Begini Cara Pandang John Louis Esposito Mengenai Hukum Islam
Senin, 26 Desember 2022 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Dengan demikian ada kecenderungan untuk membatasi interpretasi yang substansif (ijtihad) dan menekankan kewajiban untuk mengikuti (taqlid) saja teks-teks hukum Islam.
Baca juga: Putin: Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi
Praktik-praktik atau doktrin-doktrin baru dituduh sebagai menyimpang (bid'ah) dari hukum Tuhan. Inovasi yang tidak mempunyai jaminan kerap disebut sebagai bid'ah.
Akibatnya, perbedaan antara hukum Tuhan yang yang abadi yang ada dalam wahyu dan banyak peraturan hukum yang merupakan hasil penalaran manusia yang tak luput dari kesalahan atau adat-istiadat setempat, menjadi kabur dan dilupakan.
Masalah hukum Islam dan perubahan menjadi isu utama pada abad ke-19 dan 20, ketika kaum Muslim menanggapi pengaruh modernisasi dan pembangunan.
Juru Bicara
Sekadar mengingatkan John Louis Esposito dikenal sebagai seorang pengamat Islam atau ―Islamisis yang netral dan relatif proporsional- sebagai pembedaan dengan Orientalis- terkemuka di Barat.
Esposito juga dikenal sebagai salah seorang cendekiawan yang sangat aktif menyuarakan dialog peradaban, dialog antarumat beragama, terutama antara Islam dan Kristen. Ia juga dikenal sebagai penulis yang sangat produktif sekaligus kritis terhadap kajian yang dilakukan oleh para pakar Islam di Barat dan telah melahirkan puluhan karya baik dalam bentuk buku, ratusan artikel, penelitian tentang Islam yang menjadi referensi penting bagi sarjana Muslim dan Barat pada umumnya.
Beberapa karya terpenting Esposito adalah buku The Islamic Threat: Myth or Reality, Dalam buku ini, Esposito mengambil sikap yang berbeda dengan pakar keislaman di Barat dalam melihat kebangkitan Islam dan membantah teori para pakar Islam di Barat yang menyatakan Islam sebagai ancaman baru pasca tumbangnya komunisme yang dibesar-besarkan para pakar dan dilestarikan oleh media-media di Barat. Karya terpenting lainnya adalah, Islam: The Straight Path, Unholy War: Terror in the Name of Islam dan The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World.
Posisi Esposito seringkali diterjemahkan berbagai kalangan sebagai juru bicara Islam dan Barat mengajak untuk selalu bekerjasama dan tidak tenggelam dalam konflik peradaban. Oleh karena itu, menurut Esposito bahwa saat ini perjumpaan Islam dan Barat harus dimaknai membangun dialog peradaban, bukan konfrontasi atau saling curiga.
Baca juga: Profesor Mesir Diskors karena Menghina Nabi Muhammad SAW
Baca juga: Putin: Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi
Praktik-praktik atau doktrin-doktrin baru dituduh sebagai menyimpang (bid'ah) dari hukum Tuhan. Inovasi yang tidak mempunyai jaminan kerap disebut sebagai bid'ah.
Akibatnya, perbedaan antara hukum Tuhan yang yang abadi yang ada dalam wahyu dan banyak peraturan hukum yang merupakan hasil penalaran manusia yang tak luput dari kesalahan atau adat-istiadat setempat, menjadi kabur dan dilupakan.
Masalah hukum Islam dan perubahan menjadi isu utama pada abad ke-19 dan 20, ketika kaum Muslim menanggapi pengaruh modernisasi dan pembangunan.
Juru Bicara
Sekadar mengingatkan John Louis Esposito dikenal sebagai seorang pengamat Islam atau ―Islamisis yang netral dan relatif proporsional- sebagai pembedaan dengan Orientalis- terkemuka di Barat.
Esposito juga dikenal sebagai salah seorang cendekiawan yang sangat aktif menyuarakan dialog peradaban, dialog antarumat beragama, terutama antara Islam dan Kristen. Ia juga dikenal sebagai penulis yang sangat produktif sekaligus kritis terhadap kajian yang dilakukan oleh para pakar Islam di Barat dan telah melahirkan puluhan karya baik dalam bentuk buku, ratusan artikel, penelitian tentang Islam yang menjadi referensi penting bagi sarjana Muslim dan Barat pada umumnya.
Beberapa karya terpenting Esposito adalah buku The Islamic Threat: Myth or Reality, Dalam buku ini, Esposito mengambil sikap yang berbeda dengan pakar keislaman di Barat dalam melihat kebangkitan Islam dan membantah teori para pakar Islam di Barat yang menyatakan Islam sebagai ancaman baru pasca tumbangnya komunisme yang dibesar-besarkan para pakar dan dilestarikan oleh media-media di Barat. Karya terpenting lainnya adalah, Islam: The Straight Path, Unholy War: Terror in the Name of Islam dan The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World.
Posisi Esposito seringkali diterjemahkan berbagai kalangan sebagai juru bicara Islam dan Barat mengajak untuk selalu bekerjasama dan tidak tenggelam dalam konflik peradaban. Oleh karena itu, menurut Esposito bahwa saat ini perjumpaan Islam dan Barat harus dimaknai membangun dialog peradaban, bukan konfrontasi atau saling curiga.
Baca juga: Profesor Mesir Diskors karena Menghina Nabi Muhammad SAW
(mhy)
Lihat Juga :