Aqidah Ahlus Sunnah tentang Alam Kubur
Kamis, 27 Oktober 2022 - 13:13 WIB
loading...
Ahlus Sunnah berpendapat iman kepada siksa dan nikmat kubur merupakan keimanan kepada perkara yang gaib. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini masalah-masalah yang berhubungan dengan alam kubur dan keadaan para penghuninya sampai kepada masalah kebangkitan seluruh manusia dari alam kubur, sesuai dengan yang terungkap di dalam ayat-ayat al-Qur-an, hadis-hadis shahih, dan perkataan-perkataan para salaf.
Asraf bin ‘Abdil Maqsud bin ‘Abdirrahim menyebut aqidah Ahlus Sunnah tersebut dalam kitab "Al-Qabru ‘Adzaabul Qabri…wa Na’iimul Qabri" yang diterjemahkan Beni Sarbeni menjadi "Kubur yang Menanti, Kehidupan Sedih dan Gembira di Alam Kubur"
Baca juga: Mengingat Maut dan Alam Kubur
Pertama, menurut Ahlus Sunnah, iman kepada siksa dan nikmat kubur merupakan keimanan kepada perkara yang gaib. "Mereka mengimani segala hal yang dikabarkan oleh Nabi SAW dan hal tersebut adalah shahih, maka semuanya wajib dibenarkan, baik dapat disaksikan dengan panca indera kita atau tidak, dipahami dengan akal kita atau tidak.
Di antara keimanan kepada perkara yang ghaib adalah beriman kepada hari Akhir dan beriman kepada siksa kubur, nikmatnya, fitnahnya dan keadaan-keadaannya.
Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ
“Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al-Qur-an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” ( QS Al-Baqarah/2 : 4)
Baca juga: Ngeri, Pelaku Ghibah Diazab di Alam Kubur
Kedua, Ahlus Sunnah juga mengimani alam yang tiga, yaitu dunia, kubur, dan akhirat. Sesungguhnya Allah SWT menjadikan setiap alam tersebut berbagai hukum yang dikhususkan kepada masing-masing alam tersebut. Dia menyusun manusia dari badan dan jiwa. Dia-lah Allah Yang menjadikan hukum dunia kepada badan sedangkan ruh mengikutinya, dan menjadikan hukum alam kubur kepada ruh sedangkan jasad mengikutinya.
Dan apabila telah datang hari dikumpulkannya jasad-jasad, dan manusia berdiri (bangkit) dari kubur-kubur mereka, maka Allah SWT menjadikan hukum, nikmat dan siksa di dalamnya menimpa ruh juga badan secara bersamaan.
Baca juga: Kengerian Alam Kubur: Setiap Mukmin Inginkan Kiamat Dipercepat
Asraf bin ‘Abdil Maqsud bin ‘Abdirrahim menyebut aqidah Ahlus Sunnah tersebut dalam kitab "Al-Qabru ‘Adzaabul Qabri…wa Na’iimul Qabri" yang diterjemahkan Beni Sarbeni menjadi "Kubur yang Menanti, Kehidupan Sedih dan Gembira di Alam Kubur"
Baca juga: Mengingat Maut dan Alam Kubur
Pertama, menurut Ahlus Sunnah, iman kepada siksa dan nikmat kubur merupakan keimanan kepada perkara yang gaib. "Mereka mengimani segala hal yang dikabarkan oleh Nabi SAW dan hal tersebut adalah shahih, maka semuanya wajib dibenarkan, baik dapat disaksikan dengan panca indera kita atau tidak, dipahami dengan akal kita atau tidak.
Di antara keimanan kepada perkara yang ghaib adalah beriman kepada hari Akhir dan beriman kepada siksa kubur, nikmatnya, fitnahnya dan keadaan-keadaannya.
Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ
“Dan mereka yang beriman kepada Kitab (al-Qur-an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” ( QS Al-Baqarah/2 : 4)
Baca juga: Ngeri, Pelaku Ghibah Diazab di Alam Kubur
Kedua, Ahlus Sunnah juga mengimani alam yang tiga, yaitu dunia, kubur, dan akhirat. Sesungguhnya Allah SWT menjadikan setiap alam tersebut berbagai hukum yang dikhususkan kepada masing-masing alam tersebut. Dia menyusun manusia dari badan dan jiwa. Dia-lah Allah Yang menjadikan hukum dunia kepada badan sedangkan ruh mengikutinya, dan menjadikan hukum alam kubur kepada ruh sedangkan jasad mengikutinya.
Dan apabila telah datang hari dikumpulkannya jasad-jasad, dan manusia berdiri (bangkit) dari kubur-kubur mereka, maka Allah SWT menjadikan hukum, nikmat dan siksa di dalamnya menimpa ruh juga badan secara bersamaan.
Baca juga: Kengerian Alam Kubur: Setiap Mukmin Inginkan Kiamat Dipercepat
Lihat Juga :