Suami Pemarah? Inilah 5 Tips Menghadapinya Sesuai Tuntunan Syariat
Kamis, 15 Desember 2022 - 10:59 WIB
loading...
Menghadapi sifat suami yang pemarah atau temperamental, seorang istri harus dapat menghadapinya dengan bijak. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Dalam kehidupan rumah tangga , perselisihan atau pertengkaran antara suami dan istri lumrah terjadi. Lantas bagaimana bila menghadapi pasangan terutama suami yang cepat emosi dan pemarah ? Apa yang harus dilakukan seorang istri?
Dalam faktanya, pertengkaran terkadang dipicu oleh hal-hal sepele. Namun karena sifat temperamen dan cara menghadapinya tidak sesuai tuntutan agama, akhirnya bisa melebar bahkan menjadi masalah besar. Sifat temperamen suami cenderung juga menyebabkan kekerasan secara verbal, baik secara sadar maupun tidak.
Baca juga: Nasihat Syaikh Abdul Aziz Bin Baz Bagi Istri yang Tidak Diperlakukan dengan Baik oleh Suaminya
Menghadapi masalah seperti itu, seorang istri harus dapat menghadapinya dengan bijak. Ustadz Fadly Gugul S.Ag, dai alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), dan juga pengasuh di konsultasi Bimbingan Islam, memberikan tips atau kiat-kiatnya bagi seorang dalam menghadapi suami temperamental tersebut, yakni sebagai berikut:
1. Sikapi dengan tenang
Istri perlu memahami bahwa kebanyakan ledakan emosi dan kata-kata kasar yang keluar dari mulut seseorang berasal dari luka di masa lalu atau pengalaman yang tidak menyenangkan. Jadi, saat ia mulai berkata kasar, usahakan untuk tetap tenang dan tidak tersulut emosi ataupun terlihat marah. Berikan sugesti positif pada pikiranmu sendiri. Belajar berprasangka yang baik.
2. Tidak membalasnya
Perkataan kasar suami pasti membuat sakit hati, tapi berbesar hatilah dan jangan pernah membalasnya. Menyerang balik tidak akan menyelesaikan masalah, malah justru bisa memperburuk keadaan. Bukan tidak mungkin suami bisa melakukan kekerasan fisik karena tersulut perkataan istri.
Tidak ada kalah ataupun menang dalam sebuah hubungan pernikahan. Jadi, mengalah bukan berarti kalah. Dalam situasi ini, istri harus bisa menjadi pendingin keadaan yang tengah memanas oleh perkataan suami. Lagi pula, berbicara balik dengan seseorang yang sedang marah biasanya akan percuma. Oleh karena itu, mengalahlah sebentar sampai amarah suami mereda.
3. Dengarkan dengan baik saja
Setelah kegusarannya mulai reda, cobalah memancingnya untuk menceritakan alasan kemarahannya dan dengarkan ia dengan rasa empati. Ulangi apa yang ia katakan sebagai konfirmasi, agar ia benar-benar merasa didengarkan.
Dalam faktanya, pertengkaran terkadang dipicu oleh hal-hal sepele. Namun karena sifat temperamen dan cara menghadapinya tidak sesuai tuntutan agama, akhirnya bisa melebar bahkan menjadi masalah besar. Sifat temperamen suami cenderung juga menyebabkan kekerasan secara verbal, baik secara sadar maupun tidak.
Baca juga: Nasihat Syaikh Abdul Aziz Bin Baz Bagi Istri yang Tidak Diperlakukan dengan Baik oleh Suaminya
Menghadapi masalah seperti itu, seorang istri harus dapat menghadapinya dengan bijak. Ustadz Fadly Gugul S.Ag, dai alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), dan juga pengasuh di konsultasi Bimbingan Islam, memberikan tips atau kiat-kiatnya bagi seorang dalam menghadapi suami temperamental tersebut, yakni sebagai berikut:
1. Sikapi dengan tenang
Istri perlu memahami bahwa kebanyakan ledakan emosi dan kata-kata kasar yang keluar dari mulut seseorang berasal dari luka di masa lalu atau pengalaman yang tidak menyenangkan. Jadi, saat ia mulai berkata kasar, usahakan untuk tetap tenang dan tidak tersulut emosi ataupun terlihat marah. Berikan sugesti positif pada pikiranmu sendiri. Belajar berprasangka yang baik.
2. Tidak membalasnya
Perkataan kasar suami pasti membuat sakit hati, tapi berbesar hatilah dan jangan pernah membalasnya. Menyerang balik tidak akan menyelesaikan masalah, malah justru bisa memperburuk keadaan. Bukan tidak mungkin suami bisa melakukan kekerasan fisik karena tersulut perkataan istri.
Tidak ada kalah ataupun menang dalam sebuah hubungan pernikahan. Jadi, mengalah bukan berarti kalah. Dalam situasi ini, istri harus bisa menjadi pendingin keadaan yang tengah memanas oleh perkataan suami. Lagi pula, berbicara balik dengan seseorang yang sedang marah biasanya akan percuma. Oleh karena itu, mengalahlah sebentar sampai amarah suami mereda.
3. Dengarkan dengan baik saja
Setelah kegusarannya mulai reda, cobalah memancingnya untuk menceritakan alasan kemarahannya dan dengarkan ia dengan rasa empati. Ulangi apa yang ia katakan sebagai konfirmasi, agar ia benar-benar merasa didengarkan.
Lihat Juga :