Berlomba-lomba dalam Kesalehan sebagai Bekal Akhirat, Yuk Amalkan!
Rabu, 16 November 2022 - 11:01 WIB
loading...
Berlomba-lomba dalam amal shaleh sebagai bekal menuju kehidupan abadi kelak di akhirat, seharusnya diamalkan setiap muslim tidak hanya berkompetisi dalam hal keduniaan semata. Foto ilustrasi
A
A
A
Kompetisi atau lomba yang sering dilakukan manusia biasanya hanya berorientasi dunia. Mereka berlomba-lomba dalam menggapai dunia, jabatan, harta dan kepentingan dunia lainnya. Sebaliknya, sangat jarang bahkan hampir tidak ditemukan, orang-orang yng mau berlomba-lomba dalam hal akhirat .
Untuk urusan akhirat , orang-orang tidak ada rasa sedih, tidak ada rasa dikalahkan. Perasaan hanya biasa-biasa saja jika ada yang mengungguli dalam hal akhirat. Ada teman yang saleh, biasa saja. Tapi lihat teman yang kaya, hati seperti kebakaran jenggot ingin melampauinya.
Coba renungkan firman Allah Ta’ala ini,
“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21)
Baca juga: Dunia atau Akhirat, Manakah yang Lebih Menarik?
Dalam masalah akhirat seharusnya seseorang berlomba untuk menjadi yang terdepan. Inilah yang diisyaratkan dalam ayat lainnya,
“Berlomba-lombalah dalam kebaikan” (QS. Al Baqarah: 148).
“...Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al Muthoffifin: 26).
Artinya, untuk meraih berbagai nikmat di surga, seharusnya setiap orang berlomba-lomba melakukannya.
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah menerangkan, “Para sahabat memahami bahwa mereka harus saling berlomba untuk meraih kemuliaan di surga. Mereka berusaha menjadi terdepan untuk menggapai derajat yang mulia tersebut. Oleh karena itu, jika di antara mereka melihat orang lain mendahului mereka dalam beramal, mereka pun bersedih karena telah kalah dalam hal itu. Inilah bukti bahwa mereka untuk menjadi yang terdepan.” (Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islami, hal. 428)
Kita dapat melihat pula dalam kalam ulama salaf lainnya. Imam Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata:
Untuk urusan akhirat , orang-orang tidak ada rasa sedih, tidak ada rasa dikalahkan. Perasaan hanya biasa-biasa saja jika ada yang mengungguli dalam hal akhirat. Ada teman yang saleh, biasa saja. Tapi lihat teman yang kaya, hati seperti kebakaran jenggot ingin melampauinya.
Coba renungkan firman Allah Ta’ala ini,
سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آَمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid: 21)
Baca juga: Dunia atau Akhirat, Manakah yang Lebih Menarik?
Dalam masalah akhirat seharusnya seseorang berlomba untuk menjadi yang terdepan. Inilah yang diisyaratkan dalam ayat lainnya,
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Berlomba-lombalah dalam kebaikan” (QS. Al Baqarah: 148).
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
“...Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (QS. Al Muthoffifin: 26).
Artinya, untuk meraih berbagai nikmat di surga, seharusnya setiap orang berlomba-lomba melakukannya.
Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah menerangkan, “Para sahabat memahami bahwa mereka harus saling berlomba untuk meraih kemuliaan di surga. Mereka berusaha menjadi terdepan untuk menggapai derajat yang mulia tersebut. Oleh karena itu, jika di antara mereka melihat orang lain mendahului mereka dalam beramal, mereka pun bersedih karena telah kalah dalam hal itu. Inilah bukti bahwa mereka untuk menjadi yang terdepan.” (Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islami, hal. 428)
Kita dapat melihat pula dalam kalam ulama salaf lainnya. Imam Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata:
Lihat Juga :