Orientalis Montgomery Watt Kupas Ramalan Bibel tentang Nabi Muhammad SAW

Rabu, 28 Desember 2022 - 14:58 WIB
loading...
Orientalis Montgomery...
William Montgomery Watt. Foto/Ilustrasi: AP/masjidma
A A A
Pakar studi-studi keislaman dari Britania Raya, seorang orientalis dan sejarawan utama tentang Islam di dunia Barat, William Montgomery Watt (1909-2006), membeberkan persepsi Islam , Kristen, dan Yahudi tentang Nabi Muhammad yang telah diramalkan Bibel.

Montgomery Watt adalah seorang profesor Studi-studi Arab dan Islam pada Universitas Edinburgh antara tahun 1964-1979. Ia juga merupakan visiting professor pada Universitas Toronto, College de France, Paris, dan Universitas Georgetown; serta menerima gelar kehormatan Doctor of Divinity dari Universitas Aberdeen.

Menyangkut hal kerohanian, Montgomery Watt adalah pendeta (reverend) pada Gereja Episkopal Skotlandia, dan pernah menjadi spesialis bahasa bagi Uskup Yerusalem antara tahun 1943-1946. Ia menjadi anggota gerakan ekumenisme "Iona Community" di Skotlandia pada 1960. Beberapa media massa Islam pernah menjulukinya sebagai "Orientalis Terakhir".

Baca juga: Persepsi Umum Kenabian Menurut Orientalis William Montgomery Watt

Dalam buku yang diterjemahkan Zaimudin berjudul "Titik Temu Islam dan Kristen, Persepsi dan Salah Persepsi" (Gaya Media Pratama, 1996), Montgomery Watt menyebut Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin awal percaya bahwa hadirnya Muhammad sebagai nabi telah dikabarkan di dalam Bibel.

Al-Qur'an menyatakan bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul "yang namanya telah didapati tertulis di dalam Taurat dan Injil" ( QS 7 : 157).

Ada pula beberapa ayat yang menyebutkan orang-orang Yahudi disalahkan karena menyembunyikan kebenaran atau menyembunyikan bagian dari ajaran-ajaran atau tidak menyatakan dengan sebenamya.

Ayat-ayat atau ajaran-ajaran yang disembunyikan itu pada awalnya mungkin dipahami sebagai menyembunyikan berita akan datangnya Muhammad sebagai seorang nabi dan rasul.

Montgomery Watt mengatakan Khalifah al Mahdi dalam sebutan Timothy menyebutkan, ada tiga ayat yang dengan tegas mengabarkan kenabian Muhammad. Satu ayat dalam Deuteronomy 18: 18 yang menyebutkan bahwa Allah menjanjikan kepada Bani Israel untuk mengirimkan seorang nabi seperti Nabi Musa dari keturunan mereka.

Ayat lain yang menyatakan "seorang penunggang unta dari Isaiah" ( QS 27 : 7), yang dikatakan oleh para ahli pikir kontemporer bahwa ayat ini secara faktual menunjukkan jama' (plural); dan yang ketiga adalah janji Paraclet atau Sang Juru Selamat dalam kitab Perjanjian Baru.

Baca juga: Gambaran Kristen Mekkah di Era Rasulullah SAW Menurut William Montgomery Watt

Paraclet atau Sang Juru Selamat
Umat Kristen memahami perkabaran akan hadirnya Paraclet atau Sang Juru Selamat ini sebagai petunjuk kepada Ruh Kudus, seperti yang secara eksplisit dinyatakan dalam John (Yahya) 14: 26.

Sungguhpun demikian, dalam beberapa hal ada kesamaan yang dicatat antara dua kata dari bahasa Yunani, periklutos, yang berarti "termasyhur" atau "patut dipuji" dan, parakletos atau paradete.

Agaknya dua kata itulah yang menjadi landasan pernyataan bahwa apakah Yesus (Isa) benar benar telah mengatakan tentang Paraclet secara sungguh-sungguh yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW yang nama ini juga berarti "terpuji" atau "mulia."

Pada titik ini agaknya perlu kembali kepada Al-Qur'an untuk melihat ayat yang penting itu

Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: Wahai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan (Rasul) Allah kepadamu, membenarkan kitab yang turun sebelummu, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata" ( QS 61 :6).

Menurut Montgomery Watt, sejak pertengahan abad kedelapan, kata --Ahmad-- diambil sebagai nama sebenarnya yang menjadi alternatif terhadap kata Muhammad. Kendatipun demikian, semenjak saat itu kata Ahmad yang dianggap sebagai kata sifat yang berarti "Yang Terpuji", memang kata itu masih merujuk kepada kata Muhammad.

Menurutnya, yang penting bahwa kira-kira tahun 781 Masehi, Al-Mahdi memberi tahukan kepada Timothy agar tidak mengambil kata Ahmad sebagai sebuah nama yang sebenarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Kehidupan...
Menelusuri Jejak Kehidupan Rasulullah di Museum Biografi Nabi Muhammad di Makkah
Israel dan Bani Israil:...
Israel dan Bani Israil: Serupa Tapi Tak Sama
Kumpulan Kisah Nabi...
Kumpulan Kisah Nabi SAW di Bulan Ramadan, Dari Terima Wahyu Al Quran hingga Perintah Segerakan Berbuka Puasa
Kisah Hikmah : Berhala...
Kisah Hikmah : Berhala Bisa Bicara dan Menyampaikan Kebenaran Nabi Muhammad SAW
Tiga Makna Isra Mikraj...
Tiga Makna Isra Mikraj Menurut Abdul Mu'ti
Adakah Persamaan Nabi...
Adakah Persamaan Nabi Isa dan Yesus? Begini Menurut Ustaz Felix Siauw dan Dondy Tan
Rekomendasi
Penampakan Gerhana Matahari...
Penampakan Gerhana Matahari Hibrida Dipantau Berbarengan dengan Hilal
Dikira Punah, Jari Zombie...
Dikira Punah, Jari Zombie Ditemukan Bertahan di Australia
Iran Gunakan Inovasi...
Iran Gunakan Inovasi Penyemaian Awan di Tengah Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved