Ngeri, Pelaku Ghibah Diazab di Alam Kubur
Senin, 13 September 2021 - 07:49 WIB
loading...
Ngerinya berghibah, karena pelakunya akan mendapatkan azab di alam kubur. Foto ilustrasi/istimewa
A
A
A
Ghibah atau bergunjing merupakan dosa besar yang sangat dibenci oleh Allah Ta'ala. Bahkan, ada ancaman azab kubur bagi pelaku ghibah ini. Namun, sayangnya banyak kaum muslimah yang tidak mengubris hal tersebut dan bahkan menikmati perbuatan yang dianggap keji oleh Allah itu.
Mereka sering lupa melihat keburukan sendiri dan sangat mudah mengumbar aib orang lain yang mungkin tidak seburuk aib diri kita. Imam Al-Ghazali dalam kitab 'Mukhtashar Minhajul Qashidin'menyebutkan bahwa di antara sebab dosa kecil menjadi besar adalah ketika dianggap remeh. Dan ghibah adalah salah satunya. Mereka mengira, hal itu tidaklah diadzab dengan perkara yang mereka anggap besar (padahal itu besar dimata Allah Subhanahu wa Ta’ala).
Baca juga: Penyebab Orang Berghibah Menurut Imam Al Ghazali
Allah Ta'ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat : 12)
Pelaku Ghibah Diazab di Alam Kubur
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc menjelaskan, kita terkadang begitu manisnya berghibah menceritakan aib orang. Walaupun tentunya para ulama mengecualikan boleh ghibah dalam keadaan yang maslahatnya jauh lebih besar dan sangat dibutuhkan. Seperti mengghibah ahli bid’ah, tapi hanya pada kesesatannya saja, tidak pada yang lainnya.
"Misalnya juga ketika meminta tolong supir untuk menjemput teman kita di bandara. Lalu kita menyebutkan ciri-ciri fisik supir kita yang kurang. Maka yang seperti ini boleh karena dibutuhkan. Demikian pula seorang istri yang mempunyai masalah rumah tangga hingga akhirnya harus menceritakan tentang sifat suaminya kepada seorang Ustadz atau Hakim untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Maka yang seperti ini para ulama mengatakan boleh karena maslahatnya jauh lebih besar,"ungkap dai lulusan Univeristas Madinah ini.
Baca juga: Zina Adalah Dosa Besar, Inilah Bahaya dan Kewajiban Menjauhinya
Mereka sering lupa melihat keburukan sendiri dan sangat mudah mengumbar aib orang lain yang mungkin tidak seburuk aib diri kita. Imam Al-Ghazali dalam kitab 'Mukhtashar Minhajul Qashidin'menyebutkan bahwa di antara sebab dosa kecil menjadi besar adalah ketika dianggap remeh. Dan ghibah adalah salah satunya. Mereka mengira, hal itu tidaklah diadzab dengan perkara yang mereka anggap besar (padahal itu besar dimata Allah Subhanahu wa Ta’ala).
Baca juga: Penyebab Orang Berghibah Menurut Imam Al Ghazali
Allah Ta'ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat : 12)
Pelaku Ghibah Diazab di Alam Kubur
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc menjelaskan, kita terkadang begitu manisnya berghibah menceritakan aib orang. Walaupun tentunya para ulama mengecualikan boleh ghibah dalam keadaan yang maslahatnya jauh lebih besar dan sangat dibutuhkan. Seperti mengghibah ahli bid’ah, tapi hanya pada kesesatannya saja, tidak pada yang lainnya.
"Misalnya juga ketika meminta tolong supir untuk menjemput teman kita di bandara. Lalu kita menyebutkan ciri-ciri fisik supir kita yang kurang. Maka yang seperti ini boleh karena dibutuhkan. Demikian pula seorang istri yang mempunyai masalah rumah tangga hingga akhirnya harus menceritakan tentang sifat suaminya kepada seorang Ustadz atau Hakim untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Maka yang seperti ini para ulama mengatakan boleh karena maslahatnya jauh lebih besar,"ungkap dai lulusan Univeristas Madinah ini.
Baca juga: Zina Adalah Dosa Besar, Inilah Bahaya dan Kewajiban Menjauhinya
Lihat Juga :