Roti dan Permata: Kisah Raja yang Tanpa Pamrih Mendermakan Sebagian Kekayaannya
Kamis, 27 Oktober 2022 - 15:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Sufi, Putri yang Tidak Patuh
Lelaki kedua, yang ikhlas menerima apa pun, bersedia menukar rotinya.
Sang raja, yang sejak tadi mengamati lewat suatu celah di pintu dapur, terheran-heran, tetapi tidak menyadari kebaikan nisbi pada kedua lelaki itu.
Darwis palsu itu mendapatkan roti biasa. Raja itu menyimpulkan bahwa takdir telah campur tangan untuk menjaga darwis itu dari godaan kekayaan.
Lelaki yang sungguh baik itu memperoleh permata dan bisa mempergunakannya untuk kebaikan. Raja itu tak mampu mengartikan peristiwa tersebut.
"Saya mengerjakan apa yang diperintahkan," kata tukang roti itu.
"Kau tak bisa mengubah takdir," kata sang raja.
"Betapa cerdiknya aku," kata darwis palsu itu.
Baca juga: Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga
Lelaki kedua, yang ikhlas menerima apa pun, bersedia menukar rotinya.
Sang raja, yang sejak tadi mengamati lewat suatu celah di pintu dapur, terheran-heran, tetapi tidak menyadari kebaikan nisbi pada kedua lelaki itu.
Darwis palsu itu mendapatkan roti biasa. Raja itu menyimpulkan bahwa takdir telah campur tangan untuk menjaga darwis itu dari godaan kekayaan.
Lelaki yang sungguh baik itu memperoleh permata dan bisa mempergunakannya untuk kebaikan. Raja itu tak mampu mengartikan peristiwa tersebut.
"Saya mengerjakan apa yang diperintahkan," kata tukang roti itu.
"Kau tak bisa mengubah takdir," kata sang raja.
"Betapa cerdiknya aku," kata darwis palsu itu.
Baca juga: Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga
(mhy)
Lihat Juga :