Muhammad Asad: Sunnah Adalah Kunci Pengertian Kebangkitan Islam
Rabu, 07 Desember 2022 - 18:12 WIB
loading...
Muhammad Asad. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Muhammad Asad (23 Juli 1900 – 20 Februari 1992) mengatakan sunnah adalah kunci pengertian kebangkitan Islam. Peninjauan daripada Sunnah adalah sama dengan peninjauan kehidupan dan kemajuan Islam. Mengabaikan Sunnah adalah sama dengan kekacauan dan kemunduran Islam.
"Sunnah adalah kerangka besi dari rumah Islam; dan kalau anda lepaskan kerangka itu dari suatu bangunan akan terkejutkah anda apabila gedung itu ambruk seperti rumah-rumah kartu?" ujarnya dalam bukunya berjudul "Islam at the Crossroads" yang diterjemahkan M. Hashem menjadi "Islam di Simpang Jalan" (YAPI, Surabaya, 1967).
Sekadar mengingatkan Muhammad Asad adalah seorang cendekiawan muslim, mantan Duta Besar Pakistan untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, dan penulis beberapa buku tentang Islam termasuk salah satu tafsir Al Qur'an modern yakni The Message of the Qur'an.
Muhammad Asad terlahir sebagai Leopold Weiss pada tahun 1900 di kota Lemberg, saat itu bagian dari Kekaisaran Austria-Hongaria (sekarang bernama Lviv dan terletak di Ukraina) dalam lingkungan keluarga Yahudi . Keluarganya secara turun-temurun adalah rabbi (pemuka agama Yahudi) kecuali ayahnya yang menjadi seorang pengacara.
Pendidikan agama yang ia enyam selama masa kecil hingga mudanya menjadikan ia familiar dengan bahasa Aram, Kitab Perjanjian Lama serta teks-teks maupun tafsir dari Talmud, Mishna, Gemara dan Targum.
Baca juga: Ini Perbedaan antara Imperium Islam dan Romawi Menurut Muhammad Asad
Dalam bukunya Islam at the Crossroads, dia mengingatkan perkataan Sunnah dipergunakan di sini dalam pengertiannya yang paling luas, yaitu teladan yang telah diberikan Nabi kepada kita dalam tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan beliau.
Hidup beliau yang mengagumkan adalah gambaran yang hidup dan keterangan dari al-Qur'an dan tidak mungkin kita dapat membuat keadilan yang lebih besar terhadap Kitab Suci itu kecuali dengan mengikuti beliau yang menjadi alat wahyu.
"Kita telah melihat bahwa salah satu dari hasil-hasil yang dicapai Islam, satu-satunya yang membedakannya dari segala sistem-sistem kerohanian, adalah pertemuan antara segi moral dan segi material dari kehidupan insani," katanya.
Ini merupakan satu dari sebab-sebab mengapa Islam pada permulaannya memperoleh sukses dan demikian jaya dimana saja ia tampil. Ia membawa pada manusia pesan baru yang tidak perlu direndahkan supaya langit dapat dicapai.
"Sunnah adalah kerangka besi dari rumah Islam; dan kalau anda lepaskan kerangka itu dari suatu bangunan akan terkejutkah anda apabila gedung itu ambruk seperti rumah-rumah kartu?" ujarnya dalam bukunya berjudul "Islam at the Crossroads" yang diterjemahkan M. Hashem menjadi "Islam di Simpang Jalan" (YAPI, Surabaya, 1967).
Sekadar mengingatkan Muhammad Asad adalah seorang cendekiawan muslim, mantan Duta Besar Pakistan untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, dan penulis beberapa buku tentang Islam termasuk salah satu tafsir Al Qur'an modern yakni The Message of the Qur'an.
Muhammad Asad terlahir sebagai Leopold Weiss pada tahun 1900 di kota Lemberg, saat itu bagian dari Kekaisaran Austria-Hongaria (sekarang bernama Lviv dan terletak di Ukraina) dalam lingkungan keluarga Yahudi . Keluarganya secara turun-temurun adalah rabbi (pemuka agama Yahudi) kecuali ayahnya yang menjadi seorang pengacara.
Pendidikan agama yang ia enyam selama masa kecil hingga mudanya menjadikan ia familiar dengan bahasa Aram, Kitab Perjanjian Lama serta teks-teks maupun tafsir dari Talmud, Mishna, Gemara dan Targum.
Baca juga: Ini Perbedaan antara Imperium Islam dan Romawi Menurut Muhammad Asad
Dalam bukunya Islam at the Crossroads, dia mengingatkan perkataan Sunnah dipergunakan di sini dalam pengertiannya yang paling luas, yaitu teladan yang telah diberikan Nabi kepada kita dalam tindakan-tindakan dan ucapan-ucapan beliau.
Hidup beliau yang mengagumkan adalah gambaran yang hidup dan keterangan dari al-Qur'an dan tidak mungkin kita dapat membuat keadilan yang lebih besar terhadap Kitab Suci itu kecuali dengan mengikuti beliau yang menjadi alat wahyu.
"Kita telah melihat bahwa salah satu dari hasil-hasil yang dicapai Islam, satu-satunya yang membedakannya dari segala sistem-sistem kerohanian, adalah pertemuan antara segi moral dan segi material dari kehidupan insani," katanya.
Ini merupakan satu dari sebab-sebab mengapa Islam pada permulaannya memperoleh sukses dan demikian jaya dimana saja ia tampil. Ia membawa pada manusia pesan baru yang tidak perlu direndahkan supaya langit dapat dicapai.
Lihat Juga :