafsir Surat Al-Anbiya Ayat 35 Tentang Ujian
Maurice Bucaille menyebut ada orang yang mengatakan bahwa teks al-Qur'an tentang penciptaan alam membagi tahap-tahap penciptaan itu dalam "hari-hari" dengan sengaja dengan maksud agar semua orang menerima hal-hal yang dipercayai oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen pada permulaan lahirnya Islam dan agar soal penciptaan tersebut tidak bentrok dengan keyakinan yang sangat tersiar luas.
Lihat Juga :