Dalil dari Hadis Nabi tentang Pentingnya Sikap Qana'ah
Selasa, 25 Oktober 2022 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah ).
Hadis dalamShahih Bukhari :
”Yang dimaksud kaya bukanlah dengan banyaknya perbendaharaan harta. Karena betapa banyak orang yang telah dianugerahi oleh Allah harta malah masih merasa tidak cukup (alias: fakir). Ia ingin terus menambah dan menambah. Ia pun tidak ambil peduli dari manakah harta tersebut datang. Inilah orang yang fakir terhadap harta (tidak merasa cukup dengan harta). Sikapnya demikian karena niatan jelek dan kerakusannya untuk terus mengumpulkan harta. Padahal hakikat kaya adalahkaya hati, yaitu seseorang yang merasa cukup dengan yang sedikit yang Allah beri. Ia pun tidak begitu rakus untuk terus menambah.”
Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawirahimahullahberkata, ”Siapa yang terus ingin menambah dan menambah lalu tidak pernah merasa cukup atas apa yang Allah beri, maka iatidak disebut kaya hati.” (Syarh Shahih Muslim)
Yang dimaksudqana’ahadalah ”Ridho dengan ketetapan AllahTa’aladan berserah diri pada keputusan-Nya yaitu segala yang dari Allah itulah yang terbaik.” Itulahqana’ah.
Tentang kaya, maka Nabishallallahu ‘alaihi wa sallambersabda :
”Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.” (HR. Ibnu Majah)
Baca juga: Kenikmatan-kenikmatan dari Buah Sifat Qanaah
Wallahu A'lam
Hadis dalamShahih Bukhari :
”Yang dimaksud kaya bukanlah dengan banyaknya perbendaharaan harta. Karena betapa banyak orang yang telah dianugerahi oleh Allah harta malah masih merasa tidak cukup (alias: fakir). Ia ingin terus menambah dan menambah. Ia pun tidak ambil peduli dari manakah harta tersebut datang. Inilah orang yang fakir terhadap harta (tidak merasa cukup dengan harta). Sikapnya demikian karena niatan jelek dan kerakusannya untuk terus mengumpulkan harta. Padahal hakikat kaya adalahkaya hati, yaitu seseorang yang merasa cukup dengan yang sedikit yang Allah beri. Ia pun tidak begitu rakus untuk terus menambah.”
Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawirahimahullahberkata, ”Siapa yang terus ingin menambah dan menambah lalu tidak pernah merasa cukup atas apa yang Allah beri, maka iatidak disebut kaya hati.” (Syarh Shahih Muslim)
Yang dimaksudqana’ahadalah ”Ridho dengan ketetapan AllahTa’aladan berserah diri pada keputusan-Nya yaitu segala yang dari Allah itulah yang terbaik.” Itulahqana’ah.
Tentang kaya, maka Nabishallallahu ‘alaihi wa sallambersabda :
”Tidak mengapa seseorang itu kaya asalkan bertakwa. Sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan hati yang bahagia adalah bagian dari nikmat.” (HR. Ibnu Majah)
Baca juga: Kenikmatan-kenikmatan dari Buah Sifat Qanaah
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :