Fatwa Rasulullah SAW dan Pengertian Nasab yang Perlu Diketahui

Minggu, 18 Desember 2022 - 18:11 WIB
loading...
Fatwa Rasulullah SAW...
Nasab memiliki kedudukan yang penting dalam sebuah keluarga Islam untuk diketahui karena akan menentukan perwalian keluarga tersebut. Foto : Ilustrasi/ist.
A A A
Nasab memiliki kedudukan yang penting dalam sebuah keluarga Islam. Meski nasab tidak menentukan kemuliaan di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala (karena kemuliaan seseorang hanya dinilai berdasarkan amal shaleh), namun memahami nasab tetap perlu untuk diketahui karena nantinya akan menentukan pembagian waris , perwalian, mengetahui mahram, dan lain sebagianya.

Nasab adalah suatu tali yang menghubungkan keluarga dan hubungan darah lainnya. Secara istilah, nasab memiliki arti keturunan yang didapat dari pernikahan sah dan memiliki ikatan atau hubungan darah yang disebut keluarga, yakni baik yang merupakan hubungan darah yang bersifat vertikal atau ke atas seperti ayah, ibu, kakek, nenek dsb ataupun yang bersifat horizontal atau menyamping seperti paman, bibi, saudara dan lain-lain.

Nasab tidak menentukan posisi kebaikannya di mata Allah Ta'ala. Apabila bapaknya seorang ahli agama dan ahli ibadah tidak otomatis anaknya akan dinilai Allah Ta'ala sebagai ahli ibadah dan punya kedudukan mulia. Nasab tidak berguna pada Hari Pembalasan atau Hari Kiamat kelak.

Allah Ta’ala berfirman :

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ


“Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.” (QS. Al Mu’minun: 101).

Dalam syarah hadis Imam Muslim, penulis Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Siapa saja yang amalnya itu kurang, maka kedudukan mulianya tidak bisa menolong dirinya. Oleh karenanya, jangan terlalu berharap dari nasab atau silsilah keturunan dan keutamaan nenek moyang, akhirnya sedikit dalam beramal.”

Dalam buku berjudul Fatawa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi wa Sallam yang ditulis Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah disebutkan bahwa Rasulullah memfatwakan bahwa anak itu itu adalah anak bagi sang pemilik tempat tidur (tempat ayah ibunya berhubungan suami istri). Sebagai realisasai dari lazimnya tempat tidur sebagai tempat lahirnya anak.

Baca juga : Nabi Muhammad SAW Pun Tidak Mengandalkan Nasab

Dalam menentukan nasab atau keturunan maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Dalam islam sendiri ada tiga sebab utama dalam penentuan nasab yaitu (1) Melalui Pernikahan Sah. Para ulama fiqih mengatakan bahwa seorang anak yang lahir dari seorang wanita atau perempuan melalui pernikahan yang sah maka anak dari laki-laki atau ayahnya tersebut adalah nasabnya.

(2) Melalui Pernikahan Fasid. yakni pernikahan yang dilaksanakan tidak memenuhi syarat amupun rukun nikah yang berlaku dalam agama islam. Misalnya saja pernikahan yang melibatkan mempelai wanita yang masih menjalani masa iddah talak (baca hukum talak dalam pernikahan dan perbedaan talak satu, dua dan tiga) baik cerai mati maupun cerai hidup. Adapun anak tersebut yang nantinya lahir dari sang wanita dapat terikat nasabnya dengan sang suami apabila sang suami memiliki syarat-syarat (ayah biologis, dewasa, dan berakal).

(3). Nasab yang disebabkan karena Wāti Syubhat. Istilah Wāṭi syubhat memiliki arti bahwa adanya persetubuhan yang terjadi tanpa suatu kesengajaan misalnya saja seorang lelaki menyetubuhi seseorang dalam suatu kamar tanpa penerangan atau sang laki-laki tidak dapat melihat wajah atau rupa wanita yang ia anggap sebagai istrinya. Adapaun perstubuhan wati syubhat ini merupakan suatu kesalahan dan apabila si wanita hamil maka anak yang lahir, nasabnya dikaitkan dengan pria tersebut. Adapun syarat laki-laki tersebut menjadi nasab anak yang lahir karena watisyubhat adalah jika usia kehamilannya minimal enam bulan dan masa kehamilan mwanita tersebut atau lahirnya sang anak tidak melewati masa maksimal kehamilan yakni sembilan bulan sepuluh hati. Anak yang lahir lebih lama dari masa kehamilan nasabnya tidak dapat dikaitkan dengan lelaki yang menyetubuhinya secara wati syubhat tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ مِنَ ٱلْمَآءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُۥ نَسَبًا وَصِهْرًا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Inilah Mahram Perempuan...
Inilah Mahram Perempuan dari Jalur Nasab, Simak Penjelasannya di Sini!
Bolehkah Rujuk Setelah...
Bolehkah Rujuk Setelah Menjatuhkan Talak? Pasangan Muslim Wajib Tahu!
3 Amalan agar Rumah...
3 Amalan agar Rumah Penuh Keberkahan, Simak di Sini!
5 Hal yang Bisa Membuat...
5 Hal yang Bisa Membuat Rumah Menjadi Surga, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
Laut Stabil, Hasil Riset...
Laut Stabil, Hasil Riset Minta Penduduk Bumi Harus Waspada
Struktur Misterius Ditemukan...
Struktur Misterius Ditemukan di dalam Perut Bumi
NASA Tangkap Sinyal...
NASA Tangkap Sinyal Aneh dari Antartika, Ilmuwan Sebut Fenomena Alam Tak Biasa
Artikel Terkini
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Ayat-ayat Istimewa Surat...
Ayat-ayat Istimewa Surat Al Baqarah : Mengapa Ayat 255 Disebut Ayat Kursi?
Asbabun Nuzul 2 Ayat...
Asbabun Nuzul 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Kisah Turunnya Ayat yang Menenangkan Para Sahabat
Bacaan 2 Ayat Terakhir...
Bacaan 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah dan 3 Manfaatnya yang Dahsyat
Rahasia 2 Ayat Terakhir...
Rahasia 2 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah: Dibaca Malam Hari, Pahalanya Luar Biasa
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Infografis
7 Manfaat Daun Pepaya...
7 Manfaat Daun Pepaya Bagi Kesehatan yang Perlu Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved