Sunnah Seorang Istri kepada Suami yang Penting Diketahui
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR. ath-Thabrani)
Bahkan dalam hadis yang dikabarkan oleh Aisyah Radhiallahuanhuma yang diriwayatkan Imam Muslim, an-Nasa'i, dan Abu Dawud dinyatakan bahwa wanita dianjurkan membersihkan diri setelah haid dengan minyak kasturi. Termasuk juga membersihkan bekas darah haid (di pakaiannya) dengan sikat yang dibubuhi minyak kasturi.
3. Sunnah menghadapkan wajah kepada suami saat tidur (tidak boleh membelakangi suami ketika tidur seranjang)
Seorang ulama bahkan melarang istrinya tidur dengan membelakangi suaminya (memunggungi suaminya). Kecuali sebelum tidur istrinya sudah minta keridhoan suami atau minta izin untuk berbalik badan demi kenyamanan tidurnya.
Ini merupakan wasiat yang sangat berharga dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diberikan kepada para wanita Muslimah. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan mereka agar para istri tidak menjauhi tempat tidur suami dan berpaling dari suami tanpa ada udzur menurut ukuran syari’at, seperti sakit yang keras. Bahkan haid bukan merupakan udzur untuk menjauhi tempat tidur suami. Sebab suami memiliki hak untuk mencumbui istrinya selain yang ditutupi kain bawah.
4. Memuji Kebaikan Suami
Boleh bagi seorang istri memuji suaminya di depan suami dan orang lain (keluarga istri). Memuji suami di hadapan suami akan menambah keharmonisan hubungan dan agar suami terus semangat berbuat baik kepada istri dan anak-anaknya (keluarganya).
Dan seorang Isteri tidak boleh mengungkit-ungkit apa yang pernah Ia berikan dari hartanya kepada suaminya maupun keluarganya.Karena menyebut-nyebut pemberian dapat membatalkan pahala.
Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).” (QS. Al-Baqarah : 264).
5. Tidak Berpuasa Sunah kecuali Suami Telah Memberi Izin.
Dalam hadis yangmuttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda :
Bahkan dalam hadis yang dikabarkan oleh Aisyah Radhiallahuanhuma yang diriwayatkan Imam Muslim, an-Nasa'i, dan Abu Dawud dinyatakan bahwa wanita dianjurkan membersihkan diri setelah haid dengan minyak kasturi. Termasuk juga membersihkan bekas darah haid (di pakaiannya) dengan sikat yang dibubuhi minyak kasturi.
3. Sunnah menghadapkan wajah kepada suami saat tidur (tidak boleh membelakangi suami ketika tidur seranjang)
Seorang ulama bahkan melarang istrinya tidur dengan membelakangi suaminya (memunggungi suaminya). Kecuali sebelum tidur istrinya sudah minta keridhoan suami atau minta izin untuk berbalik badan demi kenyamanan tidurnya.
Ini merupakan wasiat yang sangat berharga dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diberikan kepada para wanita Muslimah. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan mereka agar para istri tidak menjauhi tempat tidur suami dan berpaling dari suami tanpa ada udzur menurut ukuran syari’at, seperti sakit yang keras. Bahkan haid bukan merupakan udzur untuk menjauhi tempat tidur suami. Sebab suami memiliki hak untuk mencumbui istrinya selain yang ditutupi kain bawah.
4. Memuji Kebaikan Suami
Boleh bagi seorang istri memuji suaminya di depan suami dan orang lain (keluarga istri). Memuji suami di hadapan suami akan menambah keharmonisan hubungan dan agar suami terus semangat berbuat baik kepada istri dan anak-anaknya (keluarganya).
Dan seorang Isteri tidak boleh mengungkit-ungkit apa yang pernah Ia berikan dari hartanya kepada suaminya maupun keluarganya.Karena menyebut-nyebut pemberian dapat membatalkan pahala.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).” (QS. Al-Baqarah : 264).
5. Tidak Berpuasa Sunah kecuali Suami Telah Memberi Izin.
Dalam hadis yangmuttafaqun ‘alaih, dari Abu Hurairah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda :
Lihat Juga :