Orientalis Montgomery Watt Kupas Ramalan Bibel tentang Nabi Muhammad SAW

Rabu, 28 Desember 2022 - 14:58 WIB
loading...
A A A
"Saya telah menyebutkan perhatian itu di tempat lain terhadap fakta yang menghebohkan ini sampai kira-kira tahun 740 Masehi sehingga tidak ada nama orang Islam yang memakai nama Ahmad, akan tetapi setelah itu sebutan Ahmad menjadi amat umum sebagai nama panggilan alternatif terhadap kata Muhammad," ujar Montgomery Watt.

Menurutnya, pernyataan ayat Al-Qur'an tersebut menyatakan bahwa dalam lingkungan Muhammad ini ada kesadaran yang membingungkan antara periklutos dan parakletos; dan memang dalam tulisan bahasa Semit hanya menggunakan konsonan yang masing-masing identik benar -- prklts.

"Menurut saya bahwa sampai abad kedelapan itu kata ahmad pada ayat tersebut diambil sebagai kata sifat, yang didukung oleh berbagai fakta yang lain," ujar William Montgomery Watt.

Jadi, kata William Montgomery Watt, dalam biografinya tentang Muhammad, Ibn Ishaq (meninggal tahun 768 Masehi), menyebutkan ayat ini dengan mengajukan pertanyaan, namun tidak menjelaskan nama ahmad sebagai nama panggilan Nabi Muhammad.

Tentang ayat ini dapat dikatakan bahwa Ibn Ishaq membuat terjemahan secara bebas yang akurat dalam John (Yahya: 15: 23, 16: 1), berbeda dengan pengubahan "Aku akan mengirim kamu dari Sang Bapa" dengan pernyataan "Allah akan mengirim kamu dari Tuhan."

Baca juga: Peradaban Islam Menurut John Louis Esposito

Terjemahan aktual dari Bibel ini sama sekali tidak biasa terjadi pada penulis-penulis muslim. Dalam pengenalan kutipan, Ibn Ishaq menyatakan "apakah dari murid John (Yahya) dituliskan bagi mereka pada saat dia menulis kitab Injil dari kesaksian ('ahd) Yesus putra Maria, mengenai Rasul Allah."

Menurut Ibn Ishaq, kutipan ini merupakan klaimnya bahwa terma manhamanna yang digunakan untuk gubahan makna "paraklet" (orang yang terpuji) pada ayat tersebut, adalah sebuah kata dari bahasa Syria yang berarti Muhammad dan ini merupakan ekuivalen dengan kata baraqlitis. Jika mungkin di luar tempat ini dapat mendiskusikan percabangan-percabangan bahasa Syria dalam argumen ini.

Titik tekan yang harus dicatat bahwa kaum muslimin benar-benar yakin kalau Muhammad ini sungguh telah diramalkan di dalam kitab Bibel.

Ibn Ishaq di tempat lain dan pada buku Thabaqat yang dikarang oleh Ibn Sa'ad (meninggal tahun 844 Masehi) ada berbagai kisah tentang jalan orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menyembunyikan ayat-ayat yang mengabarkan tentang kehadiran Muhammad sebagai nabi.

Kadangkala ada penyembunyian fisik dengan memotong halaman-halaman bersama sekaligus, atau dengan menghapus satu ayat atau mengganti satu ayat dengan ayat yang lain.

Kisah-kisah itu seluruhnya rupanya mengacu kepada penduduk bangsa yang ummi (buta huruf) yang masih berpikir sederhana. Kisah-kisah yang menyatakan bahwa orang-orang Yahudi membayangkan seorang nabi ini kemungkinan berasal dari bayang-bayang seorang Messiah.

Kisah yang paling terkenal adalah kisah pendeta Kristen, Bahira, yang waktu itu Muhammad sedang dalam perjalanan menuju Syria. Maka diketahui dari deskripsi buku-bukunya yang mengisyaratkan kenabian antara kedua bahu pundak beliau dan memberitahukan kepada paman beliau, Abu Thalib, agar berhati-hati menjaga Muhammad.

Sejak abad kedelapan, sebagian ilmuwan muslim meneliti ayat-ayat Bibel lebih lanjut yang dapat diklaim meramalkan kehadiran Muhammad sebagai nabi atau rasul.

Tak pelak lagi bahwa memang secara implisit menyatakan kekuatan teks Biblikal dan adanya kontradiksi bentuk-bentuk ajaran tersebut di mana seluruh teks itu tidak dapat dipercaya.

Seorang ilmuwan yang kesohor, Ibn Qutaibah (meninggal tahun 889 Masehi), menemukan kira-kira sejumlah ayat, namun orang ini didahului oleh seorang yang masuk Islam dari beragama Kristen, Ali Ibn Rubban al Thabari (jangan dikacaukan dengan al-Thabari sebagai ulama ahli tafsir dan ahli sejarah, yang menghasilkan tafsirnya tidak kurang dari 130 ayat).

Baca juga: Begini Cara Pandang John Louis Esposito Mengenai Hukum Islam

Sikap Orang Kristen
Montgomery Watt mengatakan umat Kristen dewasa ini yang berpikir bahwa pesan nabi yang paling mendasar adalah untuk zaman dan tempat beliau sendiri. Hal ini tentu dipahami secara berbeda dengan umat Kristen di zaman-zaman Perjanjian Baru yang melihat pada pesan-pesan yang meramalkan masa depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Kumpulan Kisah Nabi...
Kumpulan Kisah Nabi SAW di Bulan Ramadan, Dari Terima Wahyu Al Quran hingga Perintah Segerakan Berbuka Puasa
Kisah Hikmah : Berhala...
Kisah Hikmah : Berhala Bisa Bicara dan Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad SAW
Tiga Makna Isra Mikraj...
Tiga Makna Isra Mikraj Menurut Abdul Mu'ti
Adakah Persamaan Nabi...
Adakah Persamaan Nabi Isa dan Yesus? Begini Menurut Ustaz Felix Siauw dan Dondy Tan
Rekomendasi
Ilmuwan Ungkap Teka-teki...
Ilmuwan Ungkap Teka-teki Fenomena Kematian Paus di Dasar Laut
Ilmuwan Ungkap Fenomena...
Ilmuwan Ungkap Fenomena Alam Mematikan yang Dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul
Medan Magnet Bumi Terdeteksi...
Medan Magnet Bumi Terdeteksi Rusak, NASA Ingatkan akan Ada Bencana
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved