Pengertian Munafik Beserta Ciri dan Contohnya dalam Islam
Jum'at, 09 Desember 2022 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Contoh kekinian yang terjadi di masyarakat terkait para munafikin adalah pudarnya sikap amanah dan suburnya khianat. Amanah yang dikhianati terbanyak adalah amanah harta dan jabatan. Misalnya, seorang munafik jika diberi amanah harta akan menyelewengkannya, dia korupsi. Padahal Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah memerintah kalian agar mengembalikan amanah pada pemiliknya” (QS: Al Imran : 58).
Dalam bidang kemasyarakatan dan politik, misalnya, dari mulai pejabat setingkat kampung (RT RW), kepada desa, bupati, hingga kepresidenan. Mereka yang seharusnya bertanggungjawab melaksanakan amanah banyak yang menyelewengkan amanat da melanggar sumpahnya dengan berbuat kezaliman terhadap masyarat yang sehaarusnya dibantubya. Pejabat pemerintahan mestinya bertanggungjawab atas keamanan dan kemaslahatan masyarakat serta sejumlah tanggungjawab lainnya yang tidak bisa diabaikan.
Begitulah sikap nifak telah menjamur. Amanah tidak dilaksanakan kebanyakan manusia sesuai ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Amanah yang awalnya hendak diserahkan kepada langit, bumi, dan gunung tapi semuanya menolak karena takut tidak mampu menjaga amanah. Hingga akhirnya manusia yang menyanggupi menerima amanah kemudian Allah menyebut sebagai dzaluman jahula (kebodohan yang nyata)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (QS Al Ahzab : 72)
Baca juga: Sejarah Kemunafikan di Zaman Nabi dan 4 Ciri Orang Munafik
Wallahu A'lam
Dalam bidang kemasyarakatan dan politik, misalnya, dari mulai pejabat setingkat kampung (RT RW), kepada desa, bupati, hingga kepresidenan. Mereka yang seharusnya bertanggungjawab melaksanakan amanah banyak yang menyelewengkan amanat da melanggar sumpahnya dengan berbuat kezaliman terhadap masyarat yang sehaarusnya dibantubya. Pejabat pemerintahan mestinya bertanggungjawab atas keamanan dan kemaslahatan masyarakat serta sejumlah tanggungjawab lainnya yang tidak bisa diabaikan.
Begitulah sikap nifak telah menjamur. Amanah tidak dilaksanakan kebanyakan manusia sesuai ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Amanah yang awalnya hendak diserahkan kepada langit, bumi, dan gunung tapi semuanya menolak karena takut tidak mampu menjaga amanah. Hingga akhirnya manusia yang menyanggupi menerima amanah kemudian Allah menyebut sebagai dzaluman jahula (kebodohan yang nyata)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh." (QS Al Ahzab : 72)
Baca juga: Sejarah Kemunafikan di Zaman Nabi dan 4 Ciri Orang Munafik
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :