Doa Ketika Gunung Meletus, Jangan Lupa Amalkan!
Selasa, 06 Desember 2022 - 15:22 WIB
loading...
Berdoa dan berzikir ketika terjadi gempa sangat dianjurkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sallam. Foto : Ilustrasi/ist
A
A
A
Doa ketika gunung meletus atau zikir-zikir lain saat terjadi bencana sangat penting kita panjatkan dan kita wiridkan sebagai bentuk kita meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena sesungguhnya gunung meletus, tanah longsor, dan gempa lainnya merupakan tanda -tanda kebesaran dan kebenaran tentang kekuasaan-Nya.
Allah Azza wa Jalla menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendakiNya, dan menetapkannya sebagai peringatan kepada hamba-Nya. Mengingatkan terhadap kewajiban (ibadah) manusia, yang merupakan hak Allah Azza wa Jalla. Mengingatkan manusia dari perbuatan syirik dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang.
Baca Juga : Doa-doa yang Bisa Jadi Zikir dan Dibaca saat Bepergian
Dalam buku zikir dan doa akhir zaman yang ditulis oleh kelompok telaah kitab ar-Risalah yang disunting oleh Ustad Abu Fatiah Al-Adnani disebutkan bahwa manusia harus menjauhi segala perbuatan syirik kepada-Nya, tidak merusak alam, dan selalu memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah Ta'ala.
Disebutkan juga bahwa sesungguhnya bencana alam adalah peringatan bagi orang beriman yang lalai dan hukuman bagi orang yang menyembah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala., Rabb semesta alam. Kekuasaan untuk mendatangkan dan menghentikan bencana alam sepenuhnya berada dalam genggaman Allah Ta'ala. Oleh karenanya manusia harus memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah Ta'ala semata.
Diantara doa dan zikir perlindungan terhadap segala bencana seperti gunung meletus, longsor, hingga kebakaran, yang diajarkan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salam antara lain :
1.
Allahumma innii a'udzubika minal hadmi wa a'udzubika minat taraddî wa a'udzubika minal gharaqi wal haraqi wal harami wa a'udzubika an yatakhabbathanîsy syaithaanu ‘indal maut wa ‘a'udzubika an amuuta fî sabiilikaa mudbiran wa a'udzubika an amuuta ladîghan
“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), kebakaran, dan tidak berdaya. Dan aku berlindung pada-Mu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat (binatang berbisa. (HR. Nasai, Al-Hakim, dan Abu Daud)
2.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam juga mengajarkan saat kita tertimpa musibah agar membaca doa :
Allah Azza wa Jalla menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendakiNya, dan menetapkannya sebagai peringatan kepada hamba-Nya. Mengingatkan terhadap kewajiban (ibadah) manusia, yang merupakan hak Allah Azza wa Jalla. Mengingatkan manusia dari perbuatan syirik dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang.
Baca Juga : Doa-doa yang Bisa Jadi Zikir dan Dibaca saat Bepergian
Dalam buku zikir dan doa akhir zaman yang ditulis oleh kelompok telaah kitab ar-Risalah yang disunting oleh Ustad Abu Fatiah Al-Adnani disebutkan bahwa manusia harus menjauhi segala perbuatan syirik kepada-Nya, tidak merusak alam, dan selalu memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah Ta'ala.
Disebutkan juga bahwa sesungguhnya bencana alam adalah peringatan bagi orang beriman yang lalai dan hukuman bagi orang yang menyembah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala., Rabb semesta alam. Kekuasaan untuk mendatangkan dan menghentikan bencana alam sepenuhnya berada dalam genggaman Allah Ta'ala. Oleh karenanya manusia harus memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah Ta'ala semata.
Diantara doa dan zikir perlindungan terhadap segala bencana seperti gunung meletus, longsor, hingga kebakaran, yang diajarkan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salam antara lain :
1.
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً
Allahumma innii a'udzubika minal hadmi wa a'udzubika minat taraddî wa a'udzubika minal gharaqi wal haraqi wal harami wa a'udzubika an yatakhabbathanîsy syaithaanu ‘indal maut wa ‘a'udzubika an amuuta fî sabiilikaa mudbiran wa a'udzubika an amuuta ladîghan
“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan (longsor), dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), kebakaran, dan tidak berdaya. Dan aku berlindung pada-Mu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat (binatang berbisa. (HR. Nasai, Al-Hakim, dan Abu Daud)
2.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam juga mengajarkan saat kita tertimpa musibah agar membaca doa :
Lihat Juga :